Ini Dia Pengalaman Djokir Menggunakan Mobil Esemka

Otomotif1.com – Jika anda bertanya, adakah orang yang pernah menjajal mobil Esemka selain mantan Walikota Solo, Joko Widodo. Jawabnya ada, dia adalah Djoko Kirmanto mantan Menteri Pekerjaan Umum era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan beberapa menteri di era Presiden SBY.

Dikutip dari tirto.id, Djoko Kirmanto atau yang akrab disapa Djokir adalah salah seorang menteri yang pertama membeli satu unit Esemka Rajawali R2, yang kemudian disusul Menpora saat itu Roy Suryo dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Esemka Rajawali R2 adalah mobil hasil rakitan siswa sekolah menengah kejuruan di Surakarta. Pada masa Walikota Solo Joko Widodo. Mobil ini naik daun karena digunakan oleh Jokowi sebagai kendaraan dinas dan menjadi buah bibir dikalangan menteri kabinet era SBY.

Djokir membeli Esemka Rajawali R2 dengan tipe sport utility vehiscle (SUV) pada tahun 2013 dengan corak hitam, seharga Rp 150 juta, berkapasitas 5 penumpang.

Mobil Esemka Rajawali R2 memilik kapasitas mesin 1.600 cc, transmisi manual dengan lima percepatan. Mobil ini sudah dilengkapi degan sistem keamanan anti lock brake system (ABS).

Menurut pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah ini mengatakan bhwa model Esemka Rajawali tidak jelek-jelek amat. Meski demikian dirinya tidak memungkiri mobil rakitan siswa SMK ini kalah jauh dibandingkan dengan kendaraan dinasnya asal Jepang, tanpa menyebut kendaraan dinasnya dari jenis dan merek apa.

“Pakai [Esemka] pasti rasanya tidak enak, tapi tetap ada rasa bangga. Saya harus objektif. Masak udah biasa pakai mobil Alphard terus bilang [Esemka] enak? Pasti bohong,” kata Djokir di rumahnya yang berlokasi di perumahan Cinere, Depok, Kamis (15/11).

Menurut Djokir, Esemka Rajawali R2 sempat digunakan untuk keperluan dinas, dan baru ke beberapa tempat, seperti Balau Kota DKI Jakarta, Senayan dan jauh CIbubur.

“Pernah juga saya pakai [mobil Esemka] ke Istana sekali dengan supir pas sidang kabinet,” kata Djokir, terkikik. Ia memperhatikan orang-orang yang dilewatinya menunjukkan mimik aneh atas kendaraan Esemka.

Esemka Sangat Tidak Nyaman dan Onderdilnya Sulit Didapat

Mobil Esemka Rajawali R2 Djokir, saat ini sudah dihibahkan kepada anaknya setelah setahun digunakan olehnya.

Seiring usia kendaraan yang semakin bertambah, beberapa suku cadang harus diganti seperti aki, tapi untuk mendapatkannya tidak semudah onderdil mobil biasanya.

“Kalau anak saya bilang soal [Esemka], ‘Onderdilnya agak susah’,” kata dia.

Begitu juga dengan sopir pribadi Djokir yang mengeluhkan hal yang sama. Selain itu, Esemka Rajawali R2 sangat tidak nyaman dan masih menggunakan transmisi manual.

Dengan kondisi Jakarta yang macet, mobil Esemka bukan pilihan terbaik,”Mobil ini bikin kita pegal dan cepat capek,” tegasnya.

Bisa dimengerti jika untuk mendapatkan suku cadang Esemka susah, karena mobil ini digelembungkan sebagai kendaraan politik dengan sebutan ‘mobil nasional’.

Mobil Esemka aslinya komponennya diambil dari berbagai negara, sebut saja mesinya dari RRC, Italia dan komponen lainnya diproduksi di Thailand, Korea Selatan dan Jerman. Jadi sangat membingungkan bukan.

Meski mendapat ‘julukan mobil nasional’ seyogyanya komponen Esemka berasal dari berbagai negara dan tidak ada satupun yang beradal dari Indonesia.

Menurut Dwi Budhi Martono, guru Teknik Otomotif SMKN 2 Surakarta yang membimbing siswa untuk proyek Esemka, mengatakan,”Tidak semua kendaraan Esemka 100 persen dari satu lokasi, karena masih prototyping,” jelasnya.

Itulah yang menjadi pertanyaan, prototype kenapa sudah di jual massal, hal ini merujuk pernyataan Joko Widodo orang pertama yang menggunakan kendaraan Esemka yang pernah mengatakan, kalau Esemka sudah terjual ribuan unit di Indonesia.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here