Ini Alasan Toyota, Avanza Lepas Mahkota Sebagai Mobil Sejuta Umat

Otomotif1.com – Setelah hampir satu dekade menguasai pasar sebagai kendaraan keluarga bahkan dijuluki sebagai kendaraan sejuta umat karena beberapa tahun menempati puncak sebagai kendaraan terlaris di Indonesia, Toyota Avanza kini harus terdepak dari 10 daftar mobil terlaris penjualan wholesales di Indonesia pada Agustus 2020.

Meski pada Juli 2020 Toyota Avanza masih tetap bisa bertahan di posisi ke-6 sebagai mobil terlaris, tapi pada Agustus 2020 Toyota Avanza harus melorot jauh ke posisi 17.

Bayangkan saja, penjualan Avanza yang mencapai 213.458 unit pada tahun 2013, atau rata=rata 17.700 unit setiap bulannya, pada Agustus 2020 Avanza hanya terjual sebanyak 474 unit saja.

Menjawab runtuhnya dinasti Avanza, Head of Media Relation PT Toyota Astra Motor (TAM) Dimas Aska mengungkapkan bahwa catatan Gaikindo itu merupakan angka penjualan wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer. Sementara TAM selaku Agen Pemegang Merk (APM) harus cermat dalam mendistribusikan setiap barang yang ada.

“Penjualan itu balik ke masalah supply and demand dan kita juga pada dasarnya value chain cukup luas. Kita melihat kondisi market penyerapan seperti apa. Jadi memang kalo kita lihat, nggak cuma Avanza tapi model lain pun menyesuaikan kondisi tiap bulannya,” ujarnya, Jumat (18/9/2020).

Lebih jauh Dimas mengatakan, sebagai APM kami terus melakukan pemantauan bagaimana kebutuhan masyarakat di lapangan. Jika dirasa kurang, maka stok bakal ditambah. Begitupula sebaliknya, jika permintaan tidak begitu banyak, maka TAM lebih memilih untuk menahanya sebelum melepas ke pasaran.

“Kita punya model banyak banget jadi harus dibagi-bagi sesuai kondisi masing-masing kebutuhan, jadi nggak bisa ternyata kita pikirkan Avanza saja. Nggak bisa juga. Model Toyota cukup banyak. Gimana diler menyesuaikan kondisi masyarakat, akan sangat tergantung supply demand dengan kondisi di tiap-tiap waktu,” katanya.

Ia mengatakan bila produk tersebut dilempar ke pasaran dalam waktu singkat, Dimas menyebut rantai pasok yang dimiliki Toyota terbilang kuat. Sehingga ia yakin Toyota bisa memenuhi kebutuhan yang ada. Apalagi, produk Toyota Avanza sudah diproduksi lokal di Indonesia.

“Jadi faktornya kita harus menyesuaikan dengan kondisi secara besar, karena pada dasarnya nggak bisa oke Avanza lempar terus ke dealer. Kalau nggak, nanti dealer yang kasihan. Apalagi di Toyota ada just in times. Jadi tergantung kebutuhan yang ada di pasar. Posisi bukan didorong ke pasar tapi gimana balance kebutuhan pasar dengan supply yang ada. Coba balance. Jadi nggak selalu fokusnya di Avanza,” tutup Dimas.

UPDATE TERBARU

Related news

Pesona Pantai Canti Lampung Selatan, Menjadi Tujuan Touring Generas125

Otomotif1.com - Menyambangi Pantai Canti dengan skutik Generasi 125 dilakoni para penggemar touring yang meluangkan waktu saat weekend Sabtu, 17 Oktober 2020. Keseruan riding...

Kiat SMART Bersama Mitsubishi Xpander Bikin Makin Hemat

Otomotif1.com - Ada kabar gembira bagi para pemilik Mitsubishi Xpander. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memiliki program baru yaitu Xpander Extended...

Pakai Mitsubishi Xpander Cukup Beli Bensin

Otomotif1.com - Semakin tenang saja dan jauh dari rasa was-was memiliki Mitsubishi Xpander. Pasalnya PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), selaku distributor...

Generasi 125 Nikmati Keindahan Wisata Gunung Telomoyo

Otomotif1.com - Keseruan menghabiskan akhir pekan di obyek wisata Gunung Telomoyo makin berkesan karena memberikan pengalaman baru bersama motor-motor Generasi 125 Yamaha. Peserta yang terdiri...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here