ARRC 2019, YRI Siapkan Rider Muda Untuk Bertarung di Kelas UB150 dan AP 150

Sepang, Otomotif1.com – Yamaha Racing Indonesia (YRI) memastikan tim yang akan turun di kelas Underbone 150cc (UB150) dan Asia Production (AP150)  pada ajang kejuaraan Asia Road Racing Championship (AARC) 2019, adalah pembalap-pembalap muda dan prospektif.

Dalam siaran persnya tersebut, para pembalap YRI baru saja usai melakukan tes pramusim di Sirkuit Interntional Sepang, Malaysia selama dua hari pada 5-6 maret 2019 dan dilanjutkan dengan seri pertama AARC 2019 di trek yang sama pada tanggak 8-10 Maret 2019.

Pada tahun ini setidkanya ada 7 seri ARRC 2019 yang akan digelar dan Sirkuit Sepang, Malaysia mendapat jatah dua kali untuk menyelenggarakan acara ini.

Pengujian ini menjadi penting bagi tim YRI, karena dalam beberapa tahun belakangan, lintasan Sepang yang memiliki panjang 5,542 km tidak menjadi lokasi penyelenggaraan ARRC. Terakhir di tahun 2015. Saat 2016 & 2017 diselenggarakan di Sirkuit Johor.

Bersama M Faerozi, ada Anggi Setiawan, yang juga turun di kelas AP250.

 

Berbagai persiapan sudah dilakukan para pembalap YRI dengan langkah tes privat untuk mencari set-up terbaik motor MX King 150 (UB150) dan New YZF-R25 (AP250). Termasuk latihan fisik dan mental yang lebih optimal.

Adapun skuad muda Yamaha Racing Indonesia di kelas UB150 diisi oleh Wahyu Nugroho (Boyolali, Jateng) dan Aldi Satya Mahendra (Bantul, DIY) yang masing-masing baru berusia 16 dan 13 tahun. Kehadiran mereka sebagai rookie atau pendatang baru di ARRC 2019 sekaligus membuktikan konsistensi Yamaha Indonesia dalam membina pembalap muda yang berprestasi menuju jenjang internasional.

Hasil dari pengujian pramusim, Aldi Satya Mahendra mencatat waktu tercepat di latihan ke-2 (FP2) dan ke-6 (FP6). Secara umum dalam 6 kali sesi latihan, Aldi Satya Mahendra ada di urutan ke-4 dimana best-time nya diukir pada latihan ke-2 (FP2), 2 menit 34,473 detik. Tentu saja, hal ini patut diapresiasi mengingat Aldi Satya Mahendra adalah rookie ARRC 2019.

Sementara itu rider YRI lainnya ada nama Wahyu Nugroho, yang turun di kelas UB150.

 

“Ini pertama kalinya turun di balap ARRC, saya harus mengenal karakter masing-masing sirkuit dan banyak belajar dari Kakak saya Galang Hendra. Baik persiapan fisik dan latihan motor. Dari hasil pre-season ini, saya optimis bisa melakukan yang terbaik untuk bisa juara dan mengibarkan bendera Indonesia,” tutur Aldi Satya Mahendra.

Sedangkan Wahyu Nugroho berada di urutan ke-15 dari hasil kombinasi 6 kali latihan. Waktu terbaiknya 2 menit 35,739 detik yang dicetak pada latihan ke-2 (FP2). Adapun peserta yang terlibat dalam pre-season test sebanyak 28 starter.

 

“Saya sudah tidak sabar untuk mengawali musim balap saya di tahun ini. Persiapan sudah saya lakukan baik fisik, mental dan latihan motor. Saya sudah mempunyai bekal bagaimana persaingan balapan ARRC, saat itu saya ikut sebagai wild-card ARRC 2018 seri ke-5 di Indonesia. Hasil dari pre-season, saya harus beradapatasi dengan cepat terhadap sirkuit ada beberapa sektor yang harus saya perbaiki agar lebih cepat lagi,” tukas Wahyu Nugroho.

Sementara itu, Aldi Satya Mahendra, turun kelas UB150 bersama Wahyu Nugroho.

 

Untuk kategori AP250, tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) diperkuat oleh pembalap ARRC 2018, yaitu M Faerozi (Lumajang, Jawa Timur) yang berumur 16 tahun dan di tahun pertamanya mengikuti ARRC 2018 sukses berada di urutan ke-14 dalam klasemen akhir. Kemudian ada pula nama Anggi Setiawan (Palu, Sulawesi Tengah) yang berusia 20 tahun dan menempati urutan ke-10 dalam klasemen akhir AP250 ARRC 2018.

Mereka berdua termasuk pembalap yang pernah mengikuti pelatihan Yamaha VR46 Master Camp, Faeroz merupakan angkatan ke-6 (2018) sedangkan Anggi Setiawan adalah angkatan ke-3 (2017). Tentunya kedua pembalap muda tersebut menargetkan untuk dapat meraih poin maksimal dengan terus bertarung di barisan terdepan secara konsisten.

“Menghadapi tahun ke-2 pada kejuaraan ARRC, saya sudah siapkan lebih matang dan harus lebih baik dibandingkan 2018. Saat pre-season ini saya lebih fokus untuk mempelajari pada karakter sirkuit karena ini sirkuit pertama bagi saya dan tim terus melakukan set-up motor yang baik untuk hadapi seri pertama,” ujar Faeroz.

Dalam tes pramusim, Faeroz ada di posisi ke-6 secara keseluruhan. Best-time dicetak pada latihan ke-2 (FP2) dengan torehan 2 menit 27,533 detik. Sedangkan Anggi Setiawan ada di deretan ke-12 dengan waktu 2 menit 29,412 detik. Pencapaian tersebut diperoleh pada saat latihan ke-6 (FP6). Tentu saja, berbagai hal akan dievaluasi dan dikomunikasikan untuk mendapatkan set-up terbaik sebelum menjalani latihan bebas ARRC 2019 Malaysia.

“Tahun ini, saya sudah masuk tahun ke-3 mengikuti balap ARRC, pastinya saya sudah banyak belajar. Secara mental tahun ini saya sudah lebih siap, dari hasil pre-season selama 2 hari ini saya dan tim terus melakukan set-up motor yang bervariasi. Yang nantinya akan dikombinasikan jelang balapan seri pertama dan latihan resmi nanti saya akan coba kembali,” pungkas Anggi Setiawan.

 

You might also like