DFSK Super Cab Masuki Pasar Ekspor

Tangerang, Otomotif1.com – Diam-diam DFSK Super Cab sudah memasuki pasar ekspor, negara yang menjadi tujuan pasar ekspor DFSK Super Cab adalah Philipina sebanyak 100 unit setiap bulannya, dan negara-negara Asia Timur.

Hal ini disampaikan langsung oleh Co Ceo PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus kepada Otomotif1, usai melakukan jumpa pers dengan media di lokasi GIIAS 2019.

“Sejak 2017, sebenarnya DFSK Super Cab ini sudah kita kampanyekan dan sosialisasikan kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah tentang produk kendaraan niaga ini. Dan memang Super Cab ini kita targetkan sebagai bagian dari 40 persen pasar DFSK, karena yang 60 persennya itu kita fokuskan untuk kendaraan pasager atau penumpang,” ujarnya.

Kenapa margin yang diberikan kepada pasar SUV terhadap DFSK Super Cab lebih besar, lebih jauh Alexander Barus menegaskan, karena margin pada Super Cab ini tidak sebesar pasar SUV.

“Pasar SUV pertumbuhannya lebih tinggi dibanding dibanding dengan Super Cab. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan ekonomi di masyarakat yang mulai membaik,” sambungnya lagi.

Alexander Barus Co CEO PT Sokonindo Auto Mobile saat memberikan sambutannya di booth DFSK GIIAS 2019.

 

Ketika disinggung campaign dari Super Cab yang jarang terlihat bahkan kalah jauh dari kedua produk SUV DFSK yaitu Glory 580 dan Glory 560, Alexander Barus menegaskan sekali lagi,”Untuk Super Cab kita memang tidak kita kampanyekan dipameran-pameran seperti GIIAS. Tetapi, dealer kita di daerah lah yang melakukan kampanye langsung Super Cab untuk konsumen kami di daerah. Dan hasilknya, dapat dikatakan sukses, karena ternyata Super Cab kami di terima oleh masyarakat daerah,” tegasnya.

DFSK Super Cab Sudah Ekspor ke Philipina

Sebuah informasi menarik justeru disampaikan orang nomor satu di DFSK Indonesia ini bahwa saat ini DFSK Super Cab sudah masuk sebanyak 100 unit ke Philipina.

“Saat ini kita sudah menerima permintaan sebanyak 100 unit DFSK Super Cab untuk Philipina, Dan MoU nya sudah kami tandatangani, bahkan mereka sudah membayar uang muka untuk DFSK Super Cab ini, kemungkinan bulan September 2019 kita baru mulai mengapalkannya. Sebenarnya ekspor DFSK Super Cab bukan hanya ke Philipina saja, tetapi juga ke beberapa negara Asia Timur seperti Srilanka, Nepal dan Thailand, meski jumlahnya belum sebesar ke Philipina,” ujar Alexander Barus.

Alex juga menambahkan, saat ini DFSK Super Cab sendiri sudah dirubah menjadi kendaraan bukan hanya pikap saja, melainkan juga kendaraan box bahkan sudah disipakan untuk varian kendaraan angkutan kota (Angkot).

“Saya sudah bicara dengan rekan-rekan saya para pengusaha Angkot untuk bisa menerima DFSK Super Cab sebagai kendaraan umum angkutan perkotaan. Jadi Super Cab ini tidak kami tinggalkan, tetapi memang saat ini kami sedang fokus sekali untuk produk SUV passanger. Kenapa DFSK Super Cab sedikit kami tinggalkan, karena pasar DFSK Super Cab sudah terbentuk, sementara untuk kendaraan SUV kami masih berjuang keras untuk bisa diterima oleh masyarakat di Indonesia,” tandasnya.

 

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here