Luncurkan Buku Berjudul ‘TACIT’ Royce Menggugat The King Pemilik Usaha Dealer Liek Motor

Otomoti1.com – Regenerasi perusahaan keluarga PT Liek Motor mengundang perseteruan antara Bapak Anak yang semakin menganga dan terbuka lebar. Hal ini diketahui dari ungkapan Sang Putera Mahkota Royce Muljanto ketika mengundang beberapa media di apartemennya yang asri di tengah Kota Surabaya, Jumat (2/11).

Royce Muljanto The Presiden of Liek Motor sang putera mahkota meradang ketika jabatan yang diserahkan kepadanya, dilucuti oleh sang ayah (The King) yang saat ini usianya memasuki 70 tahun tanpa alasan yang jelas.

Menurut penuturan Royce Muljanto sendiri, yang aslinya sangat tertutup khususnya dari awak media, namun untuk permasalahan kali ini dia memiliki terbuka kepada media.

“Boleh ditanyakan kepada rekan-rekan saya dari dulu sejak 2015 sampai sekarang saya ini orang tertutup, gak suka dengan media. Bukan apa-apa, takut salah ngomong yang akan berujung masalah,” tuturnya Royce dengan logat Jawa Timurannya.

Royce menuturkan secara gamblang tentang perseteruan antara dirinya sebagai The Presiden of Liek Motor dengan sang ayah (The King) dalam buku yang berjudul TACIT setebal 100 halaman, yang ditulisnya selama 2 tahun yakni dari tahun 2015 sampai 2017.

Dalam bukunya, Royce merasa kecewa ketika jabatannya sebagai The Presiden of Liek Motor dirong-rong olah The King, tanpa alasan yang jelas. Ketika tahun 2015 The King memulai ‘Perang Sutera’ istilah yang digunakan Royce dalam bukunya ketika melukiskan perseteruan antara The King dengan The Presiden of Liek Motor, dimana pada saat itu The Presiden sebagai putera mahkota menyerahkan jabatannya kepada The King.

Ingin lepas dari bayang-bayang The King, Royce kemudian membangun usaha dealer sendiri yang dikelolanya dengan nama Invecta, yang berlokasi di Pamekasan Madura.

Permasalahan semakin meruncing karena adanya konspirasi antara The King dengan pihak Toyota Astra Finance (TAF) selaku dealer financing, untuk menjegal langkah sang Putera Mahkota untuk mendapatkan pembiayaan untuk dealer yang susah payah dibangunnya.

“Bayangkan, ketika saya sudah mengajukan pembiayaan dari awal kepada TAF, setelah 3 bulan di evaluasi, tiba tiba The King memindahkan diler financing  Liek Motor dari Bank Permata kepada Toyota Astra Finance. Jadi ada perputaran di TAF itu sekitar Rp120 miliar dari Bank Permata ke TAF. Akibat perpindahan diler financing tersebut, tepatnya tanggal 9  November 2017, TAF tidak mau membiayai perusahaan dealer saya dengan alasan Liek Motor sudah masuk,” jelasnya.

“Saya yakin ada komitmen di situ atau konspirasi antara Like Motor dengan TAF pada 19 November 2018. Jadi intinya langkah Liek Motor dengan TAF agar saya tidak punya dealer financing padahal oleh Toyota Astra Motor (TAM) selaku principel saya sudah diberikan wewenang ke-dileran. Sampai akhirnya, melalui kolega saya dibantu untuk menggunakan diler financing lewat Bank Mandiri,” sambung Royce.

Lebih jauh Royce menuturkan, setelah lebih dari satu setengah tahun dirinya menghubungi kembali pihak Toyota Astra Finance (TAF) selama itu pula pihak TAF selalu menghindar dan menutup akses saya untuk meminta kejelasan.

Perseteruan tersebut mencapai puncaknya, ketika aksi ‘koboy’ sang putera mahkota memberondong kendaraan Dinas Cipta Surabaya pada 14 Maret 2018 lalu, yang ternyata adalah bagian dari skenario dari sang putera mahkota sendiri untuk menarik perhatian The King bahwa sang anak tidak bisa dipandang sebelah mata.

Meski Royce harus membayar mahal aksinya tersebut dengan hukuman penjara selama 2 bulan, tapi dirinya mengaku tidak menyesal sedikitpun.

Bahkan The King sendiri sempat merancang skenario melalui tim pengacara TAN, untuk merehabilitasi Royce ke rumah sakit jiwa Menur. Hal ini dilakukan untuk  supaya membunuh karakter Royce Muljanto. Intinya akibat persaingan usaha antara Bapak-Anak ini, segala cara dilakukan oleh The King untuk menghancurkan Royce. Hal ini dilakukan agar usaha The King tidak terganggu dan tetap bisa berjalan, tapi dengan cara kotor.

Lewat buku berjudul ‘TACIT’ ini Royce mencurahkan semua unek-uneknya, tentu ini sebuah langkah cerdas dari seorang putera mahkota yang menggugat The King lewat sebuah buku.

Meski ada perseteruan antara dirinya dengan sang ayah (The King), namun secara pribadi hubungannya tetap baik dengan sang ayah. Namun dirinya sangat berharap ada sebuah kepastian yang mendukung kepastiannya untuk melanjutkan usaha keluarganya lewat Liek Motor.

Royce berharap lewat buku yang ditulisnya ini bisa menebarkan karma baik bagi keluarga besar Muljanto sekaligus penguasa Liek Motor yang tidak lain adalahnya ayahnya sendiri.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here