Menjajal Ketangguhan Daihatsu All New Ayla, Menempuh Jarak 1.057 Km Mengelilingi Jawa Timur

 

Surabaya, Otomotif1.com – All New Ayla memang bukan produk baru, mobil ini diluncurkan di Surabaya pada April 2017 lalu. Namun, sejauh ini belum ada yang menjajalnya untuk menempuh jarak cukup jauh. Akhirnya, saya bersama 2 orang team otomotif1.com berhasil menjajal ketangguhan mobil mungil ini untuk berkeliling Jawa Timur selama lima hari, 14 -19 Juni 2018.

Dalam suasana Lebaran hari pertama, kami melakukan start dari Kota Surabaya, Jumat (14/6) sekitar pukul 15.30 kami berangkat menuju Banyuwangi. Sebelumnya kami mengisi bensin dengan pertalite sebanyak Rp150 ribu (16,7 Liter).

Berangkat melintasi jalan Kota Surabaya yang lumayan sepi karena ditinggal warganya mudik, All New Ayla type R Deluxe manual yang kami tumpangi bergerak perlahan membelah kota Surabaya menuju jalur Pantura, melintasi Kota Pasuruan dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam.

Selepas PLTU Paiton yang berdiri perkasa sebagai pembangkit listrik untuk Jawa dan Bali, akhirnya kami sepakat untuk beristirahat sambil melakukan sholat Maghrib di SPBU Utama, yang memang menjadi tempat pavorit para pemudik yang ingin menyeberang ke Bali dan menuju arah Banyuwangi.

Satu jam kami beristirahat, perjalanan kami lanjutkan menuju Banyuwangi. Kondisi jalan sudah mulai gelap. Jalur Pasuruan sampai Banyuwangi bukanlah jalur yang mulus, karena jalanan penuh dengan tambal sulam aspal yang membuat kendaraan terkadang harus berguncang (bumpy). Namun, tidak bagi All New Ayla.

Melintasi lekukan punggung Gunung Ijen di kawasan Bondowoso sambil menjajal akselerasi All New Ayla 1.2

 

Bumpy yang kami rasakan di dalam kabin All New Ayla tidak membuat bantingan pada penumpang yang menyebabkan pusing atau mual. Mungkin karena chasis All New Ayla yang memang dibuat rendah, sehingga hal ini bisa diredam.

Sekitar pukul 20.45, kami tiba di Banyuwangi dan langsung menuju daerah Rogojampi. Sebuah kecamatan yang masuk ke wilayah selatan Banyuwangi. Posisi meteran bensin saat itu masih tersisa 3 bar, wow luar biasa irit sekali mobil ini.

Pada keesokan harinya, dengan bensin sisa yang masih ada 3 bar tersebut, kami mengelilingi kota Banyuwangi yang ramai oleh para pemudik yang datang dari berbagai kota di Indonesia, yang juga ingin menikmati keindahan pantai-pantai Banyuwangi seperti Pantai Boom, Pantai Watudodol dan Panorama Ijen yang indah dengan si api birunya.

Keesokan paginya, akhirnya kami sepakat melanjutkan perjalanan menuju Malang. Tapi sebelumnya, sisa bensin usai berkeliling Banyuwangi tersisa 1 bar, akhirnya kami isi kembali 150 ribu (16,7 L).

Kali ini perjalanan kami melintasi jalur selatan melewati alas Gumitir dengan jalan berkelok-kelok dan tanjakan curam dan masuk ke Kota Jember. Kemudian, All New Ayla kami arahkan menuju Kota Bondowoso.

Kami sengaja memutar kembali ke jalur utara melintasi Kota Bondowoso dan tidak melanjutkan ke Kota Lumajang, karena kami penasaran dengan akselerasi All New Ayla untuk melintasi Oro Oro Bondowoso yang berada di punggung Gunung Ijen, yang terkenal dengan tikungan tajam dengan tebing karang di sisi kanan kiri dan hutan jati serta jalan yang kecil dengan pemandangan indah di sana.

Jalan yang cukup tajam mendaki ternyata tidak menjadi masalah bagi All New Ayla. Meski dalam kondisi AC-on (menyala), All New Ayla sama sekali tidak kehilangan momen dan tenaganya tetap mengisi.

Dalam lintasan basah Jalur Lintas Selatan yang membelah pegunungan Willis jalur ini sangat ekstrem bukan karena treknya banyak tikungan tajam tapi juga cuacanya yang tidak bisa di prediksi dengan kabut tebal sepanjang perjalanan.

 

Dan hebatnya, akselerasi All New Ayla pada setiap tikungan tidak menjadi masalah bagi kendaraan city car ini. All New Ayla yang menggunakan mesin 3NR-VE Dual VVT-I, nyatanya aman-aman saja ketika melibas tanjakan Oro Oro Bondowoso yang cukup curam.

Hanya saja, dengan mesin seperti itu bensin cukup lumayan terkuras juga meski masih diangap normal karena total konsumsi bahan bakar avarange 15,4 yang kami dapat sepanjang lintasan Jember-Bondowoso.

Dari Bondowoso kami, langsung menuju Malang untuk beristirahat sebelum keesokan harinya kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Trenggalek dan Pacitan melewati jalur lintas selatan (JLS).

Keesokan harinya, usai mengisi bensin sebanyak Rp 120 ribu karena masih ada sisa bensin 2 bar dari Bondowoso menuju Malang, kami berangkat menuju Trenggalek lintas Kediri Kota dan Tulungagung.

Kondisi jalan cukup ramai namun lancar, meski dibeberapa ruas jalan kami sempat terhenti karena arus kendaraan dari berbagai arah yang menuju lokasi wisata daerah setempat.

All New Ayla kami pacu dengan kecepatan 60 km/jam sampai 80 km/jam. Lagi-lagi kami diuntungkan dengan kenyamanan kabin dalam All New Ayla berkat karakter suspensi yang lebih stabil.

Pihak Daihatsu memang sengaja menambahkan kestabilan pada suspense dan sasis untuk tipe All New Ayla 1.200 cc. Spring rate pada suspense dirubah, dan efeknya kami rasakan sendiri sepanjang perjalanan. Efeknya memang jadi sedikit agak lebih keras, tapi konsekuensi positif yang kami rasakan saat All New Ayla dapat bermanuver lincah meski beberapa kali menghajar lubang jalan, namun tingkat redaman suspensi All New Ayla sangat nyaman.

Memasuki kota Tulungagung kami sempat mengisi perut kami di RM Ayam Lodho Pak Yusuf yang legendaris. Ayam Lodho adalah makanan khas kota Tulungagung, dan Pak Yusuf adalah salah satu legenda nya RM Ayam Lodho di Kota Tulungagung.

Menikmati makana khas Tulungagung Ayam Lodho

 

Usai mengisi perut, kami langsung tancap gas menuju Kota Trenggalek menuju Pantai Konang yang eksotis sambil melintasi Jalur Lintas Selatan (JLS) yang memiliki pemandangan indah.

Sekitar pukul 17.30 kami tiba di Kota Pacitan, dimana di kota ini pernah lahir putra terbaik bangsa yang menjadi Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Dikota yang menyempil sendiri di Selatan Pulau Jawa ini, kami memutuskan untuk beristirahat, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Reog, Ponorogo.

Dari Kota Pacitan, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Reog, Ponorogo dan Madiun, namun sebelumnya kami mengisi penuh dulu bensin kendaraan kami dengan Pertalite sebanyak Rp 150 ribu (22,4 L).

Sebelum kami melanjutkan perjalanan, kami sempat menikmati indahnya pantai Klayar dan eksotisnya Goa Gong yang terkenal di Pacitan.

Sore sekitar pukul 16.00 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Ponorogo dan bermalam di salah satu rumah family sambil berlebaran untuk melanjutkan kembali perjalanan menuju Kota Surabaya, keesokan harinya.

Pada Selasa (19/6) sekitar pukul 11.00 kami sepakat untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Surabaya, dengan melintasi Kota Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Mojokerto dan Sidoarjo.

Tepat pukul 18.45 kami tiba di Kota Surabaya, dimana kami memulai perjalanan mengelilingi eksotisnya Jawa Timur. Posisi bensin masih tersisa 3 bar ketika kendaraan kami kembalikan ke Daihatsu Panglima Sudirman, Kota Surabaya.

Kesimpulan kami untuk All New Ayla, mobil ini luar biasa nyaman, value for money bagi konsumen yang cerdas dan untuk keluarga kecil, All New Ayla 1.2 ini sudah lebih dari cukup, meski statusnya adalah sebagai city car, tapi ketika diajak berjalan jauh, All New Ayla masih bisa sangat diandalkan.

Dari total jarak perjalanan dan penggunaan BBM sepanjang perjalanan sebagai berikut :

Surabaya-Banyuwangi 297 km

Banyuwangi-Bondowoso 88 km

Bondowoso-Malang 181 km

Malang-Kediri 85 Km

Kediri-Tulungagung 59,8 Km

Tulungagung-Pantai Konang 82,7 km

Pantai Konang-Pacitan 74,9 km

Pacitan Ponorogo 69,5

Ponorogo Surabaya 194 km

Total Jarak tempuh 1.057 km

Total biaya bahan bakar Rp 570 ribu

Untuk penggunaan bahan bakar, menurut kesimpulan kami All New Ayla sangat irit untuk sebuah kendaraan keluarga dengan kapasitas mesin 1.200 cc.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here