Dukung Kebijakan Pemerintah, TAM Melalui Auto 2000 Hadirkan Toyota C-HR Hybrid di Surabaya

Surabaya, Otomotof1.com – Regulasi kebijakan pemerintah mengenai teknologi otomotif yang ramah lingkungan dalam program, emisi karbon rendah yang saat ini masih digodok, nampaknya dijawab tegas oleh Toyota dengan meluncurkan Toyota C-HR hybrid di Surabaya, Jumat (28/6).

Langkah step by step yang dilakukan Toyota tidak main-main. Pasalnya sejak 10 tahun lalu Toyota sendiri sudah memulainya beberapa tahun lalu dengan meluncurkan All New Camry di tahun 2012. Bahkan saat ini Toyota sudah menyiapkan dana tidak tanggung-tanggung untuk pengembangan mobil hybrid di Indonesia yaitu sebesar rp28 trilyun.

Ketika pemerintah saat ini tengah menyiapkan regulasi mobil listrik, Toyota memang sangat pas sekali memulainya dengan meluncurkan kendaraan hybrid. Karena selain ramah lingkungan keputusan Toyota dengan meluncurkan kendaraan Toyota C-HR hybrid bisa dikatakan merupakan dukungan terhadap kebijakan yang tengah disiapkan pemerintah saat ini dalam menuju era kendaraan listrik.

“Dengan diluncurkannya Toyota C-HR hybrid ini yang jauh lebih murah harganya ini, dengan tujuan agar kedepannya animo masyarakat terhadap kendaraan hybrid dapat tumbuh sesuai dengan keinginan negara terhadap kebijakan pemerintah tentang kendaraan listrik di tahun 2050 nantinya,” ungkap Koordinator Wilayah Auto2000 Jawa Timur, Iksir Imanuwell T ketika peluncurkan Toyota C-HR Hybrid, Jumat (28/6).

Lebih jauh Iksir menjelaskan kenapa Toyota membuat kendaraan hybrid dengan harga lebih murah. Karena hal itu terkait dengan strategi pabrikan, cost dan benefitnya akan mereka lihat.

“Jika pangsa pasar kedepannya besar cost sebesar apapun akan dtanggung pihak pabrikan untuk meraih opportunity tersebut kedepannya. Itu yang membuat Toyota mengeluarkan hybrid baru dengan cost yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai kehadiran Toyota C-HR hybrid yang akan menggeser atau bahkan menghentikan produksi Toyota C-HR dengan mesin konvensional, Iksir tidak menampik hal itu.

“Mungkin sampai 2025 Toyota baru akan menghentikan produksi dari C-HR berbahan bahan bakar bensin. Karena hal ini kan sesuai dengan keinginan dari pemerintah,” ujarnya lagi.

Mobil hybrid sendiri merupakan kendaraan yang menggabungkan dua mesin penggerak dalam mobil, yaitu konvensional dan generator listrik. Gabugan dua mesin penggerak ini saling bersinergi, menjadi konsumsi bahan bakar lebih irit dan gas buang lebih ramah lingkungan.

Toyota C-HR bermesin 1.800 cc konsumsi bahan bakarnya di kisaran 10 – 12 km/liter. Namun ketika sudah menjadi hibrid, seketika itu pula konsumsi bahan bakarnya mencapai 22 – 25 km/liter. Adanya ‘bantuan’ tenaga penggerak dari motor listrik inilah akhirnya efisiensi bahan bakarnya meningkat hingga lebih dari 100 persen.

Jadi jika pada tahun 2025 nanti Indonesia sudah beralih kepada kendaraan listrik pun, maka pengguna kendaraan hybrid sudah tidak canggung lagi, karena sudah teredukasi dengan kendaraan hybrid.

Bahkan menurut Menteri Peindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan jika populasi mobil listrik diperkirakan akan menembus 20 persen atau 400.000 unit dari 2 juta kendaraan yang diproduksi di tanah air.

Hadirnya Toyota C-HR hybrid di Surabaya pada Jumat (28/6) di Hotel Kampi, melanjutkan sukses diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu, diharapkan bisa menjadi rasa penasaran warga Jawa Timur, Surabaya pada khususnya tentang kendaraan hybrid ini.

Toyota C-HR hybrid dipasarkan di Surabaya dengan harga on the road (OTR) sebagai berikut :

– New C-HR 1.8 HV A/T Singke Tone Rp 531.883.000
– New C-HR 1.8 HV A/T Dual Tone Rp 533.383.000

Sementara untuk Toyota C-HR dengan mesin konvensional:
– New C-HR 1.8 A/T Singke Tone Rp 501.883.000
– New C-HR 1.8 A/T Dual Tone Rp 503.383.000

Terdapat selisih Rp 30 juta lebih mahal yang bermesin hibrid. Namun di sini menunjukkan bahwa konsumen yang memilikinya ada kepedulian bahwa sudah saatnya menjadikan lingkungan lebih bersih.

 

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here