Petisi Untuk Recall Honda PCX Lokal Semakin Memanjang

Otomotif1.com – Andreas Priyanto warga Kota Surabaya yang juga pemilik Honda PCX memuat petisi di situs change.org dengan tajuk ‘Recall Honda PCX Lokal’ yang dibuatnya pada 9 April 2019 lalu, mendapat dukungan petisi yang semakin memanjang. Sampai sore ini Sabtu (13/4) jumlah pendukung petisi ‘Recall Honda PCX Lokal’ sebanyak 1.417 pendukung.

Seperti dilansir dari motorplus-online dan otosia.com, Sabtu (13/4), tindakan yang dilakukan Andreas merupakan buntut atas kekecewaannya setelah mengalami 3 kali masalah pada Honda PCX miliknya.

Dalam postingannya tersebut, Andreas menuliskan bahwa motornya memiliki gejala gredek pada rpm rendah, tarikan gas berat dan kasar pada rpm rendah, serta motor mendadak mati.

Berikut adalah petisi Andreas Priyanto warga Surabaya yang diunggah pada situs change.org :

Banyak keluhan dari pengguna PCX Lokal 

  1. Gredek di rpm rendah
  2. Tarikan gas berat dan kasar di rpm rendah
  3. Motor mendadak mati 

 Ini pengalaman pribadi saya.                Kronologi.

Hari sabtu tanggal 06 April 2019 sekitar pukul 20:00 motor PCX saya tiba tiba mati, kunci kontak (knop) tidak bisa diputar ke posisi ON dari posisi OFF dan indikator lampu tidak menyala padahal indikator di remot berwarna hijau. Kemudian saya mencoba mencoba menekan tombol alarm dan tombol answer-back secara bergiliran, namun buzzer berbunyi pelan (dalam keadaan normal bunyinya keras).

Motor ini saya gunakan dari rumah untuk membeli nasi padang di dekat perumahan, motor saya matikan dengan cara memutar knop di posisi OFF dan saya tinggal sekitar 5-10 menit sambil menunggu pesanan saya selesai. Pada saat hendak kembali ke rumah saya memutar knop kearah ON namun tidak bisa, letak smart keyy ada di kantong celana saya.

Mengalami hal tersebut saya binggung harus berbuat apa dan langsung menghubungi kontak Honda Astra Care di Facebook serta di Instagram. Saya juga menghubungi kepala mekanik Honda Wing Simpang Dukuh Surabaya. Namun belum direspon karena sudah malam.

Saya pun berinisiatif memanggil jasa ojek online (Grab) dengan tujuan menderek motor kembali ke rumah, untung saja posisi stang motor tidak terkunci. Setelah ojek online datang dan saya menjelaskan bahwa motor saya tidak bisa hidup, kami langsung menderek Honda PCX saya dengan cara saya berpegangan pada behel belakang motor ojek online (sangat berbahaya pastinya, namun hanya cara ini yang memungkinkan). Karena jarak antara rumah makan dengan rumah saya -+3KM, saya hanya mendorong motor pada saat tanjakan saja. Alhasil lengan dan pergelangan tangan mati rasa. Sesampainya dirumah saya coba putar knop keposisi ON dan berhasil. Bila mogok dalam perjalanan jauh dan posisi setir terkunci pasti sangat merepotkan sekali.

Apakah layak motor baru tiba tiba tidak berfungsi? Apalagi produksi brand sekelas honda.

Sebelumnya pada pukul 09:00WIB pagi ini saya ngeclaim garansi di Ahass Simpang Dukuh surabaya perihal Gredek yang sering terjadi di Honda PCX. Garansi servis ini saya claim dari servis tanggal 31 Maret 2019.

Masalah yang hampir semua pengguna PCX lokal keluhkan. Setelah servis ditanggal 31 Maret 2019 memang gredeknya belum muncul, tetapi tarikan gas terasa lebih berat dari sebelumnya dan suaranya gas kasar serta konsumsi bahan bakar lebih boros dari sebelumnya.

Masalah Gredek sudah saya sampaikan kepada Honda Astra Care dan di beri respons positif, namun solusi yang diberikan pihak Ahass tidak menyelesaikan masalah. Saya harus bolak balik bengkel ahass dan mengantri sekitar 2 jam untuk mengclaim servis garansinya tetapi tetap saja motor bermasalah. Saya tidak bisa selalu ke bengkel ahaas karena bekerja.

Saya ingin pertanggungjawaban, terutama masalah PCX yang tiba tiba mati dari pihak PT Astra Honda Motor karena sangat merugikan saya sebagai konsumen. Serta merugikan banyak konsumen pengguna honda lainnya yang mengalami hal serupa.

Sontak atas postingannya tersebut langsung direspon netizen dengan menandatangi petisi tersebut. Total hingga Sabtu siang (13/4), petisi tersebut telah ditandatangi oleh 1.417 orang. Andreas dikabarkan belum mau menutup petisi tersebut sebelum masalah pada PCX-nya selesai.

Ketika Otomotif1 mencoba menghubungi pihak MPM selaku distributor motor Honda untuk wilayah Jawa Timur dan NTT, Sabtu (13/4) lewat whatapp jawaban yang diberikan oleh Corcom MPM Sebagai berikut :

Tanggapan dari Corcom MPM mengenai petisi konsumen PCX
” Kami melihat petisi ini bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat dan mengekspresikan diri setiap warga. Tanpa petisi pun, kami akan segera merespons setiap hal yg disampaikan konsumen melalui layanan contact center 24 jam kami. Tentu follow up penanganan masalah yg disampaikan lewat call center akan lebih efektif karena langsung diterima oleh tim yang kami siapkan untuk memberikan layanan terbaik bagi konsumen kami”

Demikian yang bisa kami sampaikan terima kasih

Namun demikian, menurut berita yang dilansir motorplus-online, pihak MPM sudah mengontak Andreas untuk membicarakan keluhan yang terjadi pada sepeda motornya. Dan pihak MPM juga meminta Andreas untuk menutup petisinya tersebut. Tapi, Andreas menolaknya karena masalahnya belum terselesaikan.

Lebih jauh Andreas menuturkan alasannya nekat membuat petisi tersebut, karena selama ini keluhan mengenai motornya pun tidak mendapat solusi yang memuaskan hingga dirinya membuat petisi recal Honda PCX lokal.

Petisi yang dibuat Andreas yang notabene adalah konsumen Honda motor, tentu saja akan berdampak bisa jadi pada penjualan. Semoga saja pihak AHM bisa merespon dengan bijaksana keluhan konsumen sehingga tidak lagi menimbulkan polemic berkepanjangan.