Grand New Xenia Meluncur di Surabaya, Tawarkan Dua Pilihan Mesin dan Fitur Keselamatan Terbaru

Surabaya, Otomotif1.com – Daihatsu Astra Motor (ADM) meluncurkan Grand New Xenia di Kota Surabaya, Jumat (18/1) setelah sebelumnya sukses di luncurkan di Biz Centre BSD, Tangerang beberapa hari sebelumnya.

Dalam sambutannya Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM), Yuko Mochida mengatakan, peluncuran Grand New Xenia adalah jawaban atas tingginya animo masyarakat terhadap Low MPV yang menjadi kendaraan handal bagi keluarga di Indonesia, sekaligus juga memperingati 15 tahun hadirnya Daihatsu Xenia di Indonesia sesuai dengan tagline peluncuran Grand New Xenia “Terbkti 15timewa”.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan dan kepercayaan masyarakat terhadap Daihatsu. Sebagai Sahabat Keluarga Cenia yang telah membuktikan keistimewaanya dan kehandalannya selama 15 tahun. Kami berharap Grand New Xenia dapat menjadi kendaraan MPV terbaik pilihan keluarga dan masyarakat Indonesia,” ujar Yuko dalam sambutannya saat peluncuran Grand New Xenia di Surabaya, Jumat (18/1).

Grand New Xenia hadir dalam dua varian mesin terbaru berkapasitas 1.500 cc dengan teknologi VV-Ti. Selain itu juga, beberapa pembaharuan di bagian eksterior dan interior.

Pada tipe mesin 1.500 cc dengan teknologi Dual VVT-I merupakan varian tertinggi dari Grand New Xenia yang dibanderol mulai Rp 187.100.000 hingga Rp 232.200.000 (OTR Surabaya).

Meski tetap mempertahankan mesin 1.3 L, tapi pembaharuan yang mencolok justru terjadi pada tipe mesin 1.5L, dimana terdapat tambahan fitur keselamatan yaitu Anti Lock Break System (ABS) dan Electronic Brakeface Distribution (EBD).

Soal pilihan mesin 1.300 cc dan 1.500 cc, Chief Operation Officer, PT Astra International-Daihatsu Sales Operation, Anton Rusli lebih jauh menjelaskan, kedua fitur advanced yang disematkan pada sistem keamanan pada mesin Grand New Xenia 1.500 cc agar kendaraan tidak terjadi selip.

“Soal perbedaannya sendiri hanya pada sistem keamanan saja, jika pada mesin 1.500 cc ada tambahan ABS dan EDB, sementara pada mesin 1.300 cc tidak ada. Kalau soal fitur semuanya sama. Munculnya mesin berkubikasi 1.500 cc ini juga berdasarkan keinginan konsumen yang membutuhkan, kami pihak APM hanya mewadahi bagi konsumen kami yang ingin naik kelas, untuk menggunakan kubukasi yang lebih besar. Jadi ini sebagai strategi marketing kami untuk menggairahkan market, sebab keputusan meluncurkan mesin yang lebih besar atas dasar survey dari konsumen juga,” jelasnya.

Grand New Xenia, hadir dengan konsep modern, tough & sporty. Grand New Xenia tampil lebih modern, gagah juga memperlihatkan sisi sporty sehingga tampak lebih dinamis.

Jika melihat perubahan yang terjadi pada Grand New Xenia, memang tampil lebih stylish dengan desain terbaru pada sisi bumper depan dan belakang, serta alloy wheel, yang memberikan tampilan yang lebih dinamis.

Begitu juga pada desain lampu depan (headlamp) dan lampu belakang, yang sudah menggunakan teknologi LED, membuat tampilannya menjadi semakin modern, pencahayaan lebih terang, lebih fokous namun tetap hemat daya.

Menurut Anton Rusli, selama ini Xenia selalu identik sebagai kendaraan keluarga, dan jarang sekali pelanggannya berasal dari kalangan anak muda. Semoga saja dengan perubahan yang terjadi pada Grand New Xenia, bisa menarik minat anak muda terhadap Xenia.

“Untuk itu, kami hadirkan Grand New Xenia ini untuk bisa menggaet  segmen anak muda milenial,” katanya.

Hadirnya Grand New Xenia membuat ADM semakin bergairah untuk bersaing dikelas LMPV, untuk itu ADM sendiri menargetkan mampu menjual Grand New Xenia sebesar 3.000 unit setiap bulannya secara nasional, sedangkan khusus Jawa Timur mengincar 400 – 500 unit setiap bulannya.

“Dari total target itu, kami menargetkan Grand New Xenia 1.500 cc bisa berkontribusi minimal sebesar 10 persennya saja, karena memang untuk kelas ini masih tergolong baru,” ujar Anton Rusli.

Sementara itu perubahan dari sisi interior, Grand New Xenia juga memberikan suasana kabin yang sedikit berbeda dari generasi sebelumnya, hal ini dapat dilihat dengan hadirnya new two tone colors, sedangkan desain centre cluster dengan sentuhan black piano, dipadukan dengan teknologi digital AC yang memberi kesan mewah dan kemudahan bagi penggunanya.

Untuk sistem hiburan, Grand New Xenia menawarkan 2-DIN touchscreen audio disemua varian. Pada beberapa varian, audio sudah didukung konektivitas yang dapat menghubungkan audio dengan smartphone.

Selain itu, tombol pengaturan audio pada posisi steer, sangat memanjakan penggunanya. Penempatan power outlet pada baris pertama dan kedua, audio speakers di 6 titik, semakin memberi kenyamanan tersendiri pada penggunanya, apalagi ditambah dengan adanya shark fin antenna menggantikan antena konvensional, yang  semakin menambah stylish juga mengasilkan kualitas suara yang jernih, juga sebagai sistem keamanan ketika memarkir kendaraan Grand New Xenia dilengkapi dengan rear camera (kamera belakang).

Untuk pemesanan di Jawa Timur, Grand New Xenia sudah bisa dilakukan pemesanan atau inden meskipun menurut Head Regional East Java, PT Astra International –Daihatsu Sales Operation, Budhy Lau, pada saat peluncuran Grand New Xenia di Surabaya, Jumat (18/1), produk Grand New Xenia belum ready.

“Karena produknya masih baru dan unitnya juga belum ready, kami estimasikan seperti pengalamanan sebelumnya. Lama inden sekitar tiga bulan tergantung demand, tipe dan warna,” jelasnya.

Lebih jauh Budhy Lau menjelaskan, khusus untuk tipe mesin 1.500 cc, durasi indennya akan sedikit lebih panjang, karena tipe tersebut baru kali pertama dikeluarkan.

“Akan tetap, kami akan tetap berusaha untuk meningkatkan produksi dan layanan agar unit ini bisa segera dinikmati para konsumen,” ujar Budhy Lau.

Market Daihatsu di Jawa Timur sendiri pada tahun 2018 lalu masih tumbuh 8 persen. Namun karena adanya persaingan yang cukup ketat, Daihatsu Jatim hanya mampu tumbuh sebesar 1 persen di tahun lalu, dengan raihan market share sebesar 20,5 persen.

“Kami optimis di tahun 2019, bisa meningkatkan pangsa pasar menjadi 22 persen dengan produk baru ini. Apalagi didukung masifnya pembangunan infrastruktur yang bisa berdampak pada semakin tingginya kebutuhan akan kendaraan,” pungkas Budhy Lau.

 

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here