Dirkamsel Polri Terapkan Lima Manajemen Kepada Pemudik Agar Selamat Sampai Tujuan

Surabaya, Otomotif1.com – Mudik menjadi tradisi yang sudah sekian lama mengejala di setiap menyambut hari Lebaran. Kesibukan menjelang mudik semakin terasa ketika semakin mendekati hari Lebaran seperti pada mudik 2019 saat ini.

Kesiapan mudik tidak hanya pada pelaku mudik, tapi juga pemerintah dan aparat negara sudah menyiapkan segalanya dengan sedemikian rupa.

Salah satu kesiapan yang harus dipenuhi adalah persiapan infrastruktur dan aparat kepolisian yang bersiaga 24 jam pada jalur mudik, agar mudik menjadi aman, nyaman dan selamat sampai tujuan.

Seperti yang disampaikan Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri, Brigjen Chryshnanda Dwi Laksana, kepada media di Surabaya, Sabtu (1/6).

Penyebab terjadinya kecelakaan pada pemudik banyak factor yang melatarbelakanginya, salah satu penyebabnya adalah kendaraan yang dipacu pemudik melampaui batas.

“Kenapa bisa demikian, karena ketika melihat kondisi jalan lancar, hal ini mendorong pemudik untuk memacu kendaraannya yang melampaui batas maksimal. Ini yang tidak diwaspadai oleh pemudik,” ujar perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1989 ini.

Umumnya masyarakat kita sejauh ini masih banyak kurang sekali beretika dalam berlalu lintas bahkan tidak sedikit yang sangat tidak peduli terhadap keselamatan dirinya sendiri, apalagi terhadap keselamatan pengendara lain.

“Meski arus lalulintas sudah lancar, kita harus tetap waspada, harus tetap memperhatikan keselamatan. Perlu diingat, keselamatan itu yang pertama dan utama yang harus didahulukan,” tambahnya.

Lebih jauh Chryshnanda menjelaskan, pemerintah telah membangun infrastruktur tol Trans Jawa, yang membuat kelancaran mudik pada tahun ini sangat terbantu sekali. Perjalanan antar propinsi di Pulau Jawa menjadi semakin cepat dan singkat, mulai dari ujung barat sampai ujung timur.

Menyinggung beberapa kecelakaan yang terjadi di jalur tol Trans Jawa, menurut Chryhanda kecelakaan tersebut bukan lagi accident, sudah bisa dikatakan crash.

“Artinya, dari crash tersebut ada kecepatan yang menjadi factor utamanya. Nah, kecepatan inilah yang harud dikendalikan oleh para pengendara di jalan. Mudik dengan menggunakan jalur tol dengan jarak tempuh yang panjang, memerlukan pemahaman dan penyiapan fisik, selain kendaraan dan berbagai prediksi serta solusi. Hindari kelelahan di jalan, apalagi dengan berharap cepat sampai. Mudiklah dengan ceria, dengan gembira tetap taat dan patuh pada batas batas kecepatan,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai jalur mudik di Jawa Timur, Chryhnanda menjelaskan, sejauh ini jalur mudik untuk wilayah Jawa Timur sangat kondusif dan terpantau lancar.

“Korlantas dan jajarannya dalam menangani lalu lintas, dalam kondisi apapun ada lima manajemen yang perlu diperhatikan, antara lain manajemen kebutuhan, manajemen kapasitas, manajemen prioritas, manajemen kecepatan dan manajemen emergency. Kelima manajemen tersebut dapat diwujudkan dengan memelihara road safety atau berlalu lintas dengan aman, nyaman, selamat, tertib dan lancar” pungkas Chryshanda sebelum melanjutkan perjalanan menuju Malang..

You might also like