Goodyear Ikut Seseruan 1st ISSOm 2019

Dukung Gairah Otomotif Anak Muda dengan Static X Bagged Car Meet-Up

Jakarta,Otomotif1.com – Acara tahunan balap mobil Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2019 yang diselenggarakan oleh Sentul Circuit pertama kali di tahun ini dimeriahkan dengan kehadiran mobil mobil Eropa modifikasi.

Didukung oleh pabrikan ban dunia Goodyear, acara yang digagas oleh Modificartion.com ini menarik pendaftaran sekitar 45 mobil perorangan maupun car clubs dengan nama Static X Bagged Car Meet-Up.

Kompetisi yang mengunggulkan ketrampilan pemilik kendaraan untuk mampu menurunkan ground clearance kendaraan baik menggunakan air suspension ataupun tidak ini menunjuk 18 kategori pemenang secara keseluruhan.

”Kehadiran Goodyear dalam rangkaian acara ISSOM 2019 ini selain mendukung semangat dunia olahraga otomotif, juga tentunya mengingatkan perihal safety first bagi seluruh peserta acara balap dan kompetisi ini. Karena bagaimanapun yang terpenting adalah keselamatan berkendara pengemudi, penumpang kendaraan dan pengguna jalan raya lainnya,” ujar Wicaksono Soebroto, Head of Communication Goodyear dalam siaran persnya yang diterima redaksi Otomotif1, Rabu (10/4)

Perihal keselamatan itu dijelaskan oleh Goodyear melalui Worry Free Progam yang mengajak anggota komunitas untuk memperhatikan kualitas dan kondisi ban yang digunakan dalam keseharian.

Program Worry Free memberikan jaminan penggantian ban Goodyear 12 bulan atau 20,000KM sejak pembelian secara gratis, bila ban rusak karena pemakaian atau kondisi jalan.

Acara kompetisi dan balap diwarnai dengan hujan deras yang mengguyur area Sentul sehingga sempat menghentikan perlombaan dan penjurian kontes.

“Seperti yang dilakukan oleh panitia lomba, semuanya bertujuan menjamin keselamatan pengemudi. Begitu juga kehadiran Goodyear dalam rangkaian acara 1st ISSOM 2019 kali ini adalah mengingatkan keselamatan. Baik dalam kompetisi, lomba atau keseharian, pastikan ban Anda selalu dalam kondisi prima. Merek Goodyear selalu berkonotasi dengan keselamatan,” pungkas Wicaksono Soebroto.

 

You might also like