Caping, Mudik 2019 Otomotif1 Surabaya – Bandung

Otomotif1.com – Mudik sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Mobilisasi serentak dari kota ke desa, yang berlaku setahun sekali perlu menjadi catatan kita bersama, bukan hanya pemerintah selaku pelaksana tapi juga masyarakat sebagai pelakunya.

Meski angka pemudik turun sebanyak 10,7% pada tahun ini, macet dan kesemrawutan sepanjang jalur mudik menjadi hal biasa, tapi kita patut mengapresasi kerja pemerintah yang semakin baik dalam me-maintenance mudik dari tahun ke tahun, meski kemacetan berjam-jam tidak dapat dihindari.

Infrastruktur tol Trans Jawa yang dibangun dari ujung barat Pulau Jawa (Merak, Banten) dan berakhir di Probolinggo – Banyuwangi patut kita apresiasi.

Dari catatan redaksi Otomotif1, mudik justeru mulai terasa hingar bingarnya pada jarak menengah, yaitu dari Jakarta sampai Jawa Tengah dan sebaliknya. Sementara dari Jawa Timur, mudik melalui tol Trans Jawa cenderung lancar.

Kepadatan kendaraan pemudik justeru terasa ketika kendaraan yang digunakan mulai memasuki jalan tol Jawa Tengah. Kepadatan pemudik mulai mengisi rest area yang tersebar sepanjang tol Ngawi-Solo.

Sayangnya, tidak semua rest area memiliki lokasi parkir yang memadai untuk menampung kendaraan para pemudik. Belum lagi lokasi toilet yang terkadang disiapkan dengan kondisi apa adanya.

Bahkan, yang paling menyilaukan mata adalah sampah-sampah pemudik yang berserakan dan bertebaran di lokasi rest area. Jika kondisi siang hari, jangan heran jika sampah-sampah itu beterbangan disepanjang ruas jalan tol karena tersapu kendaraan yang lewat.

Dan beberapa lokasi rest area masih minim dengan lampu penerangan, ditambah dengan banyaknya kendaraan pemudik yang parkir mengisi bahu jalan tol untuk beristirahat, tentu saja ini sangat membahayakan.

Bahkan mudik 2019 kali ini mendapat perharian penuh bukan saja dari Polri, yang menerjunkan Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri, Brigjen Chryshnanda Dwi Laksana bersama rombongannya, yang turun langsung meninjau arus mudik dari Jakarta sampai ujung timur Pulau Jawa.

Diberlakukannya arus satu arah (contraflow) terpanjang di Indonesia dari Jateng hingga Cikampek (Jabar), tidak juga mampu mengurai kepadatan arus mudik maupun arus balik. Hal ini disebabkan, masih minimnya kesadaran pemudik dalam berkendara, yang memotong jalan untuk pindah jalur dan beristirahat di bahu jalan di lokasi rest area.

Mudik memang menjadi perlehatan akbar, bukan saja bagi pemerintah. Tapi juga bagi semua rakyat Indonesia. Dibutuhkan pendewasaan sikap dalam berkendara bagi para pemudik agar mudik bisa menjadi sesuatu yang berkesan bagi kita semua.

Sampai jumpa pada Mudik 2020, Minal Aidin Wal fa idin.

You might also like