Nissan Pecat Carlos Ghosn Sebagai Chaiman Atas Kesalahan Serius

Otomotif1.com –  Siapapun tidak akan pernah menampik jasa besar Charlos Ghosn ketika menyelamatkan raksasa otomotif Jepang Nissan dari kebangkrutan di akhir dekade 90-an. Meski Carlos harus mengambil langkah radikal dalam menyelamatkan perusahaan ini. Toh, terbukti atas aksinya ini publik Jepang malah menyukai langkah berani pria Lebanon kelahiran Brasil ini.

Sebagai CEO Nissan Motors, Carlos Ghosn menjadi top eksekutif Jepang dengan bayaran tertinggi. Total Ghosn menerima gaji lebih dari USD 10 juta di tahun pertama, empat kali lipat gaji bos-bos Toyota.

Sayangnya langkah Carlos Ghosn harus membentur tembok ketika dirinya dituduh atas tindakan melaporkan pendapatan yang lebih rendah dari seharusnya.

Dilansir dari theguardian.com, Senin (19/11) yang menurunkan berita tentang investigasi internal yang dilakukan oleh Nissan dan pabrikan mobil asal Jepang itu mengusulkan untuk memecat Ghosn.

Nissan mengatakan kesalahan itu bukan hanya melibatkan Ghosn tapi juga Greg Kelly, yang menjabat sebagai Direktur pada perwakilan perusahaan. Hal ini terungkap setelah adanya laporan dari whiste-blower, dan perusahaan menemukan kesalahan yang sudah terjadi beberapa tahun lalu.

“Penyelidikan menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun baik Ghosn dan Kelly telah melaporkan jumlah kompensasi dalam laporan efek Bursa Efek Tokyo yang kurang dari jumlah sebenarnya, untuk mengurangi jumlah kompensasi Carlos Ghosn yang diungkapkan, ” ungkap Hiroto Saikawa, chief executive officer Nissan Motors.

Selain perannya di Nissan, Ghosn juga merupakan petinggi dari Renault-Nissan-Mitsubishi Alliance – yang mencakup sepuluh merek dan merupakan salah satu dari tiga kelompok mobil terbesar di dunia.

“Nissan telah memberikan informasi kepada Jaksa Penuntut Umum Jepang dan telah sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan mereka. Kami akan terus melakukannya, ” terang Saikawa.

Ghosn bergabung dengan Renault pada tahun 1996, dan ditunjuk sebagai chief operating officer Nissan pada tahun 1999, ketika perusahaan Perancis membeli saham besar di saingannya di Jepang. Dia diangkat sebagai chairman of Nissan pada tahun 2000 dan CEO pada tahun berikutnya, meskipun dia mundur dari peran terakhir tahun lalu.

Sejak 2005, Ghosn juga menjabat sebagai CEO dan Chairman Renault dan telah ditetapkan untuk menjabat hingga tahun 2022. Ghosn juga telah diangkat sebagai Chairman Mitsubishi sejak 2016, ketika Nissan mengakuisisi saham di perusahaan itu.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here