Ciri dan Penyebab Mobil Overheating

Overheating adalah kondisi mesin mobil yang mencapai temperatur cukup tinggi, sehingga menyebabkan suatu masalah.  Misalnya saja mobil yang mati secara tiba-tiba. Overheating ini dapat terjadi ketika sebuah mobil melakukan perjalanan yang cukup jauh, sehingga menyebabkan mobil panas dan mati mendadak.

Sebagian besar orang mungkin menganggap kondisi ini hal yang biasa saja, namun jika dibiarkan terus menerus tentu berakibat fatal pada mesin kendaraan. Untuk itu, tentunya anda harus memahami ciri-ciri mobil overheating dan penyebabnya. Simak penjelasan berikut ini!

Ciri Ciri Mobil Overheating

  • Saat mobil sedang dikendarai, akan terjadi ngelitik berkepanjangan terutama ketika melakukan perjalanan yang cukup jauh.
  • Tenaga mesin mobil menjadi berkurang ketika suhu mesin mobil sudah sangat panas.
  • Temperatur pada gauge menunjukkan jika suhu lebih tinggi dibandingkan dengan standar bahkan dapat mencapai garis merah.
  • Saat terjadi overheating, maka AC tiba-tiba dapat menjadi panas. Pada sebagian kendaraan yang dilengkapi dengan sistem safety load akan mengindikasikan ketika mesin mengalami overheating maka secara otomatis beban mesin kendaraan akan diputus ECU sehingga mesin dapat bekerja tanpa beban khususnya pada sistem pendingin.
  • Jika kondisi sudah parah, maka bisa jadi oli dapat bercampur dengan air sehingga membuat oli mobil berwarna kecoklatan. Ini artinya air masuk ke dalam ruang oli dikarenakan kebengkokan pada silinder head ataupun block silinder.
  • Terjadinya penurunan peforma pada mesin kendaraan. Meskipun bukan ciri-ciri utama namun patut dicurigai sebagai tanda jika mesin mobil mengalami overheating.

Penyebab Mobil Overhating

Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab kondisi mobil menjadi overheating, antara lain adalah:

  1. Radiator dan Selang Yang Tersumbat

Salah satu penyebab overheating pada mobil adalah kondisi pada radiator dan selang radiator yang mengalami kebocoran. Untuk itu selalu pastikan jika kondisi radiator dan selang dalam kondisi baik serta tidak tersumbat.

Jika radiator mobil mengalami kerusakan yang membuat mesin kendaraan cepat panas, akan lebih baik untuk membawa kendaraan anda ke spesialis radiator untuk menangani kerusakan yang terjadi pada komponen radiator mobil anda. Jika kerusakan yang terjadi cukup parah, maka akan lebih baik melakukan penggantian pada radiator mobil sehingga mencegah terjadi overheating kembali.

  1. Penggunaan Cairan Air Radiator Yang Tidak Tepat

Bila anda menggunakan air biasa atau air sumur sebagai cairan radiator maka tentu saja menyebabkan kondisi air radiator menjadi kotor. Hal ini dikarenakan ada banyak kandungan logam, mineral, dan unsur lainnya yang dapat menimbulkan kerak pada komponen radiator. Sehingga sebaiknya gunakan cairan yang memang khusus untuk radiator serta lakukan penggantian air radiator secara rutin lima minggu sekali.

Namun jika sebelumnya anda terbiasa menggunakan air biasa sebagai cairan radiator dan ingin mengganti ke cairan coolant, maka sebelumnya ada yang perlu anda perhatikan. Kerak yang berasal dari air biasa akan rontok jika langsung terkena cairan coolant. Sehingga membuat kerja radiator menjadi tidak maksimal. Sehingga akan lebih baik untuk membersihkan radiator terlebih dahulu sebelum mengganti ke cairan khsuus radiator.

  1. Menggunakan Oli Yang Tidak Berkualitas

Penggunaan oli berkualitas rendah tentu saja dapat menyebabkan mobil dapat overheating dan mati secara mendadak. Hal ini dikarenakan oli yang dipakai tidak memiliki kemampuan dalam menahan panas berlebih.

Karena tidak mampu menahan panas ini lah yang akhirnya membuat volume oli berkurang sehingga kinerja mobil tidak dapat maksimal. Untuk itu lakukan gunakan oli yang berkualitas serta sesuai dengan mesin mobil anda. Jangan lupa untuk mengecek secara rutin sehingga tidak terjadi kebocoran oli.

  1. Trouble Pada Kipas

Kipas radiator yang tidak bekerja secara maksimal tentu saja bisa menyebabkan kondisi mobil yang overheating. Kinerja kipas yang kurang baik akan menyebabkan sensor switching tidak bisa membaca tindakan yang terjadi.

Misalnya saja jika semestinya switching dapat menerima sensor untuk menyalakan kipas pendingin, namun saat kondisi sensor rusak maka kipas pendingin tersebut tidak berputar seperti normalnya. Untuk itu akan lebih baik jika melakukan pemeriksaan rutin pada kipas radiator mobil anda serta bersihkan dengan rutin dari segala kotoran, debu, serta lainnya yang dapat menganggu kinerja kipas.

  1. Thermostat Rusak

Jika kondisi thermostat mengalami kerusakan, tentu saja hal ini menyebabkan kinerjanya tidak maksimal serta tidak dapat mengukut suhu dengan benar. Untuk itu sebaiknya lakukan pengecekan dengan rutin agar mengetahui kondisi dari thermostat kendaraan anda agar tetap baik-baik saja.

  1. Penggunaan Bahan Bakar Yang Tidak Sesuai

Penggunaan bahan bakar yang tidak tepat juga akan menyebabkan mobil menjadi cepat panas. Hal ini dikarenakan kadar oktan dari bahan bakar yang memang tidak sesuai dengan spesifikasi mobil yang anda gunakan sehingga menyebabkan mobil knocking. Sehingga untuk mengatasinya tentu saja anda perlu menggunakan Bahan Bakar yang memang sesuai dengan spesifikasi pada mobil anda.

  1. Kerusakan Pompa Air (Water Pump)

Pompa air atau water pump merupakan komponen yang berfungsi memompa air yang ada di dalam mesin sehingga terjadi sirkulasi secara terus menerus. Kerusakan yang terjadi pada water pump tentu saja dapat menyebabkan terjadinya kebocoran yang nantinya dapat menyebabkan mesin mobil mengalami overheating. Untuk itu perlu dilakukan upaya perbaikan sehingga menyebabkan kondisi overheating tidak lagi terjadi pada mobil anda.