Peningkatan Penjualan Honda Di Jawa Tengah Tidak Diikuti Oleh Capaian Di Wilayah DKI Jakarta, Apa Penyebabnya? Bagaimana Tanggapan HPM?

Otomotif1.com l – Dalam laporan penjualan yang dicatatkan PT Honda Prospect Motor (HPM) tengah menunjukkan tren positif diawal kuartal keempat tahun 2020 dibanding bulan-bulan sebelumnya. Peningkatan ini tidak terlepas dari peran dealer-dealer Honda yang tersebar diberbagai wilayah Indonesia.

Catatan penjualan yang dibukukan oleh PT HPM pada bulan Oktober lalu menunjukkan angka penjualan sebanyak 6.561 unit secara retail nasional, atau meningkat sebesar 12% dibulan sebelumnya.

Dikutip dari Otomotif1.com, (13/11), Penjualan terbesar PT HPM tercatat terjadi di area Jawa Tengah yang mengalami peningkatan sebesar 17%, disusul oleh Main Dealer area Jawa Barat sebesar 13%, dan area Jawa Timur yang mencatatkan angka persentase sebesar 8%, area luar Pulau Jawa juga mencatatkan angka persentasi sebesar 13%.

Baca juga : Memasuki Kuartal Keempat di Tahun 2020, Honda Berhasil Catatkan Pertumbuhan Positif

Namun, apa yang terjadi dengan wilayah Jabodetabek? Dimana wilayah DKI Jakarta termasuk didalamnya, yang kerap menjadi barometer pertumbuhan ekonomi nasional justru hanya mampu mencatatkan penjualan sebesar 10%.

Menanggapi hal tersebut, Yusak Billy, selaku Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, mengatakan, Wilayah DKI Jakarta memang tidak seperti wilayah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat yang mengalami peningkatan penjualan yang signifikan dengan persentase rata-rata diatas 10%. Selain Jabodetabek masih ada wilayah Jawa Timur yang hanya mencatatkan persentase peningkatan penjualan sebesar 8%.

“Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan penjualan mobil Honda di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Selain pemberlakuan PSBB, Wilayah DKI Jakarta dalam kurun waktu 2 bulan terakhir ini juga kerap terjadi demonstrasi yang melibatkan massa dengan jumlah yang besar. Ini jelas mengganggu pergerakan perekonomian diwilayah yang terdampak. Belum lagi issue tentang pemberlakuan insentif pajak 0% yang sempat membuat masyarakat Jakarta menunda untuk membeli mobil baru,” jelas Yusak Billy.

Yusak Billy melanjutkan, Warga DKI Jakarta tampaknya kini lebih cerdas dalam menentukan pilihan dan pengambilan keputusan, sehingga akhirnya harus menunda pembelian unit mobilnya hingga ada keputusan yang tegas dari pemerintah soal polemik pemberlakuan insentif pajak 0%.

“Sementara Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, yang mewakili pemerintah sebenarnya sudah menegaskan untuk menolak pemberlakuan pembebasan pajak kendaraan menjadi 0%,” tukas Yusak Billy.

Dalam Konferensi Pers APBN KiTaEdisi Oktober 2020 yang disiarkan lewat YouTube Kementerian Keuangan, Senin, (19/10), Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan insentif pajak mobil baru sebesar 0%.

“Saat ini kita tidak mempertimbangkan untuk memberikan insentif pajak mobil baru sebesar 0% seperti yang disampaikan oleh industri dan Kementerian Perindustrian. Kita akan coba memberikan dukungan-dukungan kepada sektor industri secara keseluruhan melalui insentif-insentif yang kita berikan,” ujar Sri Mulyani.

“Setiap insentif yang kita berikan akan kita evaluasi lengkap, sehingga jangan sampai kita berikan insentif, di satu sisi berikan negatif ke kegiatan ekonomi yang lain,” jelasnya.

 

***

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here