Meski Pakai BBM Beroktan Tinggi, Performa All New Yamaha NMax Menurun, Ini Dia Penyebabnya

Otomotif1.com – Kenapa sih performa motor Nmax saya koq makin lama terasa makin menurun padahal saya pake bensin berkualitas oktan tinggi, Pertamax Turbo?

Mungkin itu adalah salah satu pertanyaan yang timbul dari sekian banyak pertanyaan yang ada diantara pengguna motor All New Yamaha Nmax 2020.

Lalu, apa sebenarnya yang menjadi penyebab dari menurunnya performa dari motor All New Yamaha NMAX 2020 meskipun sudah menggunakan bensin ber-oktan tinggi? Dan benarkah bisa bikin motor jadi lebih irit?

Sejumlah pertanyaan inilah yang sempat timbul dan masuk dalam pembahasan pada acara #Ngovi (Ngobrol Virtual) yang digelar oleh salah satu media otomotif di Jakarta belum lama ini. Kegiatan ini dihadiri oleh pelaku otomotif, komunitas motor dan mobil serta sejumlah pakar di bidang otomotif yang dikemas dalam bentuk webinar.

Tema yang dibahas dalam edisi NGOVI kali ini adalah : Pakai BBM Rekomendasi Pabrikan, Untung atau Buntung? dan akan dipandu oleh Trybowo Laksono (Editor Gridoto.com) dan Dimas Pradopo (Editor Gridoto.com) serta menghadirkan Prof Dr Ing Ir Tri Yuswidjajanto Zaenuri, selaku Ahli Konversi Energi, Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tidak hanya itu, Otomotif Group juga mengundang 2 (dua) perwakilan dari Agen Pemegang Merk (APM) yaitu Nurkholis, selaku National Technical Leader PT Toyota Astra Motor dan Endro Sutarno, selaku Technical Service Division PT Astra Honda Motor.

“Topik ini dipilih sebagai edukasi pemakaian BBM yang tepat di mesin-mesin kendaraan modern. Kami melihat masih banyak pemakai mobil dan motor yang masih bingung soal ini. Ditambah lagi mitos dan informasi yang salah kaprah selama ini.” Jelas Billy Riestianto, Editor in Chief Gridoto.com

Acara yang digelar pada Sabtu, 27 Juni 2020 pukul 16.00 – 17.00 wib menggunakan platform Zoom Webinar dengan diikuti oleh tidak kurang dari 200 partisipan.

Prof Dr Ing Ir Tri Yuswidjajanto Zaenuri, peneliti migas dari Institut Teknologi Bandung, salah seorang narasumber dalam acara #Ngovi ini menjelaskan tentang fenomena yang terjadi pada motor Yamaha NMAX 2020.

Pria yang akrab disapa Pak Yus ini, menjelaskan memang benar kalau bensin oktan tinggi bisa bikin irit bensin.

“Tepatnya, kita harus mengikuti anjuran pabrikan motor, soal penggunaan bensin,” jelas Yuswidjajanto.

Penjelasan pada All New Yamaha NMAX 2020 adalah, karena motor ini memiliki rasio kompresi mesin 11,6 : 1. Sementara anjuran dari pabrikan, Yamaha NMAX terbaru ini minimal menggunakan bensin dengan oktan RON 92.

“Sesuai anjuran pabrikan, maka mesin sudah disesuaikan dengan bensin yang layak digunakan, jika ini dilakukan maka otomatis performanya bisa lebih optimal, baik tenaga serta konsumsi BBM-nya,” imbuhnya.

Efeknya tenaga mesin akan lebih baik, karena settingan injeksinya sudah diatur untuk bensin RON 92. Nah, efek yang paling terasa tentunya pada tenaga yang menjadi lebih responsif. Karena mesinnya lebih responsif, biker tidak perlu buka gas besar-besar untuk kecepatan yang diinginkan.

Hal lain yang perlu diketahui oleh para bikers dari bensin ber-oktan tinggi yang bikin irit bensin, adalah zat aditif yang terkandung didalam bensin jenis ini.

“Salah satunya adalah kandungan detergen, yang diformulasikan untuk membersihkan ruang mesin,” papar Pak Yus.

Kandungan detergen di masing-masing bensin jelas berbeda, “Makanya balik lagi, kita harus mengisi bensin kendaraan kita dengan mengikuti anjuran dari pabrikan,” terangnya lagi.

Lalu, apa efeknya jika pakai bensin yang oktannya tidak sesuai anjuran pabrikan?
Pak Yus melanjutkan, Jika menggunakan bensin yang oktannya tidak sesuai atau dilakukan pencampuran jenis bensin maka akan terjadi pembakaran yang tidak sempurna.

“Efeknya bisa bikin ngelitik, emisi gas buang lebih tinggi dan bisa merusak mesin,” jelasnya.
Intinya, bacalah buku panduan pabrikan motor dengan seksama sebelum mengisi bensin, bensin tidak bisa terbakar sempurna diruang bakar mesin, karena tidak sesuai dengan settingan injeksi.

“Bukannya bikin motor makin kencang, malah bikin karbon menumpuk di ruang mesin, ini yang menyebabkan performa mesin menjadi menurun” katanya.

“Akibatnya selain tarikan ngempos, karbon yang menumpuk juga bisa merusak komponen mesin,” tutup Yuswidjajanto.

Reporter-SonnyWibz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here