Maxi Yamaha Virtual Touring 2021 : Mengintip Biddari Bermaian di Taman Bukit Samboja, Plataran Pantai Payangan dan Teluk Love di Jember Selatan

Otomotif1.com – Kabupaten Jember di Provinsi Jawa Timur memiliki pesona keindahan alamnya, terutama wisata pantai. Salah satu pantai Jember yang memiliki panorama memesona bagai khayangan adalah di Payangan. Pantai Payangan terletak di Dusun Payangan, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu. Jarak pantai ini dari Kota Jember
adalah sekitar 32 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih satu jam perjalanan.

Rute tercepat menuju Pantai Payangan dari Jember yang pertama adalah melalui Jalan Nasional III Jember- Lumajang. Setelah sampai perempatan Pasar Mangli, perjalanan berlanjut ke arah selatan memasuki Jalan Otto Iskandar Dinata.

Dari perempatan Pasar Mangli, terus mengikuti jalan utama ke arah selatan sejauh sekitar 30 kilometer. Nantinya akan dijumpai plang petunjuk jalan untuk sampai Pantai Payangan sehingga cukup ikuti jalan yang ditunjukkan oleh plang itu.

Pesona Payangan bagai Khayangan Area Pantai Payangan ini begitu luas.

Terdapat tiga bagian pantai yang bisa dikunjungi. Bagian pertama adalah kawasan pantai nelayan yang menghadap ke arah barat daya. Bagian selanjutnya berupa pantai dengan batu karang yang dipisahkan oleh sebuah bukit.

Bagian terluas ada di sisi utara pantai dengan batu karang yang kembali dipisahkan oleh bukit kecil. Pantai ini memanjang ke arah utara kemudian berbelok ke arah barat. Jika berjalan menyusurinya, maka nantinya akan sampai di Pantai Watu Ulo.

Pantai ini memiliki pasir berwarna hitam. Namun hal itu tidaklah mengurangi indahnya panorama Pantai Payangan.

Kombinasi warna pasir hitam dengan birunya laut dan langit tampak begitu serasi. Perpaduan warna semakin serasi dengan hijaunya rumput bukit di pinggir pantai dan awan putih yang melayang di angkasa. Tak ketinggalan, buih ombak berwarna putih semakin menghiasi pandangan ke ujung pantai yang melengkung dengan latar belakang
perbukitan

Bukit Samboja

Kecantikan Pantai Payangan tidak hanya bisa didapatkan di atas pasirnya. Pengunjung juga bisa mendaki ke atas bukit di sekitar pantai. Salah satu yang bisa dikunjungi yakni Samboja.

Bukit Samboja ada di sebelah barat daya yang membatasi pantai nelayan dengan pantai dengan batu karang. Rute menuju puncak ini juga sudah bagus, berupa deretan anak tangga sehingga mudah untuk dilalui.

Kondisi Bukit Samboja juga sudah ditata dengan baik. Bunga yang berwarna-warni telah menghiasi sisi kanan dan kiri jalan setapak. Selain itu, telah tersedia pula banyak gazebo untuk duduk dan beristirahat.

Bukit Samboja juga memiliki beberapa spot foto yang instagramable. Salah satu spot foto memiliki latar belakang pantai nelayan dari ketinggian. Pemandangan kapal nelayan yang melayang di atas birunya air laut tampak begitu menawan.

Ketika mencapai puncak bukit, pemandangan terbuka akan tersaji di depan mata. Dimulai dari arah timur, garis Pantai Roro Ayu sampai Pantai Canga’an yang panjang melengkung tampak bagai bulan sabit raksasa.

Di ujung timur, tampak barisan pegunungan hijau yang merupakan bagian dari Taman Nasional Meru Betiri di pojok tenggara Kabupaten Jember.

Memandang ke arah barat laut, tampak hamparan pantai yang begitu panjang sampai hingga Pantai Watu Ulo dari ketinggian. Terlihat pula dari puncak bukit ini, kawasan Pantai Tanjung Papuma dengan pasir putihnya.

Sementara itu, panorama sebelah barat dan selatan menyajikan hamparan laut berwarna biru yang begitu luas. Jika cuaca cerah, samar-samar di ufuk barat terlihat Nusa Barong, sebuah pulau tak berpenghuni yang sekarang menjadi cagar alam.

Di puncak Bukit Semboja juga terdapat gazebo sehingga tidak perlu khawatir dengan teriknya matahari siang.

Duduk menikmati panorama alam yang memesona ditemani semilir angin laut benar-benar membuat jiwa-raga seakan tak ingin pulang.

Selain menyajikan panorama alam yang begitu indah, di kawasan Pantai Payangan juga terdapat situs sejarah zaman penjajahan Jepang. Situs itu berupa sebuah gua Jepang yang berada di bukit tepi laut. Pengunjung bisa mengelilingi seluruh area pantai dengan naik kuda. Sewa kuda hanya ada di akhir pekan dengan tarif sebesar Rp20.000.

Fasilitas di Pantai Payangan juga sudah lengkap. Telah tersedia warung makan, toilet, hingga mushala bagi para pengunjungnya. Tarif masuk Pantai Payangan pun cukup terjangkau, yakni sebesar Rp 5.000. Untuk naik ke bukit Samboja, pengunjung juga hanya dikenai biaya sebesar Rp 5.000.

deluk Love

Teluk Love yang berada di kawasan Pantai Payangan merupakan salah satu destinasi wisata romantis yang ada di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Selain uniknya teluk berbentuk hati, panorama alam di sini juga begitu memesona.

Keunikan dan keindahan itu menjadikan destinasi ini sebagai salah satu ikon wisata di Jember. Oleh karena itu, sangat disayangkan kalau tidak sekalian berkunjung ke Teluk Love ketika menyambangi kabupaten yang hari jadinya diperingati setiap 1 Januari ini. Berikut ini 5 tips berwisata ke Teluk Love di kawasan Pantai Payangan, Jember:

1 Pemilihan Waktu

Keindahan Teluk Love paling bagus dinikmati dari Bukit Suroyo yang berada di sisi timur kawasan Pantai Payangan. Nama Suroyo berasal dari kata Suryo atau Surya yang berarti matahari karena keindahan sunrise dan sunset bisa dinikmati di sini.

Oleh karena itu, berkunjung ketika subuh merupakan waktu yang tepat. Keunikan dan keindahan Teluk Love akan berpadu dengan kecantikan momen matahari terbit yang perlahan muncul dari barisan perbukitan Taman Nasional Meru Betiri.

Sore hari juga merupakan saat yang pas untuk berkunjung. Namun giliran Pantai Payangan di sisi barat Bukit Suroyo yang menyajikan pemandangan sore nan eksotis. Jika berkunjung siang hari, maka teriknya matahari akan begitu terasa.

2. Persiapan Fisik

Keindahan Teluk Love paling pas dinikmati dari Bukit Suroyo sehingga perlu perjuangan untuk mendaki butkit itu. Meski tidak terlalu tinggi, namun tetap saja ada jalan setapak menanjak yang harus dilalui.

Oleh karena itu, fisik harus dipersiapkan agar sanggup menapaki jalan setapak Bukit Suroyo. Ada baiknya jika terlebih dahulu melakukan pemanasan sebelum melangkah naik untuk menghindari kram.

Meski harus mendaki bukit, panorama sepanjang jalan akan menjadi teman setia yang seakan mampu untuk mengusir segala lelah seketika. Jalan setapak dibuat mengelilingi bukit sehingga panorama ke segala arah akan tersaji dengan begitu indah.

3, Pilih Pakaian Yang Nyaman

Karena memerlukan perjalanan menapaki bukit, hendaknya pilih pakaian yang pas. Pakaian yang mampu menyerap keringat dengan cepat menjadi pilihan yang sesuai untuk dipakai ketika menapaki jalan setapak Bukit Suroyo.
Pemilihan alas kaki juga akan lebih baik jika yang sesuai untuk mendaki bukit. Sepatu atau sandal yang tidak licin jika digunakan untuk melangkah di jalan setapak menjadi pilihan yang pas.

Selain nyaman di kaki, alas kaki yang tidak licin tentunya akan lebih aman untuk dipakai menapaki bukit. Jika sampai terpeleset, tetap saja berbahaya.

4 Datang ketika cuaca cerah

Berkunjung ke suatu destinasi wisata, termasuk Teluk Love tentu akan lebih tepat dilakukan ketika cuaca cerah. Tak ada kekhawatiran akan kehujanan jika cuaca sedang cerah sehingga menikmati Teluk Love akan lebih nyaman dan leluasa.

Ketika cuaca cerah, seluruh elemen alam seolah mampu berbicara secara lebih untuk menghadirkan hasil jepretan yang menawan. Salah satunya air laut yang mampu memantulkan birunya langit sehingga terlihat lebih menarik.

Langit biru yang cerah juga mampu memunculkan warna bentang alam sekitar Teluk Love. Hijaunya perbukitan dan putihnya awan tipis menjadi kombinasi yang menakjubkan dengan latar belakang langit biru.

Oleh karena itu, selalu pantau kondisi cuaca melalui lembaga terkait, yakni Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG). Informasi cuaca kini bisa didapatkan melalui smartphone melalui aplikasi BMKG.

5 Membuang Sampah pada Tempatnya

Satu hal yang harus dipatuhi oleh wisatawan yang berkunjung adalah selalu menjaga kebersihan. Sampah harus dibuang pada tempatnya. Pengelola telah menyediakan kantong-kantong sampah di beberapa titik sekitar jalan setapak.

Sampah yang dibuang sembarangan tentunya akan merusak keindahan Bukit Suroyo. Selain itu, tidak menutup kemungkinan pula sampah akan terbawa angin dan jatuh ke laut sehingga mencemari lautan. J

ika sampah yang jatuh ke laut semakin banyak dan terbawa arus ke Teluk Love, maka bisa dipastikan destinasi romantis ini akan rusak. Latar belakang teluk berbentuk hati bercampur sampah jelas tidak romantis lagi.**

 

 

 

 

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img