Info untuk Anda Pengguna Chevrolet di Surabaya, Bengkel Chevrolet Kini Berada di Jalan Biliton No 49 Surabaya

Otomotif1.com – Pasca hengkangnya General Motor (GM) dari pasar otomotif Indonesia per Maret 2020, otomotis perusahaan otomotif multinasional asal Amerika Serikat yang membawahi merek Chevrolet tidak akan lagi memproduksi produk baru.

Meski demikian, sebagai bentuk pertanggungjawaban dari GM terhadap konsumennya di Indonesia, pihak GM menjamin ketersediaan sparepart nya tetap bisa diperoleh.

Begitu pula dengan masyarakat Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya yang sampai saat ini masih setia menjadi pengguna Chevrolet, tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan sparepart dan bengkel Cherolet.

Pasalnya, di Kota surabaya tepat di Jalan Biliton Kota Surabaya, berdiri bengkel Chevrolet dimana di situ juga tersedia seluruh sparepart Chevrolet.

Bengkel Chevrolet yang berada di bawah bendera PT Lior Jaya Sentosa ini berlokasi di Jl Biliton No 49, Kota Surabaya. Posisinya yang berada di tengah Kota urabaya, tentunya membuat bengkel ini mudah dijangkau dari mana saja.

Menurut keterangan Andy Andrias, pemilik bengkel Chevrolet ini mengatakan, jika dirinya bersedia membuka layanana bengkel khusus Chevrolet di KOta Surabaya tidak lain karena kecintaannya pada produk asal Amerika ini.

Sebagai informasi, Chevrolet di Indonesia memiliki penggemar loyal yang tidak sedikit. Bahkan menurut data OLX justeru memperlihatkan jika ternyata harga mobil bekas Chevrolet relative stabil.

Menurut data OLX pada akhir bulan November 2019, terjadi peningkatan permintaan mobil Chevrolet sebesar 6%. Di bulan Oktober 2019, permintaan (calon pembeli) berada pada angka 29.182 sedangkan di bulan November 2019, permintaan ada pada angka 30.883 ribu.

Dari segi harga rata-rata, walaupun tidak signifikan, namun mengalami peningkatan sebesar 1%, dari IDR 105 juta (Oktober 2019) menjadi IDR 106 juta (November 2019). Tentunya ini bervariasi bergantung pada tipe dan tahun produksi mobil.

Kendati GM sudah hengkang dari Indonesia, alasan konsumen mempertahankan mobil Chevrolet karena setiap brand otomotif memang biasanya memiliki penggemar tersendiri.

Khusus tipe Chevrolet terpopuler, Trax, tipe ini mengalami peningkatan suplai yang cukup signifikan, yaitu sebesar 46% di bulan November 2019 dibandingkan suplai di bulan sebelumnya.

Peningkatan suplai ini berdampak pada penurunan rata-rata harga Chevrolet Trax sekitar 11% dari IDR 209 juta (Oktober 2019) menjadi IDR 186 juta (November 2019).

Sementara itu, jumlah permintaan mengalami peningkatan sebesar 3% dan masih relatif lebih tinggi dari suplai Trax di platform OLX.

Meski secara umum keadaan masih relatif stabil hingga satu bulan setelah pengumuman hengkangnya GM dari Indonesia, harga dan permintaan mobil bekas Chevrolet masih bisa mengalami perubahan, yang dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya layanan purnajual yang ditawarkan oleh authorized dealer seperti perawatan, perbaikan hingga ketersediaan suku cadang.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here