Kaizen Goes To School 2018, Bukti Partisipasi Aktif Toyota-Astra Motor Dalam Peningakatan SDM di Dunia Pendidikan

 

Bekasi, Otomotif1.com – Sebanyak 44 SMK ikut turut berpatisipasi dalam program Kaizen Goes to School 2018 yang diselenggarakan oleh Toyota Astra Motor. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Toyota “Let’s Go Beyong” danm “Toyota Berbagi”.

Adanya kegiatan ini membuktikan TAM turut berperan aktif dalam peningakan kualitas sumber daya manusia, baik di lingkungan internal perumahan maupun lingkungan masyarakat sekitar.

Peningkatan kualitas sumber daya dilakukan Toyota melalui Quality Control Circle (QCC), yang lahir dari nilai dasar budaya perusahaan Toyota Way yaitu Respect for People dan Continuous Improvement (Kaizen).  Di tahun 2018, TAM kembali menyelenggarakan Kaizen Goes to School (KGTS) sebagai wujud partisipasi aktif perusahaan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di dunia pendidikan.

“Selama ini, Respect for People diwujudkan dengan adanya keleluasaan bagi setiap karyawan Toyota untuk berperan aktif dalam memberikan ide perbaikan di perusahaan, sedangkan Continuous Improvement (Kaizen) diwujudkan melalui perbaikan terus-menerus oleh seluruh komponen perusahaan di seluruh lini operasional, baik di bidang produksi maupun administrasi,” hal ini diungkapkan sendir oleh Executive General Manager PT TAM Fransiscus Soerjopranoto, di Bekasi Rabu, (25/7).

Dengan semangat bersama membangun Indonesia, TAM melakukan knowledge sharing dengan meningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekitarnya melalui pelatihan perbaikan berkelanjutan (Kaizen) yaitu practical problem solving, termasuk ke sekolah-sekolah di sekitar perusahaan.

Kegiatan ini sendiri sudah dilakukan TAM sejak tahun 2014 lalu. Lewat pelatihan kegiatan pelatihan Kaizen ke dunia pendidikan seperti yang dilakukan di sebuah laboratorium Kaizen di SMK Al Muslim, Tambun, Bekasi, Jawa Barat.

TAM melakukan soft skill training dan pendampingan bagi guru yang bertugas untuk mengajarkan nilai-nilai Kaizen kepada para siswa. Melalui KGTS ini, para guru dan siswa dirangsang untuk menjadi lebih sadar terhadap problematika yang ada di sekitarnya. Misalnya saja, masalah keterlambatan mengumpulkan PR, mengurangi jumlah siswa yang remedial, berhemat air, kertas, dan listrik, mengurangi limbah plastik, dan program lingkungan lainnya yang secara riil dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh mereka.

Pada tahun ini, TAM bersama-sama dengan Duta KGTS menyusun perangkat pembelajaran dan juga melakukan pelatihan dan pendampingan khusus kepada para guru dari 44 SMK di wilayah Bekasi dan Bogor, Jawa Barat. Diharapkan para guru tersebut akan mengajarkan nilai-nilai Kaizen kepada para siswa.

“Kami ingin semangat Kaizen yang setiap waktu dapat kami gunakan di Toyota untuk meningkatkan produktivitas baik waktu maupun hasil dapat juga digunakan di sekolah-sekolah Indonesia,” ucap Nanang Susminarto, Deputy Division Head SPLD – TAM.

Aktivitas QCC di internal TAM terbukti telah menjadi salah satu metode yang efektif dalam mengembangkan sumber daya manusia, dalam mempertahankan excellent operation di tengah tuntutan pelanggan yang semakin tinggi dan beragam, dinamika kompetisi yang semakin ketat, dan teknologi yang terus berkembang.

Tantangan tidak hanya dihadapi oleh internal TAM, karena lingkungan eksternal seperti dunia pendidikan juga dihadapkan pada berbagai problematika dan tantangan seperti tingginya tingkat pengangguran, kompetisi yang semakin ketat, serta kesenjangan antara kualifikasi lulusan sekolah dengan spesifikasi yang dibutuhkan di lapangan.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here