Daimler Group Indonesia Tingkatkan Fasilitas Perakitan di Pabrik Wanaherang

Jakarta, Otomotif1.com – Daimler Group Indonesia (DGI), meresmikan struktur organisasi terbarunya dengan berdirinya entitas bisnis baru, PT Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia (DCVMI), yang merupakan implementasi dari global ‘Project Future’ oleh Daimler AG. Hal ini diungkap pihak DGI  dihadapan media yang hadir langsung di pabrik perakitan Truk dan Bus Mercedes-Benz Wanaherang, Bogor, Selasa (18/2).

Dengan demikian, kedepannya PT DCVMI akan bertanggung jawab dalam memproduksi dan merakit kendaraan niaga Mercedes-Benz di seluruh Indonesia. Sementara, PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), akan mengemban tanggung jawab sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) untuk distribusi kendaraan niaga Mercedes-Benz.

Seperti diketahui, per tanggal 1 Januari 2018, Daimler AG telah merestrukturisasi perusahaannya di Indonesia dengan membagi lini usaha Mercedes-Benz kedalam dua Perusahaan. Untuk Distribusi Kendaraan niaga dipegang oleh PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI), sedangkan focus penjualan mobil penumpang diserahkan kepada PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI).

Bagi Daimler, proses implementasi struktur baru ini, dan pembagian berbagai lini bisnisnya diseluruh dunia ke divisi yang berbeda-beda telah menghabiskan waktu selama dua tahun berturut-turut. Di tahun 2018 ‘PROJECT FUTURE’ diluncurkan oleh Daimler guna memulai transformasi struktural yang visioner, dengan tiga entitas independen dibawah satu atap.

Ketiga entitas independen ini terbagi dalam Tiga perusahaan yang memiliki saham yang independen pula dan beroperasi secara hukum dibawah payung Daimler AG. Mercedes-Benz AG, bertanggung jawab untuk kendaraan penumpang Mercedes-Benz & vans. Daimler Truck AG, bertanggung jawab untuk 7 merek kuat global Truk & Bus. Sedangkan Daimler Mobility AG, bertanggung jawab untuk layanan mobilitas, serta layanan keuangan.

Dalam konteks ini, perubahan struktural organisasi pada Mercedes-Benz juga dimulai di Indonesia, dengan berdirinya PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia sebagai distributor tunggal untuk kendaraan niaga Mercedes-Benz dan PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia sebagai distributor tunggal kendaraan penumpang Mercedes-Benz dan vans.

“Kehadiran DCVMI merupakan implementasi dari PROJECT FUTURE oleh Daimler AG di Indonesia. Kami berharap kehadiran DCVMI dapat membuat divisi kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia menjadi lebih fokus dan kompetitif sesuai dengan fungsi masing-masing entitas,” jelas Tim Grieger, Presiden Direktur Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia, dihadapan media yang hadir.

Lebih jauh, Tim grieger menjelaskan, bahwa perubahan struktural organisasi ini merupakan bagian dari komitmen DCVMI terhadap pasar di Indonesia dengan harapan dapat membawa kesuksesan untuk mobilitas masa depan dengan strategi bisnis berkelanjutan kami di Indonesia.

“Karena itu saya berharap, PT DCVMI dapat melanjutkan kesuksesan yang telah diraih oleh PT DCVI melalui pabrik di Wanaherang, seperti meluncurkan truk heavy-duty Mercedes-Benz tipe Axor tahun 2017 lalu, menambah ragam model kendaraan niaga yang dirakit oleh Daimler secara lokal,” tegasnya lagi.

Selain itu, peningkatan fasilitas-fasilitas perakitan dan pengetesan telah sukses ditambahkan di pabrik Wanaherang, seperti brake test, speedometer test, dan shower test.

System otomatisasi dalam semua bagian proses produksi dimasing-masing station kerja juga turut menyempurnakan semua peningkatan fasilitas ini, dengan menerapkan standar yang telah ditetapkan secara baku oleh PT Mercedes-Benz Indonesia.

Pengawasan standar ini dilakukan pada kualitas produksi yang di titik berat kan pada proses Quality Control, sehingga dapat dipastikan bahwa tingkat kesalahan produksi dapat ditekan sekecil mungkin hingga ke titik nol.

Sehingga dapat dipastikan, semua peningkatan fasilitas-fasilitas tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan keamanan setiap unit kendaraan sebelum dikirim kepada para pelanggan.

PT DCVMI juga telah berhasil mempertahankan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah dari mengendalikan tingkat komponen impor hingga berhasil merakit produk kendaraan niaga Mercedes-Benz Indonesia melalui skema Incomplete Knock Down (IKD), dengan hampir 30% komponennya diproduksi di dalam negeri.

Di tahun 2019, PT DCVMI dapat menunjukkan kinerja bisnis yang sangat memuaskan. MEskipun pada segmen truk heavy-duty Indonesia (≥16ton), serta segmen bus Indonesia (>8ton) sempat mengalami  penyusutan yang cukup jauh dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, Mercedes-Benz berhasil mempertahankan volume penjualan seperti di tahun sebelumnya. Divisi bus MercedesBenz di Indonesia berhasil meningkatkan penjualan bus dibandingkan tahun sebelumnya.

PT DCVMI berhasil menjual tidak kurang dari 2,695 kendaraan niaga, yang terdiri dari 1,861 truk dan 834 bus. Pangsa pasar kendaraan truk Mercedes-Benz meningkat sebesar 1.3%, sementara kendaraan bus Mercedes-Benz meningkat sebesar 2.6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Seperti diungkapkan oleh Jung Woo Park, Presiden Direktur Daimler Commercial Vehicles Indonesia, dalam acara konferensi press di pabrik manufaktur Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor, “Kami bangga bahwa kendaraan niaga Mercedes-Benz terus tumbuh di pasar Indonesia meskipun tahun 2019 merupakan tahun yang sulit bagi bisnis kendaraan niaga. Bisnis kami telah tumbuh semakin kuat dengan peresmian empat diler kendaraan niaga pada tahun lalu, dengan total 27 diler penjualan dan layanan purnajual di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kami optimis untuk kesuksesan bisnis di tahun ini, terutama dengan berdirinya PT Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia.”

Perluasan jaringan diler ini juga merupakan bagian dari komitmen Daimler dalam memenuhi kebutuhan kendaraan niaga untuk membantu kemajuan pembangunan di Indonesia.

“Dari sisi portofolio produk, kami akan memperkenalkan dua fitur baru tahun ini yaitu bogie suspension untuk rigid model dan hub-reduction untuk 6×4 tipper models, yang dikembangkan secara khusus untuk kebutuhan pelanggan Indonesia. Dengan fitur-fitur terbaru ini, kami siap untuk meningkatkan volume penjualan di tahun 2020. Lebih lanjut, seluruh kendaraan truk dan bus Mercedes-Benz di Indonesia telah siap menggunakan bahan bakar B30,” pungkasnya Jung Woo Park.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here