Cara Kerja dan Manfaat Kontrol Traksi (Traction Control)  

Otomotif1.com – Jika mobil yang Anda kendarai dibuat dalam dekade terakhir ini, hampir pasti memiliki semacam sistem kontrol traksi. Apa itu kontrol traksi (tracktion control), dan bagaimana cara kerjanya, bagaimana Anda harus menggunakannya? Yuk simak di sini.

Dalam istilah yang paling sederhana, kontrol traksi adalah fitur perangkat elektronik yang menghentikan atau membatasi selip pada roda. Jika kita melihat adegan kejar-kejaran kendaraan diacara film di televisi, bisa jadi hal tersebut menarik. Tapi, pertunjukan ‘akrobat’ tersebut bukan sesuatu yang anda inginkan apalagi dialami pada kehidupan nyata.

Tanpa keahlian khusus, perputaran roda tidak mudah dikontrol dan dapat menyebabkan kehilangan kendali, terutama dalam kondisi jalan licin, yang membuat roda berputar liar pada tikungan.

Di Inggris sendiri sistem ini sudah dikenal sejak 40 tahun lalu, sementara di Indonesia sistem keselamatan ini belum cukup lama dikenal. Nah, untuk mencegah hal tersebut, sejumlah pabrikan kendaraan di era modern ini umumnya sudah memasang kontol traksi (traction control) pada sistem keamanan kendaraan.

Apa fungsinya dan bagaimana cara kerjanya?

Kontrol traksi bekerja dengan menggunakan sensor roda (yang sama yang mendeteksi roda terkunci untuk sistem pengereman anti-kunci ABS) untuk mengidentifikasi ketika roda berputar lebih signifikan daripada roda yang digerakkan lainnya.

Sistem kontrol elektronik mobil kemudian akan mengambil tindakan untuk menghentikan putaran roda; cara kerjanya tergantung pada seberapa canggih dan modern sistem kontrol traksi mobil.

Pertama, komputer yang terpasang di mobil akan memangkas tenaga mesin sedikit, yang mungkin membuatnya terasa seperti ada yang macet. Ini memiliki efek yang sama seperti pengemudi melepaskan kaki dari pedal gas, tetapi elektronik dapat bereaksi jauh lebih cepat daripada pengemudi terbaik,  itulah sebabnya kontrol traksi dilarang dari Formula 1.

Kontrol traksi ini akan bekerja jika sensor mendeteksi adanya satu atau lebih roda yang berputar lebih cepat, dan sistem kontrol traksi akan mengirimkan perintah untuk mengaktifkan rem sehingga roda yang berputar cepat akan segera melambat dan memiliki putaran yang sama dengan roda lain.

Manfaat dari adanya kontrol traksi ini bisa dilihat dari mobil yang sedang berhenti di tanjakan dan roda belakang di sebelah kiri atau kanan terdapat tanah dan saat akan kembali berjalan, mobil jadi tidak bisa berjalan karena roda bagian belakang terjebak licin dan malah berputar lebih cepat dari lainnya, lalu roda yang di aspal tidak bisa berputar karena beban.

Apa yang harus saya lakukan jika saya melihat lampu peringatan kontrol traksi?

Sistem kontrol traksi modern akan bekerja sangat cepat dan mulus sehingga Anda bahkan tidak akan menyadarinya, kecuali lampu peringatan yang berkedip pada panel instrumen dan hilangnya daya sesaat.

Kecuali jika Anda mengemudi sangat cepat dan bersikap keras dengan kontrol, aktivasi kontrol traksi adalah peringatan bahwa jalannya licin, jadi Anda harus lebih berhati-hati. Bisa jadi karena salju dan es, minyak di jalan, atau permukaan yang longgar. Tapi, jika lampu ESP pada kendaraan Anda sering berkedip ketika jalanan basah atau kering, itu bisa jadi tanda bahwa ban Anda sudah selayaknya perlu diganti.

Namun jika lampu peringatan tetap menyala secara permanen, itu berarti ada sesuatu yang rusak atau sistem bingung dengan data yang diterima dari roda.

Jika kontrol traksi sangat baik, mengapa ada saklar untuk mematikannya?

Ada beberapa situasi di mana kontrol traksi mungkin tidak diinginkan, seperti ketika Anda terjebak di salju atau lumpur. Jika semua roda yang digerakan kehilangan pegangan dan berputar. Dalam situasi ini, mungkin lebih baik untuk mematikan kontrol traksi dan membiarkan roda berputar dan menggunakan feling Anda.

Memang tidak semua mobil memiliki sakelar, pada mobil yang lebih baru, opsi untuk mematikannya mungkin disembunyikan di menu di layar atau membentuk bagian dari mode ‘race‘ khusus.

You might also like