Dua Dekade Sang Legenda, Jakarta Thunder Club Gelar Syukuran Sederhana Penuh Kebersamaan

Jakarta, Otomotif1.com – Menolak Punah !!, kata kata itu pernah booming dikalangan para penunggang petir alias Suzuki Thunder 125 dan 250. Boleh dikatakan, Suzuki Thunder baik 125 dan 250 boleh berbangga karena memiliki sebuah motor legendaris yang tidak akan kembali diproduksi tetapi memiliki nilai jual yang terbilang cukup tinggi, terutama para pemilik Thunder 250.

Mengambil tempat di Sang Café Kemang, Jl Kemang Selatan No 110, Jakarta, club Suzuki Thunder 250 yang tergabung dalam Jakarta Thunder Club 250 (JTC) menggelar hari jadinya yang ke-20, Sabtu malam (1/20).

Mengusung tema ‘Perayaan Ultah JTC ke 20th’, acara yang digelar secara sederhana ini dihadiri oleh seluruh member aktif dalam suasana yang penuh khidmat, secara internal dengan tujuan mempererat persaudaraan antar member yang tergabung dalam JTC.

Jakarta Thunder Club atau biasa disingkat JTC, hadir pertama kali pada tanggal 17 Juli 1999. Sampai saat ini eksistensi para legenda jalanan ini masih tetap eksis, dengan kemandirian yang dibangun atas kebersamaan antar member yang begitu kuat.

Kehadiran JTC yang tidak berselang lama dengan kehadiran dari Suzuki Thunder 250 di tahun 1999, memang sebuah padang savana indah yang para pencinta motor Suzuki, khususnya pengguna Thunder 250.

Semangat dalam menjalin tali silahturahmi serta mempertahankan rasa kekeluargaan antar anggotanya ditunjukkan dalam loyalitas dan kecintaannya kepada club yang didirikan sejak 20 tahun yang lalu ini.

Turut hadir pula dalam kegiatan ini para Pengurus, Anggota, Dewan JTC dan para tamu undangan dari berbagai wilayah di Jakarta, termasuk para pendiri JTC serta para mantan Ketum JTC dari beberapa periode.

Rangkaian acara ini diisi dengan sambutan pengurus, forum ramah tamah terbuka antar anggota membahas seputar rencana JTC kedepannya, untuk terus proaktif di dunia otomotif roda dua.

JTC mengusung slogan ‘We Are The First and We Are The Biggest’ dimulai dengan saling kenal dan berlanjut kopi darat hingga terjalin hubungan yang erat dalam wadah resmi.

Seremonial potong tumpeng menandakan perayaan dan syukuran ini menjadi lebih khidmat dalam rangkaian doa bersama yang disematkan bagi para arwah almarhum anggota JTC yang telah berpulang kepada Sang Ilahi.

Sebagai penutup acara ini, diadakan rolling thunder yang diikuti oleh seluruh anggota yang hadir dengan mengitari sebagian wilayah ibu kota Jakarta dan berakhir di Puncak, Jawa Barat.

“Ada rasa bangga menjadi anggota JTC, yang sejak awal berdirinya di tahun 1999, kami mengucapkan syukur karena hingga saat ini masih dapat mempersatukan para anggota dan kami semua dalam satu wadah kebersamaan. Kami berharap, eksistensi JTC didunia komunitas otomotif dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan organisasi dan dunia otomotif ditanah air,“ tukas mas Arief, Sekjen JTC.

Mas Arief kembali menambahkan, JTC adalah klub yang santai, kami memang memiliki regulasi dan tata aturan sebagai organisasi dan tetap mengutamakan persaudaraan dan kebersamaan, itu yang menjadikan alasan bagi kami untuk meniadakan kegiatan ospek dalam konsep merekrut anggota baru.

“Karena kita punya kendaraan sudah cukup tua, jadi lebih baik kita enjoy dengan apa yang kita punya, berkumpul dan tetap  menjalin kekeluargaan walaupun kepengurusan sudah silih berganti. Program yang kita jalan kan juga sederhana seperti mengayomi anggota, sunmori, touring, menghadiri Ajang Temu Pengguna Thunder 250 se Indonesia, dan event lain yang bekerjasama dengan instansi terkait,” Ujar mas Arief menegaskan.

JTC Siapkan Program Regenerasi

Dalam sambutannya, Onto, selaku Ketua Umum JTC dan Dewan Penasehat Thunder 50 Indonesia menyampaikan, bahwa JTC akan melakukan regenarasi kepengurusan dengan ide-ide yang lebih fresh.

“Agenda selanjutnya akan diadakan regenerasi kepengurusan kepada pengurus yang baru, agar timbul ide-ide baru dalam mengembangkan keorganisasian di JTC, program-program seperti touring bersama diharapkan dapat lebih digiatkan lagi dengan tujuan lebih mempererat keanggotaan sehingga dapat menjadi lebih solid. Dalam kulturnya, JTC juga tidak membeda-bedakan antara anggota lama maupun anggota baru, semuanya sama, maju bersama dengan mengutamakan prinsip kesatuan dan kekeluargaan,” papar Onto.

Anggota JTC saat ini sudah tersebar di seluruh Nusantara. Kedepannya, seluruh kegiatan eksternal tetap akan dijalankan dan dihadiri oleh pengurus beserta jajarannya. Semoga, JTC tetap solid dan berkembang terus mengikuti perkembangan jaman.

Meski Thunder 250 kini tidak diproduksi lagi, diusianya yang semamin menua tetapi sejauh ini komunitas Suzuki Thunder 250 masih tetap eksis. Semengat itu bisa dilihat dari member JTC yang tetap terus diperbaharui melalui tangan-tangan dan sentuhan dari para anggota-anggota muda nya dengan semangat ‘Kebersamaan dan Kekeluargaan’.

 

Reporter-SonnyWibz

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here