Mulai Tuai Polemik, Pebparindo Tanggapi Restrukrisasi Kredit Para Anggotanya

Jakarta, Otomotif1.com – Pandemik Virus Corona, tampaknya sudah mulai membuat efek domino di beberapa sektor usaha yang merupakan dampak dari kebijakan dan himbauan untuk berdiam diri tetap dirumah. Tindakan isolasi diri ini adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

Namun, kebijakan dan himbauan ini ternyata cukup membawa dampak yang memprihatinkan bagi pelaku usaha, diantaranya seperti yang dialami oleh para pengusaha bus pariwisata dan rental mobil karena mengakibatkan minimnya pemasukan akibat sepinya pesanan layanan jasa transportasi dan penyewaan kendaraan.

Sebagaimana dikutip dari laman berita otomotif Media Indonesia.com, disampaikan oleh Januar Gardoe, Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Bus Pariwisata dan Rental Indonesia (Pebparindo), di Kantor Asosiasi Pebparindo, Jakarta Timur, Rabu (1/4) siang.

Mewakili ribuan anggota yang dinaunginya, Januar menjelaskan, Pebparindo mencoba menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo untuk merestrukturisasi kredit kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak wabah korona selama satu tahun.

Lebih lanjut Januar mengatakan, berkenaan dengan hal tersebut Pebparindo berharap adanya sinergi yang baik antara pemerintah dan perbankan, non-bank, OJK, serta Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) agar segera dapat mengimplementasikan secara serentak dan berkesinambungan dalam skala nasional.

“Kiranya bisa segera dikeluarkan produk hukum yang jelas, terkait restrukturisasi kredit tadi. Agar tidak menimbulkan salah paham, antara debitur dan kreditur, yang belakangan ini mulai terjadi. Yang mana mulai mengarah pada terciptanya kerumunan, dan berisiko pada kericuhan, antara debitur dan kreditur di lapangan. Terutama di kantor-kantor perusahaan pembiayaan yang ada,” pungkas Januar.

Menurutnya, Pebparindo berharap pembayaran kredit kendaraan para anggotanya dapat ditangguhkan oleh pihak perusahaan pembiayaan yang terkait, paling tidak selama satu tahun sesuai arahan Presiden.
“Kami menyadari kondisi sulit seperti saat ini, semua pihak mengalami hal yang sama. Jadi butuh saling koordinasi, agar tidak terjadi pergesakan di lapangan,” lanjut Januar.

Arif My Garasi, perwakilan dari komunitas Buser Rentcar Nasional (BRN), yang tergabung dalam Pebparindo dan membawahi sekitar 1.200 pengusaha bus dan rental mobil di Indonesia, mengatakan hal senada, BRN akan terus mengawal dan menindaklanjuti apa yang disampaikan pemerintah mengenai relaksasi (kelonggaran) untuk para pengusaha rental mobil.

“Besar harapan kami implementasinya dapat segera terwujud, sehingga kami para pengusaha rental mobil dapat mensosialisasikannya dari tingkat nasional, hingga ke daerah-daerah di mana anggota kami berada,” tukasnya.

Sementara itu pernyataan sikap pun telah dibuat oleh komunitas Rent Car Indonesia (RCI), yang juga merupakan bagian dari Pebparindo yang saat ini telah memiliki ribuan anggota. Yang mendukung dan menyikapi beragam kebijakan yang dikeluarkan perusahaan pembiayaan mengenai penangguhan kredit terkait pandemi Covid-19.

“Kami imbau kepada seluruh pengurus daerah dan wilayah di Indonesia untuk melaporkan perkembangan proses permohonan penangguhan kredit dari para anggotanya kepada pengurus pusat. Terlebih, bila ada cabang perusahaan pembiayaan di daerah yang kebijakannya tidak dapat membantu meringankan penangguhan kredit anggota RCI,” tukas Raihan, Ketua Koordinator Wilayah RCI Jabodetabek.

RCI pusat akan mengeluarkan kebijakan yang bersifat seruan kepada para anggota di mana pun berada agar tidak lagi melakukan kredit kendaraan kepada perusahaan pembiayaan tersebut, yang mana kebijakannya mempersulit anggota RCI, ujar Raihan menambahkan.

Bahkan, RCI juga akan mengajak perkumpulan lain, terutama yang bernaung di bawah Pebparindo untuk bersama-sama tidak melakukan kredit kendaraan di perusahaan pembiayaan, yang kebijakannya mempersulit para pengusaha transportasi itu.

“Sebaliknya, kami akan memberikan apresiasi, dan akan terus menjalin kerja sama, bahkan merekomendasikan kepada seluruh anggota, untuk melakukan kredit kendaraan dengan lembaga pembiayaan yang kebijakannya banyak membantu pengusaha transportasi di Indonesia,” tutup Raihan.(*)

Reporter-SonnyWibz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here