Wuling Almaz dan Honda ADV 150 Terpilih Sebagai Kendaraan Terbaik 2019 Versi Forum Wartawan Otomotif

Jakarta, Otomotif1.com – Dari ajang tahunan Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot), pada tahun 2019 ini menobatkan Wuling Almaz sebagai mobil terbaik 2019 versi Forwot lewat ajang Forwor Car of The Year (FCY) 2019 dan menobatkan Honda ADV 150 sebagai Forwot Motorcycle of the Year (FMY) 2019.

Wuling Almaz terpilih sebagai FORWOT Car of the Year (FCY) 2019 setelah mengalahkan 4 finalis lain DFSK Glory 560, Honda Brio, Mazda 3, dan Suzuki Jimny.  Sementara Honda ADV 150 sukses terpilih sebagai Forwot Motorcycle of The Year 2019 setelah menyingkirkan empat motor dari lima motor yang lolos ke tahap penilaian akhir, yakni Yamaha MT-15, Suzuki GSX 150 Bandit, Yamaha FreeGo, Kawasaki Ninja 250.

Pada tahun ini jumlah mobil yang turun diajang FCY 2019 mencapai 36 mobil baru. Mobil-mobil tersebut adalah yang diluncurkan dan sudah dijual di Indonesia dalam periode Agustus 2018 sampai Juli 2019.

“Jumlah itu lebih banyak dibandingkan 2018 yang hanya 23 mobil baru, dan 2017 hanya 32 mobil baru. Ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi pasar potensial kendaraan roda-empat,” ujar Ketua Umum Forwot, Indra Prabowo.

Hadirnya dua brand asal Tiongkok seperti Wuling Motors dan DFSK yang meramaikan pasar otomotif di Tanah Air terus menjadi perhatian. Hadirnya kedua merek tersebut juga tak sekadar menjajakan produkproduknya di pasar domestik, namun mereka juga mengekspor.

FCY 2019 memilih Wuling Almaz sebagai pemenangnya, karena mobil berjenis Sport Utility Vehicle itu meraih penilaian tertinggi, yakni 159 poin. Posisi kedua ditempati Suzuki Jimny dengan 140 poin, DFSK Glory 560 mendapatkan 92 poin, Honda Brio 89 poin dan Mazda 3 80 poin.

“Terpilihnya Wuling Almaz sebagai Forwot Car of The Year 2019 menjadi bukti dari kuatnya komitmen merek pendatang baru dalam menghadirkan kendaraan-kendaraan yang sesuai untuk kebutuhan konsumen di Indonesia,” tutur Indra.

Penjurian tersebut dilakukan oleh 21 jurnalis dari berbagai media yang merupakan anggota Forwot, tentu mereka memiliki kompetensi serta jam terbang tinggi. Tercatat ada 10 faktor utama yang menjadi penilaian penting di Forwot Car of the Year 2019.

Setiap juri memiliki 25 poin untuk memberi penilaian yang meliputi desain, kenyamanan, keamanan, nilai ekonomis, handling, performa, fungsional, keramahan lingkungan, pengalaman berkendara, dan harga yang tak kalah penting.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, penilain tersebut dilakukan secara online yang mengacu pada Car of The Year Commite atau www.caroftheyear.org. Proses penilaian tersebut digunakan untuk pemilihan mobil terbaik di Eropa, namun sudah disesuaikan dengan pasar Indonesia.

Ketua Juri Forwot Car of The Year 2019 Jeffry Yanto Sudibyo, menjelaskan Wuling Almaz menjadi mobil bermerek asal Tiongkok pertama yang menjadi pemenang di Forwot Car of The Year. Selain itu Wuling menjadi brand kedua non-Jepang yang menggondol gelar Mobil Terbaik versi FORWOT.

“Sebelumnya mobil asal Korea Selatan, Kia Carens menyandang Car of the Year di 2013. Soal Almaz bisa terpilih jadi FCY 2019 karena menurut penilaian para juri sudah memenuhi kebutuhan konsumen dengan fitur terlengkap di kelasnya, namun dengan harga jual yang terjangkau. WIND menjadi salah satu sorotan para juri,” kata Jeffry.

Sementra itu di kelas roda dua, penghargaan motor terbaik yang diselenggarakan Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) merupakan agenda tahunan dan sebagai apresiasi kepada para produsen sepedamotor yang tergabung di dalam Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

FMY juga memberikan informasi dan referensi terkait motor-motor terbaik di Tanah Air dalam satu tahun terakhir. Karena di tahap pertama penjurian, kendaraan-kendaraan roda-dua yang masuk nominasi adalah produk terbaru yang sudah terjun ke pasar dalam periode September 2018 sampai Agustus 2019.

Di tahap awal terdapat 15 motor terbaru yang diluncurkan oleh masing-masing agen pemegang merek dalam periode tersebut. Jenisnya cukup banyak mulai dari naked bike, sport bike, sampai Skutik (skuuter otomatis) dan proses pemilihan pertama itu dilakukan oleh 83 juri dari berbagai media berbeda.

Kemudian terpilih 5 motor yang lolos ke tahap penilaian akhir, yakni Honda ADV 150, Yamaha MT-15, Suzuki GSX 150 Bandit, Yamaha FreeGo, Kawasaki Ninja 250. Kelima motor tersebut kembali dinilai oleh dewan juri yang sudah diseleksi Forwot berdasarkan pengalamannya.

Jumlah juri yang melakukan penilaian terdiri dari 21 jurnalis, dan masing-masing juri megantongi 25 poin untuk melakukan penilaian kelima motor tersebut. Berbagai macam aspek penilaian menjadi dasar utama Honda ADV 150 bisa dinobatkan sebagai Motorcyle of The Year 2019.

Skutik bermesin 150cc tersebut meraih penilaian tertinggi dengan jumlah 144 poin. Sementara posisi kedua ditempati oleh Yamaha MT-15 dengan catatan 105 poin, Suzuki GSX150 Bandit 93 poin, Yamaha FreeGo 93 poin, dan Kawasaki Ninja 250 meraih 90 poin.

Penilaian yang diberikan kepada kelima finalis itu tentunya berdasarkan pengalaman dewan juri yang fokus pada sejumlah aspek yang meliputi desain, kenyamanan, keamanan, nilai eknomis, handling, performa, fungsional, keramahan lingkungan, pengalaman beerkendara dan harga.

Menurut penuturan Ketua Dewan Juri Forwot Motorcycle of the Year 2019 Jeffry Yanto Sudibyo mengatakan, Honda berhasil mempertahankan produk-produknya selama dua tahun beruntun pada FMY.

“Pada 2018 Honda PCX Hybrid dan tahun ini Honda ADV 150. Menurut penilaian para juri, Skutik yang mengusung gaya petualang itu cukup menyita perhatian dengan desainnya yang gagah, dan fitur-fitur ditawarkan sesuai kebutuhan masyarakat zaman sekarang,” ujarnya.

Selama 10 hari hadir di pameran GIIAS 2019 antusias masyrakat terhadap ADV 150 sangat tinggi, dan nama ADV 150 pun menjadi trending topik di jagad maya. Jumlah angka pemesanannya selama pameran itu pun mencapai ratusan unit per-hari.

Sementara itu, terkait dengan penilaian terhadap ajang FMY 2019 ini, Ketua Umum Forwot Indra Prabowo menjelaskan, dengan kemenangan Honda ADV 150 ini harapannya menjadi pemicu agen pemegang merek motor lainnya untuk terus melahirkan motor-motor yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia. Karena setiap tahun, selera atau trend motor terus berubah mengikuti zaman.

“Tahun ini jumlah motor yang berhasil dijaring oleh Forwot Motorcycle of the Year menurun 50 persen karena hanya 15 motor baru. Di 2018 jumlah motor baru yang masuk nominasi adalah 30 model berarti ada penurunan. Biasanya agen pemegang merek menahan untuk merilis produk-produk barunya karena dipengaruhi dengan kondisi ekonomi dan situasi politik karena ujung-ujung berdampak pada pembelian konsumen,” tutup Indra.

You might also like