Hore, Jembatan Tol Suramadu Mau Digratiskan  

Surabaya, Otomotif1.com – Jembatan Tol Suramadu adalah ikon kota Surabaya selain logo berlambang Sura dan Boyo. Jembatan megah yang membentang menyambungkan Pulau Jawa (Surabaya) dengan Pulau Madura ini, mulai dibangun sejak 20 Agutus 2003 dan selesai 1 Maret 2009.

Jembatan Suramadu adalah jembatan terpanjang di Indonesia, yang memiliki panjang total 5.438 meter dan rentang terpanjang 434 meter.

Jembatan Tol Suramadu mengingatkan kita pada Tol Rajamandala, yang dulu berbayar tapi kemudian digratiskan oleh pemerintah.

Wacana pemerintah untuk mengubah status jembatan tol Surabaya-Madura (Suramadu) menjadi jembatan non tol, sepertinya hanya akan menunggu waktu saja. Dengan demikian, masyarakat yang melintas di jembatan Suramadu tidak akan dikenakan tariff untuk melewati jembatan sepanjang 5,4 kilometer ini.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Soekarwo soal rencana menggratiskan tol Suramadu sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, dan rencananya pada akhir Oktober ini jembatan Tol Suramadu akan digratiskan kepada masyarakat.

“Presiden Joko Widodo berencana membebaskan biaya tol Surabaya-Madura (Suramadu) pada akhir Oktober ini, dan tentunya ini berita bagus bagi masyarakat,” ujar Gubernur Jawa Timur yang akan bakal meninggalkan jabatannya ini, saat mendampingi Menhub di Bandara International Juanda Sidoarjo, Sabtu (20/10).

Sementara itu, menurut pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo ketika dihubungi Otomotif1, Sabtu (20/10) justeru berpendapat lain. Menurutnya, hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan. Pasalnya, jika hal itu dilakukan maka akan menambah beban APBN, karena harus membayar biaya pengelolaan jembatan.

“Sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan. Kenapa ? Hal ini harus dilihat komposisi dana APBN nya, yang mengelola siapa ? Kalau gratis, memang pemerintah punya dana untuk perawatan ? Kecuali kalau urusan urusan politik, ya terserah,” ungkapnya.

Meski demikian, nampaknya rencana menggratiskan Tol Suramadu hanya tinggal menunggu waktu saja, hal ini disampaikan Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR Sugiyartanto yang mengatakan, bahwa rencana tersebut sedang dalam tahap pembahasan dan penyusunan paying hukumnya.

“Perhitungan pengembalian investasi dari dana APBN yang sudah digelontorkan pun juga dalam estimasi. Ini yang masih dalam perhitungan. Kalau itu dibebankan menjadi non tol, kita juga harus memikirkan bagaimana pemeliharaannya. Sekarang kan sudah waktunya kita memikirkan pemeliharaannya,” jelasnya.\

Sebenarnya, tarif tol Suramadu sendiri telah mengalami pemotongan harga hingga 50 persen. Dari tariff awal Rp 30.000 untuk kendaraan golongan I, berkurang menjadi hanya Rp 15.000. Meski sebelumnya, santer terdengar jalan bebas hambatan Suramadu adalah yang termahal di Indonesia.

Khusus tarif yang berlaku hingga sekarang, untuk kendaraan golongan I-V, masih dibebankan mulai Rp 15 ribu – 45 ribu. Bila akhir Oktober nanti gratis, maka mengikuti nasib pelintas roda dua yang sebelumnya telah digratiskan melewati Suramadu.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here