Inilah Salah Satu Faktor Mistis Yang Mempengaruhi Penjualan Kendaraan di Pulau Jawa

Surabaya, Otomotif1.com – Indonesia kental dengan beragam budaya dan kepercayaan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari, mulai dari mencari pasangan hidup, menikah, sampai untuk membeli barang bahkan kendaraan. Nah, kendala inilah yang menjadi penyebab factor uniknya berjualan di negeri yang cantik ini.

Dari sekian banyak kebudayaan, mungkin kebudayaan Jawa yang paling banyak mempengaruhi indeks pasar, khususnya otomotif yang memang pada tahun 2019 ini sedang tidka bergairah. Tapi disisi lain, ketidak bergairahan tersebut bukan hanya disebabkan oleh factor kondisi negara, melainkan karena ada factor ‘klenik’ atau kepercayaan tentang orang Jawa untuk tidak membeli kendaraan atau melakukan transaksi di bulan Suro.

Bulan Suro dalam kalender masyarakat Jawa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tahun Baru Islam atau Bulan Muharam, memang sangat disakralkan oleh masyarakat Jawa.

Suro sendiri dimaknai sebagai bulan pertama dalam sistem kalender Jawa dan kalender Islam menyebutnya Muharam. Penyebutan kata Suro sendiri berawal dari kata ‘Asyura’ dalam bahasa Arab, yang pertama kali dicetuskan oleh pemimpin kerajaan Islam terbesar di Pulau Jawa yaitu Demak, dimana Sultan Agung berkuasa sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Namun atas kebijaksaan Sultan Agung kemudian memadupadankan penanggalan Hijriah dengan Tariks Saka, maksudnya agar masyarakat Jawa yang terpecah antara kaum Abangan (Kejawen) dengan Putihan (Islam) dapat merayakan hari keagamaan secara bersama-sama dengan keyakinan masing-masing.

Namun demikian, kentalnya budaya Jawa sehingga membentuk opini jika bulan Suro identic dengan suasana sacral dan mistis.

Dan hal ini berlanjut kedalam kehidupan masyarakat Jawa sampai sekarang. Dibeberapa daerah, bulan Suro diartikan sebagai bulan menyeramkan, seperti banyaknya terjadi bencana, bulan dimana para mahluk gaib banyak berkeliaran dan pantangan untuk keluar rumah ketika menjelang malam 1 Suro.

Beberapa orang di pulau Jawa termasuk para pengusaha Jawa masih mempercayai mitos seperti ini yang pantang untuk dilanggar. Dan umumnya mereka tidak akan melakukan transaksi dibulan yang penuh apes ini.

Maka tidak heran, penjualan otomotif ketika menghadapi bulan Suro seperti yang baru lewat dibulan September 2019 lalu, penjualan kendaraan agak sedikit menurun.

Info menurunkan penjualan kendaraan di bulan Suro sendiri memang diakui oleh  semua dealer kendaraan di Surabaya, salah satunya dealer Mitsubishi PT SUN Star Motor yang disampaikan langsung oleh General Manager Operation Jatim-Bali, PT SUN Star Motor Eka Widada Yulianta beberapa waktu lalu.

“Salah satu penyebab lesunya penjualan kendaraan di Pulau Jawa adalah ketika memasuki bulan Suro. Masih cukup banyak konsumen dan calon konsumen yang mempercayai mitor tersebut. Tapi karena itu kepercayaan mereka, kita mau gimana, ya kita hormati saja,” ujarnya.

Pernyataan Eka Widada juga diamini oleh Deputy Group Head of Sales & Dealer Managemen Area 2 PT MMKSI, Amiruddin yang menuturkan, bulan Suro cukup mempengaruhi data penjualan Mitsubishi.

“Bulan Suro memang lumayan istimewa, apapaun tahunnya bulan bulannya jatuh di bulan Suro rata-rata penjualan otomotif terdampak hingga 10 persen,” ujarnya.

Percaya atau tidak, tergantung masyarakat yang menilainya. Meski menurut ulama semua bulan dianggap, namun karena ini salah satu yang menjadi budaya di negara yang memiliki ribuan kebudayaan ini, jadi kita hormati saja.

 

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here