Begini Cara Merawat Baterai Kendaraan Listrik Mitsubishi Outlander PHEV

Otomotif1.com – Sejak PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) meluncurkan Mitsubishi Outlander PHEV untuk pasar Indonresia pada Juli 2019 lalu, yang menandakan era mobil listrik di Indonesia, sekaligus menjadikan Outlander PHEV menjadi kendaraan listrik pertama yang dipasarkan di Indonesia.

Hadirnya Outlander PHEV ini sendiri sebenarnya bukan menjadi fokus utama MMKSI untuk menjual kendaraan yang tergolong jenis baru di tanah air.

Kehadiran mobil bertenaga listrik di Indonesia ini lebih kepada untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia akan manfaat dam keunggulan kendaraan yang ramah lingkungan di masa mendatang.

Tak sampai disitu saja, kelebihan yang diberikan oleh Mitsubishi Outlander PHEV sebagai kendaraan SUV dan 4WD juga telah dimanfaatkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dalam kegiatan tanggap darurat dan unit pendukung aktivitas pencegahan peyebaran Covid-19 di Indonesia.

Meskipun demikian tidak dimungkiri terdapat sebagian masyarakat yang masih merasa asing terhadap teknologi mobil ramah lingkungan ini dan belum memahami bagaimana cara melakukan perawatan pada baterai sebagai komponen tervital pada kendaraan listrik.

Boediarto, Head of After Sales Service Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyampaikan bahwa konsumen tidak perlu khawatir mengenai baterai Mitsubishi Outlander PHEV karena perawatannya cukup mudah.

Selain itu baterai juga bergaransi 100.000KM/ 3 tahun, merujuk pada ketentuan yang tertera di service manual book.

Lebih lanjut Boediarto menyampaikan, Mitsubishi Outlander PHEV menggunakan baterai dengan tipe Li-ion, oleh karena itu untuk merawat baterai secara maksimal sebisa mungkin hindari memarkir kendaraan di lokasi dengan temperature tinggi dan terkena sinar matahari langsung.

Dalam penggunaan sehari-hari juga disarankan untuk menjaga kapasitas baterai di persentase sedang, menghindari kondisi baterai kosong dan tidak disarankan untuk menyimpan kapasitas baterai dalam kondisi penuh dalam jangka waktu yang lama.

“Pengguna dapat memaksimalkan metode pengisian daya normal atau fasilitas home charging dengan arus listrik rendah, dan minimalisir penggunaan metode quick charging dengan arus tinggi kecuali diperlukan. Jika konsumen hanya dapat menggunakan metode quick charging, kami merekomendasikan untuk tetap menggunakan metode pengisian daya normal setidaknya sekali dalam dua minggu,” papar Boediarto lebih lanjut terkait rekomendasi metode pengisian daya baterai kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya perawatan.

Untuk mendukung kemudahan pengguna Mitsubishi Outlander PHEV dalam melakukan pengisian daya, saat ini MMKSI telah bekerja sama dengan diler resmi Mitsubishi Motors dan institusi di Indonesia menyediakan fasilitas pengisian daya cepat di 16 titik di wilayah JABODETABEK dan bali, yang selanjutnya akan ditambah secara bertahap.**

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here