Nekad Terima Tantangan, Suzuki 150 Bandit Layani Tawaran Balap Dengan Mesin Standar

Surabaya, Otomotif1.com – Track Day Suzuki adalah kegiatan rutin bulanan yang digelar oleh main dealer Suzuki Motor, Indo Jaya Motor Gemilang (IJM) Jawa Timur, selain untuk menjaring bakat balap para pengguna Suzuki, khususnya para pemotor yang memang hobi membetot gas.

Pada ajang track day yang digelar untuk kesekian kalinya di Sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya, pada Minggu (10/3) berlangsung cukup meriah. Karena peserta yang datang bukan saja dari kalangan pengguna motor sport Suzuki saja, melainkan ada beberapa pengguna motor sport dari brand lain yang ikut meramaikan acara cornering ini.

Suzuki yang saat ini hanya memiliki motor sport 150cc sebut saja GSX-R150 dan Bandit 150 kembali di uji dalam kompetisi cornering kali ini.

Suzuki 150 Bandit yang belum lama diluncurkan di Surabaya, ikut andil dalam pertarungan kompetisi sport di kelas 150 cc.

Karena memang tidak ada rencana untuk menurunkan 150 Bandit, karena adanya tantangan pada acara track day kali in, mau tidak mau Suzuki 150 Bandit terpaksa turun di kelas 150 cc.

Minimnya persiapan, race pun berjalan apa adanya. Dengan berbekal mesin standar dan hanya ada pergantian ban hal ini dilakukan agar lebih safety ketika memacu motor dilintasan balap. Dan Suzuki 150 Bandit akhirnya nekad turun di kelas Wearpack.

Sebagai informasi, kelas Wearpack banyak dihuni oleh beberapa motor yang sudah di setting race dengan joki yang tidak bisa dianggap remeh.

Suzuki 150 Bandit yang bermodal mesin overbore dengan konfigurasi piston 62 mm dan langkah 48,8 mm cukup dirasakan memberikan nafas panjang pada trek lurus. Wajar saja, mesin yang digunakan pada Suzuki 150 Bandit adalah mesin yang digunakan pada GSX-R150.

Kita tentu paham, di kelas 150 cc mesin Suzuki GSX-R150 adalah yang paling besar power dikelasnya. Dari dalam kapasitas mesin GSX-R150 mampu memuntahkan tenaga sebesar 19,17 Hp pada putaran mesin 10.500 rpm dan torsi 14 Nm pada putaran 9.000 rpm. Tentu bisa menjadi modal untuk tantangan Suzuki 150 Bandit ini.

Sejak awal race, Suzuki 150 Bandit tanpa ampun langsung melesat diposisi barisan terdepan. Memasuki tikungan pertama, joki Suzuki 150 Bandit langsung membetot gas sehingga putaran mesin cepat melaju naik menuju red line yang mencapai 13.000 rpm, sehingga  Suzuki 150 Bandit tetap berada di posisi kedua.

Meski sampai selesainya race sebanyak 5 lap Suzuki 150 Bandit hanya menempati popsisi kedua, team Suzuki merasa sangat puas dengan capaian yang diraih Suzuki 150 Bandit yang hanya bermodalkan mesin standar.

Sejatinya Suzuki 150 Bandit adalah motor touring, hanya saja mesin yang digunakan pada Suzuki 150 Bandit adalah mesin yang sama pada Suzuki GSX-R150, karean itu tidak heran jika motor ini sangat kencang di kelasnya.

Suzuki Bandit 150 menggunakan mesin DOHC dengan kapasitas 147,3 cc, 4 katup, silinder tunggal dan berpendingin cair. Memang sedikit sama dengan mesin yang digunakan Suzuki Satria F150FI. Perbedaannya terletak pada gir rasio, mapping engine control unit dan desain injector.

Jika mesin Satria F150FI menggunakan injector 8 lubang, sementara untuk mesin yang digunakan GSX ataupun Bandit menggunakan 10 lubang.

Meski secara angka mesin Suzuki lebih kecil, power yang dikeluarkan mesin Suzuki ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 19,17 Ps pada 10.500 rpm.

Bandingkan dengan CB150 dengan mesin DOHC 4 katup berkapasitas 150 cc hanya mampu menghasilkan tenaga sebesar 18,0 hp pada 10.500 rpm. Bahkan jika kita membandingkan lagi dengan Yamaha Vixion yang dibekali mesin berkapasitas 149,8 cc SOHC, hanya mampu menyemburkan tenaga 16,3 hp.

Jika kita melihat data tersebut, jelas Suzuki Bandit 150 bukan lawan yang seimbang bagi Yamaha Vixion.

Karena itu, untuk mensiasati performa yang tinggi dengan semburan tenaga yang dikeluarkan oleh mesin Suzuki, pihak Suzuki pun mendesain radioator yang cukup besar untuk kelas 150. Hal ini dilakukan agar mesin lebih stabil dan tetap dingin.

Satu lagi kelebihan Suzuki Bandit 150 selain memiliki mesin yang bertenaga, motor ini juga irit bahan bakar. Efisiensi terjadi karena sudah dibenamkan sistem fuel injection (FI).

 

You might also like