Mitsubishi Outlander PHEV Kendaraan Serbaguna, Penghasil Listrik Mandiri

Otomotif1.com – Hadirnyanya Mitsubshi Outlander PHEV (Plug-In Hybrid Electric Vehicle) di Indonesia merupakan jawaban langsung oleh PT MMKSI atas kebijakan pemerintah Indoneaia dalam menuju era teknologi listrik yang saat ini tengah digembar-gemborkan oleh pemerintah.

Program pemerintah tersebut langsung dijawab MMKSI dengan meluncurkan, Mitsubishi Outlander PHEV di Indonesia jerlang GIIAS 2019 silam.

Kehadiran Mitsubishi Outlander PHEV sebagai kendaraan serbaguna dalam mendukung tugas kemanusiaan di daerah bencana, telah dibuktikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) saat mendukung tugas operasi membantu masyarakat yang terdampak akibat erupsi gunung Merapi.

Ginandjar Kartasasmita – Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Naoya Nakamura – President Director PT MMKSI

Bukti di lapangan akan kehandalan dan betapa srbagunanya kendaraan ini diraskan langsung oleh para petugas PMI di lapangan, ketika Mitsubishi Outlander PHEV diterjunkan langsung ke lokasi bencana.

Hadirnya Mitsubishi Outlander PHEV di daerah bencana bersama aPMI tidak terlepas dari kerjasama yang sudah terjalin antara PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia selaku distributor kendaraan penumpang dan niaga kecil Mitsubishi di Indonesia dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Kehadiran Mitsubishi Outlander PHEV sebagai kendaraan serbaguna dalam mendukung tugas PMI di daerah bencana telah banyak membantu meringankan beban [etugas juga masyarakat yang terdampak bencana. Contoh yang paling dekat saha, ketika Mitsubishi Outlander PHEV ini diterjunkan ke lokasi daerah terdampak erupsi Gunung Merapi pada 14 Nopemeber 2020 lalu.

Saat itu, PMI meyiagakan satu unit mobil listrik Mitsubishi Outlander PHEV telah disiagakan untuk menerangi posko tim PMI yang bersiaga penuh di area terdampak erupsi Gunung Merapi di Jawa Tengah.

Hadirnya satu unit Mitsubishi Outlander PHEVdi daerah bencana tersebut langsung di apresiasi oleh Presiden Direktur PT MMKSI, Naoya Nakamura kala itu.

Mitsubishi Outlander PHEV saat mendukung tugas PMI ketika terhadi bencana Merapi 2020 silam.

Naoya merasa bangga atas kehadiran Mitsubishi Outlander PHEV dalam mendukung tugas kemanusiaan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi langkah PMI yang mempercayai model PHEV kami untuk mendukung kegiatan di area terdampak dan memberikan kesempatan model tersebut untuk berkontribusi dan membuktikan kemampuan yang dimilikinya di area yang ekstrem. Kami harap Outlander PHEV dapat selalu memberikan bantuan untuk setiap aktivitas kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI dan seluruh anggota PMI yang bertugas, dan masyarakat yang terdampak selalu dalam kondisi yang aman dan sehat,” ujarnya.

Diterjunkannya Mitsubishi Outalander PHEV ke daerah bencana hal ini disebabkan bukan hanya kehandalannya di medan berbahaya, tapi juga fungsi Mitsubishi Outlander PHEV yang mampumenghasilkan lkistrik secara mandiri.

Biasanya unit Outlander PHEV disiagakan di pos pengungsian sebagai genset, dengan memanfaatkan sumber listrik dari Outlander PHEV untuk menyalakan lampu dan beberapa peralatan listrik di posko tersebut lantaran kondisi di lapangan seringkali mengalami pemadaman listrik.

“Mitsubishi Outlander PHEV digunakan sebagai salah satu unit tanggap darurat di beberapa posko evakuasi karena mobilitasnya, dan juga karena kemampuan discharging atau menyalurkan daya listrik. Jika di lokasi (pengungsian atau posko) pasokan listrik mengalami gangguan atau terputus akibat terdampak bencana erupsi Gunung Merapi, mobil eletrik yang kami kerahkan ini akan membatu memasok listrik,” ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMI, Sudirman Said.

Sebagai informasi, MMKSI telah melakukan kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia di bidang kemanusiaan sejak 11 Desember 2019, melalui penyediaan satu unit Outlander PHEV untuk kegiatan tanggap bencana dan berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.

Mitsubishi Outlander PHEV

Kerja sama ini didasari oleh kemampuan Outlander PHEV yang dapat digunakan pada medan ekstrem karena didukung dengan teknologi SUV dan sistem penggerak empat roda (4WD), dan tentunya kemampuan discharging untuk menyalurkan tenaga listrik cadangan hingga 1.500 Watt saat dibutuhkan, terutama dalam kondisi darurat.

Selain itu, selama pandemi Covid-19, Outlander PHEV telah membantu PMI untuk melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan, di antaranya sebagai unit pendukung penyemprotan disinfektan, pendukung training tanggap bencana anggota TNI di Markas PMI, unit penyaluran bantuan untuk tenaga medis, dan yang terakhir sebagai pendukung tanggap darurat di area terdampak erupsi Gunung Merapi, Jawa Tengah.

Tak Sulit Merawat Baterai Mitsubishi Outlander

Membeli sebuah kendaraan yang terbayang oleh si oembeli adalah bagaimana cara perawatannya. Begitu juga dengan konsumen mobil hybrid seperti Mitsubishi Outlander PHEV yang dibanderol memang tidak murah, jika tidak berubah harganya di Indonesia sekitar Rp3 milyar.

Pepatah mengatakan, ‘Harga Menentukan Kualitas’!, memang itulah yang sebenarnya terjadi pada konsumen Mitsubishi Outlander PHEV.

Posisi ECU pada Mitsubishi Outlander.

Mitsubishi Oy=utlander PHEV selain kendaraan yang ramah lingkungan juga hemat bahan bakar. yang menarik dari Outlansder PHEV karena memiliki fitur charging mandiri.

Melalui fitur charging ini, di klaim mampu mengeluarkan listrik hingga 1.500 watt dan listrik yang dihasilakan dapat untuk menyalakan rumah hingga 10 hari.

Fitur inilah yang dimanfaatkan oleh PLN dan PMI dalam kegiatan kemanusiaan tanggap darurat sekaligus menjadi unit pendukung pencegahab Covid-19 di Indonesia.

Mungkin banyak orang bertanya, bagaimana cara perwatan kendaraan ini?

Memang cara perawatan Outlander PHEV ini memerlukan perawatan yang berbeda dari kendaraan lainnta, karena adanya unsur baterai yang menjadi salah satu unsur vital dari kendaraan ini. Meski cara perawatannya berbeda, ternyata tak sulit memahami perawatan mobil hybrid seperti ini.

Menurut penjelasan Head of After Sales Service Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Boediarto, Mitsubshi Outlander PHEV menggunakan baterai tipe Li-ion. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari memarkir kendaraan di lokasi bertemperatur tinggi dan terkena sinar matahari, guna merawat baterai secara maksimal.

Boediharto menambahkan, dalam penggunaan sehari-hari juga disarankan menjaga kapasitas baterai di persentase sedang, menghindari kondisi baterai kosong dan tidak disarankan menyimpan kapasitas baterai dalam kondisi penuh dalam jangka waktu yang lama.

“Pengguna dapat memaksimalkan metode pengisian daya normal atau fasilitas home charging dengan arus listrik rendah, dan minimalisir penggunaan metode quick charging dengan arus tinggi kecuali diperlukan,” ujarnua dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2020).

Menurut Boediarto, apabila konsumen hanya dapat menggunakan metode quick charging, diharapkan untuk tetap menggunakan metode pengisian daya normal setidaknya sekali dalam 2 pekan.

Untuk memudahkan konsumen, MMKSI telah bekerja sama dengan dealer resmi Mitsubishi Motors dan institusi di Indonesia menyediakan fasilitas pengisian daya cepat di 16 titik di wilayah Jabodetabek dan bali. Fasilitas ini akan ditambahkan secara bertahap.***

 

 

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -