Bank Permata Surabaya ‘Gantung’ Pengembalian SHM 328 Milik Royce Muljanto Pemilik Dealer Toyota Invicta

Surabaya, Otomotif1.com – Sejak kehadiran Royce Muljanto yang didampingi oleh pengacaranya untuk memenuhi panggilan tertulis dari Bank Permata pada 15 November 2018 lalu, penyerahan SHM atas nama Royce Muljanto harus kembali mentah dan menemui jalan buntu.

Padahal merujuk pada surat pemanggilan dari Bank Permata No 498/SK/COMM JEI/WB/7/2018, pada alinea kelima jelas tertulis,”SHM atas nama Royce Muljanto tersebut bisa dikembalikan kepada pihak Royce Muljanto sebagai pihak penjamin, meskipun tanda kehadiran dari pihak Like Motor, dalam hal ini selaku debitur”.

Surat pengambilan jaminan dari Bank Permata Tunjungan Surabaya.

 

Memang pada saat pemanggilan pada tanggal 15 November 2018, terjadi pertemuan antara penjamin dengan debitur di Bank Permata Tunjungan 52 A lantai 3 yang diwakili oleh Vincentia Anita Dewi sebagai Bisnis Head Komersial Jatim Indonesia dan Roedy Irwanto sebagai Sr Relationship Manager Bank Permata Surabaya. Untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah 3 tahun berlarut-larut, yaitu pengembalian SHM atas nama Royce Muljanto.

“Dalam hal ini Debitur dan Pengacaranya sudah melakukan tindakan melawan hukum sesuai dengan KUHP 1238: Cidera janji,” jelas Royce di Surabaya, Kamis (29/11).

Vincentia Anita Dewi Bisnis Head Komersial Jatim Indonesia Timur didampingi Roedy Irwanto, Sr Relationship Manager Permata Surabaya.

 

Sejak pertemuan pada 15 November 2018, Royce kembali mendatangi Bank Permata dan bertemu dengan Rudy Irwanto pada tgl 19 November 2018, untuk menanyakan langkah selanjutnya.  Namun menurut Rudy Irwanto kepada Royce belum ada tanggapan dari kantor pusat Jakarta.

Menurut Royce Ini merupakan bentuk blunder Bank Permata sendiri yang selalu melibatkan Debitur, dan yang paling dirugikan adalah Penjamin.

“Intinya jika Bank Permata mau mengakhiri blunder adalah berpatokan sesuai PT Liek Motor No 1 LMHO/XI/2018 hal 2, point A2: Bank Permata berkewajiban menyerahkan SHM 328 kepad Penjamin pada tanggal 15 November 2018, jam 10:00 WIB sesuai surat Bank Permata 15 Oktober 2018 no 498/SK/COMMJEI/WB/10/2018,” jelas Royce.

“Bank Permata juga tidak menunjukkan itikad baik sebab beberapa kali datang sejak 15 November 2018 sudah 3 kali Royce berusaha menemui Livia Sidarta, Region Head JEI yang menandatangani undangan 15 November 2018 jam 10:00 WIB tapi tidak bisa ditemui,” ujar Royce lagi.

Tepatnya hari Senin 19 November 2018 sekitar pukul 9:00 WIB, Royce kembali bertemu dengan Rudy Irwanto di Bank Permata Tunjungan lantai 4 dan sudah berpesan kepada Rudy untuk memberikan no telponnya Royce kepada Livia.

Setelah sepuluh hari menunggu kabar dari Livia, tepatnya sampai dengan hari Kamis 29 November 2018 Livia sama sekali tidak pernah menelepon ataupun menghubungi Royce baik lewat WA ataupun SMS.

”Beginilah pelayanan Bank Permata yang sangat amat mengecewakan perihal kasus penyerahan jaminan SHM 328 sudah 3 tahun berjalan tanpa hasil, dan Bank Permata itu sendiri menciptakan blunder, yang jadi korbannya Penjamin,” ujar Royce.

“Dengan tidak hadirnya The King alias debitur berarti harusnya Bank Permata harus menyerahkan SHM 328 kepada Penjamin. Ibaratnya: Petarung yang tidak hadir dinyatakan kalah dan juri wajib memberikan piala kepada petarung yang hadir. Menang demi hukum tanpa bertarung,” tandas Royce sambil tertawa.

Hingga berita ini diturunkan, Otomotif1 belum berhasil mendapatkan pernyataan dari pihak Bank Permata.

 

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here