Hyundai Kembangkan Sistem Airbag Untuk Kecelakaan Beruntun

Otomotif1.com –  Sebagai kendaraan yang besar di pasar Eropa dan Amerika, sistem keamanan  dan keselamatan pada kendaraan memang telah lama menjadi perhatian pabrikan kendaraan asal Korea ini. Salah satu yang menjadi konsentrasi pada sistem keamanan Hyundai adalah airbag.

Airbag yang didesain sedemikian rupa bergina untuk memberikan perlindungan, ketika kendaraan mengalama kecelakaan. Sayangnya, airbag yang ada saat ini tidak bisa memberikan perlindungan, apabila terjadi kecelakaan beruntun. Hal ini disebabkan tidak ada airbag di kendaraan apapun yang dapat mengembang dua kali dalam kecelakaan beruntun, karena airbag hanya sekali mengembang dalam sekali terjadi kecelakaan.

Hyundai sebagai produsen raksasa asal negeri ginseng, saat ini tengah mengembangkan sebuah desain airbag terbaru dengan sistem multi-collision untuk memberi perlindungan pada pengemudi bisa terjadi tabrakan beruntun.

Pada prinsipnya, sistem airbag multi-collision bekerja layaknya airbag normal yang ada seperti sekarang ini, menggembung ketika terjadi benturan untuk mencegah cedera pada pengendara.

Sistem airbag multi-collision akan memungkinkan airbag untuk digunakan kembali pada dampak sekunder. Ini bekerja dengan memantau posisi penghuni di kabin setelah tabrakan awal, dan ambang batas intensitas tabrakan yang dikalibrasi ulang menawarkan respons yang lebih cepat selama dampak sekunder, sehingga meningkatkan keselamatan penghuni dalam insiden tabrakan beruntun.

Dengan kata lain, pembuat mobil asal Korea ini sedang mengerjakan dan mengembangkan bahkan mengkomersialisasi sistem airbag multi-tabrakan pertama di dunia, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dalam situasi ini.

Kepala Pusat Teknologi Chassis dari Hyundai Motor Group, Taesoo Chi mengatakan dengan meningkatnya kinerja airbag dalam scenario multi tabrakan, diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan keselamatan pengemudi dan penumpang.

“Kami akan melanjutkan penelitian kami pada situasi kecelakaan yang lebih beragam sebagai bagian dari komitmen kami untuk memproduksi kendaraan yang lebih aman yang melindungi penumpang dan mencegahnya dari cedera, ” ujarnya.

Hyundai mengembangkan sistem keamanan terbarunya ini, setelah melihat data yang disajikan oleh National Automotive Sampling System, yang menyebutkan 3 dari 10 kecelakaan mobil yang melibatkan tabrakan beruntun berakhir dengan kematian.

Dari data National Automotive Sampling System lebih lanjut menguraikan lebih spesifik ada 56 ribu kecelakaan beruntun yang terjadi di Amerika Serikat dari tahun 2000 sampai 2012. Dan semuanya berakhir fatal bahkan dengan kematian.

Pihak Hyundai sendiri sangat berharap, teknologi yang tengah dikembangkannya ini bisa menjadi penyelamat kecelakaan beruntun yang kerap terjadi di jalan raya atau jalan bebas hambatan. Termasuk di Indonesia, khususnya pulau Jawa dimana kerap terjadi kecelakaan beruntun di jalan tol.

You might also like