Angkat UKM Eks Lokalisasi Dolly, ITS Ciptakan Mesin Semi Otomotis Pelorod Malam

 

Surabaya, Otomotif1.com – Untuk lebih membantu mempercepat produksi batik tulis pada Usaha Kecil Menengah (UKM) di kawasan eks lokalisasi Dolly, Surabaya, Departemen Teknik Mesin Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim menciptakan sebuah mesin pelorod batik yang diberi nama Pakis (Pelorod Batik Semi Otomatis).

Lewat Program Kreativitas Mahasiswa bidang Teknologi (PKM-T), tim yang terdiri dari Sandi Putra Rachmadi, Laraz Bidari, Duviky Erison dan Hilda Dwi Anggraini menciptakan mesin tersebut didasari atas hasil produksi batik tulis UKM Jarak Arum yang diketuai oleh Fitria Anggraeni Lestari.

Produktivitas batik tulis yang dihasilkan UKM tersebut masih memang masih rendah, yaitu 20 kain per bulan dengan penghasilan sebulan Rp 5 juta. Melihat kebutuhan tersebut, ITS berhasil meciptakan mesin yang dapat meningkatkan produksi setiap bulannya.

Mesin Pelorod Malam Batik Tulis PAKIS di lokasi UKM Jarak Arum

 

“Hal inilah yang menjadi keinginan kami untuk menciptakan sebuah alat yang dapat meningkatkan produktivitas batik tulis di UKM tersebut,” ungkap Sandi, Ketua Tim ITS, kepada Otomotif1, Senin (16/7).

Lebih jauh Sandi menjelaskan, hasil produksi yang masih rendah tersebut disebabkan oleh proses pembuatan batik yang sebagian besar masih menggunakan cara tradisional, khususnya pada proses pelunturan malam kain atau yang biasa disebut proses pelorodan.

“Cara tradisional yang dipakai dalam proses pelorodan malam pada UKM ini yakni dengan merebus kain satu per satu yang telah dipola dan dikunci dengan malam ke dalam air mendidih yang telah diberi soda abu di dalam kuali. Kemudian diaduk dan diangkat menggunakan kayu beberapa saat, lalu dicelupkan kembali ke dalam kuali,” jelasnya lagi.

“Selanjutnya menuju proses pengangkatan dan pencelupan kain dilakukan berulang-ulang sampai malam luntur, lalu diangkat kembali menggunakan kayu. Setelah diangkat, kain tersebut diperiksa apabila masih ada malam yang menempel. Bila masih ada, maka dilakukan proses pengerikan malam menggunakan pisau tumpul,” papar Sandi.

Menurut Sandi, hal itu sangat tidak efisien ditinjau dari segi waktu pada proses pelorodan yang membutuhkan waktu tujuh menit setiap kainnya. “Di samping itu, sisi keselamatan pekerja dari bahaya percikan air panas saat proses pelorodan malam juga perlu dipertimbangkan,” ujar mahasiswa angkatan 2015 tersebut.

Oleh karena itu, Sandi bersama tim berinisiatif membuat Pakis yang dapat mempermudah proses pelorodan malam pada pembuatan kain batik tulis tersebut. Mesin ini dapat memproses maksimal empat kain batik sekaligus dalam sekali kerja. “Ini akan lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan cara tradisional,” ungkapnya.

Dikatakan Sandi, mesin pelorod semi otomatis ini juga dilengkapi dengan water heater. Komponen utama mesin pelorod malam kain batik ini adalah motor listrik, gearbox, belt dan pulley, palang penumpu, dan bak penampung air panas.

Lebih lanjut, Sandi memaparkan, prinsip kerja mesin tersebut dengan merebus kain batik ke dalam kuali dan memutar dengan putaran searah dan berlawanan arah jarum jam menggunakan motor listrik, seperti prinsip kerja pada mesin cuci. Kemudian kain dapat diangkat dengan menggunakan tuas untuk mengetahui hasil dari pelorodan.

Selain itu, mesin ini juga sudah dilengkapi timer yang nantinya mesin dapat mati sendiri ketika proses pelorodan sudah selesai. “Hal ini dapat meningkatkan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja, red) bagi para pekerja saat proses produksi, dan kami harapkan hal ini dapat meningkatkan hasil produksi UKM tersebut,” tutupnya.

Mesin yang diproduksi dengan menelan biaya sebesar Rp 8 juta tersebut, kini sudah dihibahkan dan digunakan oleh UKM Jarak Arum di kawasan eks lokalisasi Dolly untuk produksi kain batik tulis mereka. Sandi dan rekan-rekannya berharap dengan terobosan yang mereka lakukan ini dapat membantu UKM tersebut, sehingga hasil penjualan batik tulis mereka kian meningkat untuk ke depannya.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here