6 Tips Hadapi Risiko Finansial Akibat Banjir bagi Pemilik Mobil

Otomotif1.com – Risiko finansial karena mobil terendam banjir tentu sangat tinggi, terutama di musim penghujan yang rentan memicu bencana. Musibah yang satu ini jelas bisa menimbulkan kerusakan mesin, kelistrikan, hingga penumpukkan kotoran yang sangat mengganggu, dan terjadinya korosi di eksterior maupun interior.

Biaya perbaikan mobil yang terendam banjir juga tidak murah. Apabila menyebabkan kerusakan di unit kontrol mesin (ECU), dan mengharuskan Anda membeli ECU baru, maka tidak menutup kemungkinan Anda merogoh kocek di atas Rp 5 juta atau bahkan puluhan juta Rupiah, tergantung jenis mobilnya.

Lantas seperti apakah tips yang bisa dilakukan pemilik mobil untuk menghadapi risiko finansial akibat banjir? Berikut ulasannya dari Lifepal.co.id.

Kurangi mobilitas Anda di musim hujan ini

Selain bisa meminimalisir dampak penyebaran virus COVID-19, mengurangi aktivitas di luar rumah juga akan mengurangi risiko mobil Anda terendam banjir.

Jika kegiatan bekerja di kantor atau meeting bisa dilakukan dengan cara virtual, maka manfaatkanlah teknologi yang ada. Gunakan aplikasi-aplikasi yang bisa menunjang produktivitas Anda dalam bekerja.

Mengurangi mobilitas juga tentunya bisa menghemat pengeluaran Anda untuk membeli bahan bakar mobil.

Bila harus bepergian, jangan sembarangan terjang banjir

Sejatinya, mobil masih bisa menerjang genangan air yang tinggi di permukaan jalan, asalkan tinggi genangan maksimal ½ ban mobil. Namun hal itu tentu cukup berisiko untuk dilakukan.

Pastikan saja, Anda “bukanlah” yang pertama dalam melintasi rute tersebut. Dengan cara ini Anda bisa memastikan jalanan masih bisa dilewati.

Jika Anda cukup percaya diri melewati genangan tinggi itu, gunakanlah kecepatan yang stabil (tidak kencang) agar tidak memunculkan gelombang air besar yang berisiko masuk ke kap mesin atau mengganggu warga sekitar.

Apabila Anda kurang yakin untuk menerjang banjir di depan mata Anda, segera putar balik. Cari rute alternatif yang lebih aman, meskipun rute tersebut tengah dilanda kemacetan.

Manfaatkan dongkrak bila rumah selalu terendam banjir

Mengurangi mobilitas mungkin bisa menjadi solusi menghindari banjir, namun apa jadinya jika kita sebagai pemilik mobil tinggal di wilayah langganan banjir? Mau tidak mau, suka tidak suka, mobil kita pun akan berpotensi terendam banjir.

Untuk memitigasi hal ini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Yang pertama adalah memarkir mobil Anda ke wilayah rumah yang lebih tinggi. Namun, bila tidak tersedia tempat yang lebih tinggi di rumah Anda, gunakan dongkrak agar posisi mobil Anda tidak terendam terlalu parah.

Pindahkan mobil ke tempat yang lebih tinggi

Lantas bagaimana jika banjir yang menerjang kediaman kita terlampau tinggi hingga mencapai kap mobil? Dongkrak tentu tidak akan membantu.

Oleh karena itu, pindahkan mobil Anda ke wilayah yang tidak rawan banjir di musim hujan ke wilayah dekat rumah, yang tidak terkena banjir.

Koordinasikan pemindahan mobil Anda dengan warga sekitar. Pastikan wilayah yang Anda gunakan untuk parkir mobil bukan jalanan sempit di komplek perumahan warga. Parkir di jalanan komplek perumahan yang sempit justru akan mengganggu warga sekitar.

Pilihlah tanah lapang yang memang disediakan oleh warga setempat sebagai tempat parkir darurat.

Lakukan perluasan untuk asuransi mobil Anda

Pastikan mobil Anda sudah terlindungi dengan asuransi mobil terlebih dulu, baik all risk atau comprehensive maupun total loss only (TLO). Namun ketahui pula bahwa manfaat perlindungan musibah banjir penting untuk dimiliki bagi mereka yang tinggal atau beraktivitas di wilayah rawan banjir.

Untuk memperluas jaminan asuransi mobil tentu bukan hal yang rumit. Anda hanya perlu menghubungi pihak asuransi untuk pengajuan perluasan jaminan tersebut.

Mengingat banjir memunculkan risiko finansial yang bisa mengganggu kesehatan keuangan Anda, maka milikilah asuransi mobil dengan perluasan jaminan bencana alam yaitu banjir.

Beberapa produk asuransi juga bahkan bisa memberikan fasilitas mobil derek atau towing car, emergency road assistance, hingga ambulan.

Tidak perlu memodifikasi mobil agar terkesan anti-banjir

Memodifikasi mobil dengan cara meninggikan kaki-kaki agar ground clearance menjadi lebih tinggi, dan mengganti ban standar dengan ban offroad justru bisa menimbulkan risiko baru. Terutama jika hal itu dilakukan secara asal-asalan.

Selain akan mengorbankan kenyamanan mobil, tindakan ini juga tentunya sangat menguras biaya. Belum lagi ada kemungkinan besar asuransi mobil yang Anda gunakan gugur, Anda pun tidak akan bisa mendapat manfaat proteksi dari asuransi.

Merujuk pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Pasal 8 tentang Perubahan Risiko, disebutkan bahwa “Tertanggung wajib memberitahukan kepada Penanggung setiap keadaan yang memperbesar risiko yang dijamin Polis, selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender apabila terjadi perubahan pada bagian dan/atau penggunaan Kendaraan Bermotor.”

Oleh karena itu, jikalau Anda berniat melakukan modifikasi, konsultasikanlah terlebih dulu dengan pihak asuransi.

Itulah hal-hal yang harus diketahui oleh pemilik mobil guna menghadapi risiko banjir. Pada intinya, terdapat dua cara besar untuk menghadapi risiko ini, pertama adalah dengan menghindari banjir itu sendiri dan yang kedua yaitu dengan mentransfer risiko finansial tersebut ke perusahaan asuransi.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here