Cara Menyetel Platina Mobil Beserta Cara Merawatnya

Pernah mendengar komponen platina pada mobil? Platina di sini merupakan satu komponen yang ada di sistem pengapian dan berfungsi untuk memutus atau menghubungkan arus listrik yang mengalir menuju kumparan primer pada koil pengapian. Fungsinya sangat penting karena tanpa adanya platina maka tidak ada tegangan tinggi yang dibutuhkan oleh busi untuk menghasilkan percikan api.

Kontak platina ini menghasilkan tegangan tinggi pada kumparan sekunder 10KV atau lebih. Nah, karena hal tersebut bekerja ketika arus listrik yang mengalir pada kumparan primer koil secara tiba-tiba diputuskan oleh platina yang kemudian dbangkitkan tegangan tinggi pada kumparan sekunder melalui induksi diri.

Nah, bagi kalian yang memiliki mobil lawas dan masih menggunakan platina sebagai sistem pengapiannya, kira-kira apakah platina perlu di setel? Untuk apa platina perlu di setel? Lalu, bagaimana cara menyetelnya? Berikut penjelasannya!

Penyetelan Platina

Penyetelan platina adalah penyetelan sudut dwel. Hal ini merupakan waktu lamanya celah platina dalam posisi menutup, yaitu ketika platina mulai menutup hingga membuka pada tonjolan berikutnya. Sudut dwel harus di setel karena komponen ini berkaitan dengan waktu pengapian, bahwa tegangan tinggi yang dihasilkan oleh koil adalah akibat dari pemutusan aliran arus listrik pada kumparan primer koil yang dilakukan oleh platina.

Jika pemutusan arus listrik di kumparan primer terlambat dari waktu yang ditentukan, maka otomatis munculnya tegangan tinggi pada kumparan  sekunder koil juga terlambat. Dengan kata lain suplai tegangan ke busi juga terlambat, sehingga percikan api yang dihasilkan oleh busi juga terlambat. Pada prinsipnya waktu pada sistem pengapian khususnya tipe konvnsional sangat ditentukan oleh mekanisme platina.

Sebelumnya, anda perlu mempersiapkan alat-alatnya, antara lain:

  • Kunci Ring Nomer 19
  • Obeng + (plus) dan – (min)
  • Alat Fuller yang berfungsi untuk mengukur celah platina

Cara Menyetel Platina Mobil

  1. Kondisi Mobil

Pastikan aki mobil dalam kondisi prima. Waktu meyetel perlu beberapa kali memutar mesin. Langkah pertama yaitu anda harus buka tutup distributor terlebih dahulu. Besihan lalu lihat apakah permukaan platina besih dan tidak ada benjolan, karena apabila terdapat benjolan lebih baik diganti baru berikut condensornya.

  1. Crank Shaft

Setelah itu anda putar pully poros engkol atau yang di sebut dengan crank shaft searah jarum jam hingga titik pully mengarah ke angka 0 (nol) drajat atau dalam istilahnya TOP 1. Perhatikan noken pada distributornya, berhenti ketika nok nya mengetuk benjolan pada platina.

  1. Baut Pengikat Platina

Selanjutnya anda harus kendorkan baut pengikat platina, dalam hal tersebut ada harus di usahakan jangan terlalu longgar saat memutar baut yang mengikat platina, kurang lebih satu putaran saja sampai platina dapat di goyangkan dengan obeng negative pada alur penyetalan celah platina sehingga celah platina dapat di renggangkan dan di sempitkan.

  1. Ukuran Celah Platina

Untuk ukuran celah platina standar yaitu 0,45 mm. Di karenakan pada ukuran fuller tidak ada ukuran 0,45 mm maka anda boleh menggunakan ukuran fuller dengan ukuran celah 0,40 mm, akan tetapi jangan terlalu rapat dan sedikit longgar supaya mengikuti celah ukuran 0,45 mm.

  1. Stel Platina

Masukkan fuller ke dalam celah platina, lalu anda langsung stel platina dengan menggunakan obeng min (-). Caranya yaitu geser platina dengan perlahan menggunakan obeng min dengan menekan coak atau tonjolan yang berada di dekat platina tersebut. Setiap jenis kendaraan mobil memiliki coakan atau tonjolan yang berbeda. Apabila platina harus di ganti pada tahap ini langsung diganti saja platina yang rusak dengan yang baru.

  1. Mengecek Celah Platina

Setelah selesai melakukan penyetelan, lalu ceklah celah platina, dan jika sudah pas dengan ukuran tersebut langsung saja anda kencangkan dengan baut kembali dengan menggunakan obeng plus.

  1. Memasang Tutup Distributor

Setelah semuanya selesai, pasang kembali tutup distributor atau yang bisa di sebut juga dengan delco.

  1. Menyalakan Mesin

Kalau mesin sudah hidup, kendorkan baut 10 mm yang mengancing distributor pada blok mesin. Pelan pelan memutar ke kiri atau ke kanan. Dengakan putaran mesin. Berhenti ketika yakin sudah menemukan putaran mesin yang paling tinggi. Ketika sudah beberapa kali mencoba dan berhasil, ada cara lebih canggih, yaitu sambil memainkan RPM mesin distributor di putar mencari kondisi mesin tidak knoking ketika mesin di sentak.

Perawatan Platina pada Mobil

Anda dapat melakukan perawatan secara berkala sendiri atau di bengkel. Perawatan ini untuk mengatasi Kendala kecil yang terjadi pada mobil anda, biasanya setelah pemakaian yang sudah cukup lama atau kurang lebih 5000Km maka setelan pada mesin dapat berubah juga. Misalnya pada platina yang mengalami perenggangan, hal ini menjadikan kinerja mesin tidak dapat bekerja maximum.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Periksa filter Udara

Periksalah filter udara, bersihkan dengan angin bertekanan, apabila sudah terlalu kotor perlu diganti, biasanya untuk penggantian berpatokan pada km 8.000 s/d 10.000 Km ( rekomendasi dari mobil ).

  • Periksa Filter Bensin

Bersihkan dengan angin bertekanan, apa bila sudah terlalu kotor ganti, berpatokan pada km seperti filter udara.

  • Bersihkan Busi

Lepas semua busi, Bersihkan elektroda pada busi stel celah busi 0.7-0.8 mm. menggunakan filler gauge. apabila elektroda busi sudah tipis maka perlu di ganti.

  • Bersihakan dan stel platina

Buka tutup distributor, ambil kepala roror disributor, putar poros engkol sampampai posisi Nok Pada cam distributor pada saat platina membuka penuh, lalu lepas paltina, apa bila kondisi platina masih bagus bersihkan dengan ampals dengan catatan permukaan platina haris Flat/ rata. Apa bila platina sudah krowok atau njarum maka harus di ganti dan kandesor pun juga harus ganti, pasang kembali platina, stel clah platinan antra 0.25 s/d a.30 mm.

  • Bersihkan kabel busi
  • Cek kabel Busi dengan AVO Meter, apabila hasil pengecekan lebih besar dari 6 OHM maka gantilah
  • Setelah semuanya dicek dan dibersihkan. Pasang kembali, lalu steter mesin, stel RPM pada posisi 700 s/d 800 rpm Tanpa ac dan 1000 rpm dengan ac, stel angin angin cari putaran mesin paling enak biasanya tutup rapat dulu angin angin baru di kendorkan kurang lebih 3 putaran.
  • Apabila dilakukan dengan benar maka kendala-kendala kecil seperti diatas dapat teratasi, untuk permasalah lebih complex and dapat langsung ke bengkel dan kosnutasi dengan mekanik agar tidak menyebar ke komponen lainnya sehingga membutuhkan biaya yang lebih besar.

Penyebab Kerusakan Platina

Platina yang aus, miring, benjol, atau setelannya berubah akan membuat mobil  tidak bisa di starter, mbrebet, tidak bertenaga, mati mendadak, nyendat-nyendat. Karena percikan api busi menjadi kecil akibat tegangan induksi koil kecil. Berikut penjelasan penyebab kerusakan pada platina:

  • Kontak permukaan yang kurang baik

Hal ini menyebabkan luas permukaan kontak menjadi kecil, permukaan kontak cepat terbakar, kotor, aliran arus primer kecil, tegangan induksi koil pengapian menjadi kecil, sehingga api busi menjadi kecil.

  • Permukaan kontak kotor atau terbakar

Menyebabkan tahanan bertambah, aliran arus primer kecil, tegangan induksi kecil, api busi kecil.

  • Rubbing block aus

Menyebabkan perubahan celah kontak pemutus mengecil, percikan api pada kontak menjadi besar, sudut dwell membesar sehingga koil cepat panas dan saat pengapian menjadi terlalu maju. Rubbing block yang telah aus menyebabkan penyetelan celah maupun cam dwell angle (CDA) tidak dapat optimal. Untuk mencegah rubbing block supaya tidak cepat aus maka perlu diperhatiakan pelumasan pada nok pemutus arus.

  • Sekerup pengikat kontak pemutus arus aus atau kendor

Membuat perubahan celah kontak pemutus mengecil, percikan api pada kontak menjadi besar, sudut dwell membesar sehingga koil cepat panas dan saat pengapian terlalu maju.

  • Terdapat bisul pada permukaan kontak platina

Hal ini akibat dari pemakaian kapasitas kondensor yang tidak tepat.

  • Penyetelan celah platina atau sudut dwell yang tidak tepat

Jika celah terlalu kecil, saat platina membuka listrik induksi primer tetap meloncat pada kontak platina, perubahan kemagnetan kecil sehingga induksi kecil, selain itu celah yang kecil menyebabkan sudut dwell besar, platina menutup menutup lebih lama dari seharusnya, koil menjadi panas dan induksi koil lemah. Sebaliknya jika celah platina terlalu besar menyebabkan sudut dwell kecil, waktu platina menutup menjadi singkat, arus primer yang mengalir menjadi kecil dan kemagnetan kecil, induksi yang dihasilkan koil kecil juga.

  • Pegas kontak pemutus arus lemah

Menyebabkan kontak platina melayang saat putaran tinggi, sudut dwell menjadi kecil saat putaran tinggi demikian juga tegangan induksi yang dihasilkan.

  • Kabel platina hubung singkat dengan bodi platina

Akibat isolator terbuka maupun isolator terminal kabel platina rusak, sehingga meskipun platina terbuka, arus primer tetap mengalir, tidak ada induksi pada koil, tidak ada api dibusi, mesin mati dan koil panas.

  • Kabel platina putus maupun permukaan kontak platina terselip kotoran

Sehingga tidak ada arus primer yang mengalir, tidak ada kemagnetan, tidak ada induksi, tidak ada percikan api, mesin tidak dapat hidup.

(BACA JUGA: FUNGSI BUSI PADA MOBIL TERLENGKAP)

Penyebab Lain

Penyebab lain yang sering terjadi adalah platina kerap kali terbakar atau platina cepat habis walau menggunkan platina yang original, padahal harga paltina original cukup mahal akan tetapi tarikan mesin menjadi lemah dan tidak ada tenaganya.

Beberapa hal yang menyebabkan seperti itu antara lain:

  • Coil Short. Short bisa di akibatkan oleh adanya perubahan nilah tahanan Coil yang mengecil sehingga arus yang mengalir melalui platina jadi besar sehingga platina cepat terbakar/habis.
  • Coil Racing. penggunaan coil racing dengan mennngunakan sistem pengapian platina tentu akan memperpendek usia coil, hal ini disebabkan oleh nilai tahanan koil racing terlalu rendah sehingga kebutuhan arus semakin besar, sehingga platina cepat terbakar/habis.
  • Kondensor Kurang Bagus. Nilai kondensor yang lebih kecil dari standart/rusak bikin platina cepat aus karena percikan api pada platina menjadi besar.
  • Nepel Aki Kendor. nepel aki kendor akan mengakibatkan tegangan menjadi tinggi melebihi 15Volt dan mengakibatkan merusak komponen kelistrikan lain serta platina cepat terbakar/habis.
  • Sistem Pengisian Terlalu Besar

(BACA JUGA: AKIBAT KELEBIHAN OLI PADA MOBIL)

Demikian beberapa cara yang harus anda perhatikan dalam melakukan penyetelan platina beserta cara merawatnya. Semoga bermanfaat dan salam otomotif!

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here