Insiden Pajero Sport Terbakar di Sidoarjo Jatim, Ini Penjelasan Pihak MMKSI

Surabaya, Otomotif1.com – Insiden Pajero Sport yang terbakar di Sidoarjo, Jawa Timur pada 26 Oktober 2018 lalu atas nama pemilik Djoni Tjen, segera tindaklanjuti dengan cepat oleh pihak Mitsubishi.

Lewat siaran persnya yang diterima redaksi Otomotif1, Senin (11/2), PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku distributor Mistubishi di Indonesia memberikan tanggapannya sekaligus penjelasan mengenai pemberitaan ‘Mobil Pajero Sport Terbakar Saat Parkir, Pemilik Berencana Gugat Mitsubishi’.

Lewat siaran persnya tersebut MMKSI yang disampai Intan Vidiasari, Deputy Group Head of Planning & Communication Group PT MMKSi menuliskan, bahwa pihak MMKSI dengan didampingi oleh dealer dalam hal ini SUN Star Motor telah melakukan pemeriksaan atas kendaraan yang terbakar tersebut.

Dari pemeriksaan yang telah dilakukan tersebut, ditemukan penyebab terjadinya kebakaran yang melanda mobil Pajero Sport milik Djoni Tjen, hal ini disebabkan salah satu spare part yaitu perangkat breket bateray (braket accu) milik Djoni Tjen telah dilakukan modifikasi. Artinya, brekat tersebut tidak lagi standar pabrikan. Hal inilah yang menyebabkan dudukan accu tidak stabil dan menjadi pemicu arus pendek pada kap mesin kendaraan tersebut.

Djoni Tjen warga Sidoarjo pemilik Pajero Sport naas yang terbakar di Sidoarjo Oktober 2018 silam

 

Pemeriksaan tersebut sudah telah diinformasikan kepada konsumen pada pada tanggal 31 Oktober 2018, sementara kejadian naas tersebut terjadi pada tanggal 26 Oktober 2018.

“PT MMKSI dan diler resmi kendaraan penumpang Mitsubishi terkait telah menerima dan merespon informasi dari surat yang disampaikan oleh konsumen atas nama Djoni Tjen yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur. Sebagai bentuk tindak lanjut sekaligus merespon keluhan konsumen, tim teknis PT MMKSI dengan didampingi oleh Diler telah melakukan pemeriksaan atas kendaraan konsumen yang terbakar tersebut pada tanggal 26 Oktober 2018. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa penyebab kendaraan terbakar adalah penggunaan/ modifikasi perangkat battery (braket accu) dengan tidak standar yang menjadi sumber dan pemicu api, yang mana hasil pemeriksaan tersebut telah diinformasikan kepada konsumen pada tanggal 31 Oktober,” jelas Intan Vidiasari, Deputy Group Head of Planning & Communication Group PT MMKSI, Senin {11/2).

Lebih jauh Intan menjelaskan, berdasarkan hasil temuan dan pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa insiden kebakaran pada kendaraan tersebut disebabkan karena factor eksternal yang terjadi dalam periode pemakaian kendaraan oleh konsumen dan tidak ada permasalahan terkait produk.

“Dari catatan yang berhasil kumpulkan di lapangan, konsumen merupakan pembeli kedua atas kendaraan naas tersebut, sehingga tidak membeli langsung melalui dealer,” tegas Intan.

“Meski banyak ditemukan beberapa tindakan yang kurang standart dari konsumen, riwayat servis berkala (periodical maintenance) kendaraan di dalear resmi Mitsubishi, tidak dilakukan secara rutin. Namun PT MMKSI dan Daeler tetap menunjukan itikad baik terhadap konsumen untuk memberikan alternatif solusi dalam rangka memberikan pelayanan demi kepuasan konsumen,” pungkas Intan.

You might also like