Penjelasan Dealer Wuling Arista Surabaya Terhadap Keluhan Konsumen Pemilik Cortez di Surabaya

Surabaya, Otomotif1.com – Keluhan konsumen dealer Wuling Ariesta HR Muhammad, Kota Surabaya yang sempat viral di sosial media beberapa waktu lalu (meski kemudian postingan tersebut sudah dihapus), akhirnya berujung damai. Konsumen dealer Wuling Arista yang diketahui bernama Mintahardja Wihardja, akhirnya meminta maaf secara terbuka kepada pihak dealer Wuling Arista pada 22 Januari 2020.

Menanggapi berita yang beredar tentang keluhan konsumen dari dealer Wuling Arista HR Muhammad Surabaya, Mintahardja Widjaja, yang ditulis pada Otomotif1, pada 21 Januari 2020, berikut ini penjelasan dealer Wuling Arista yang disampaikan langsung oleh Johanes Marihot Sitanggang, Service Manager Area Wuling Arista HR Muhammad.

Kejadiannya berawal ketika pada tanggal 11 Januari 2020 sekitar pukul 19.00 WIB, Mintahardja Widjaja atau yang akrab disapa Ming, menelepon ke dealer Arista dan mengeluhkan jika rem Wuling Cortez miliknya lengket setelah dicuci dan tidak digunakan selama 3 hari.

“Akhirnya teknisi kami mendatangi kediaman Pak Ming untuk melakukan pengecekan. Setelah dilakukan pengecekan, terlihat Electronic Break System (EBD) berfungsi dengan baik, namun kendaraan tidak mau jalan, karena remnya lengket. Teknisi kami meminta dilakukan penarikan atau derek untuk dibawa ke dealer, namun Pak Ming meminta kepada teknisi kami agar kendaraan miliknya bisa jalan malam ini juga, karena harus mengirim barang.” cerita Johanes membuka ceritanya.

Lebih lanjut Johanes menjelaskan,”Akhirnya kami mengambil tindakan emergency atau inisiatif mekanik terhadap kendaraan Pak Ming, setelah dibongkar akhirnya oleh mekanik kami untuk melepas kampas rem yang lengket tersebut, dipukulah kampas rem tersebut. Pada saat dipukul kostumer mengentahui, bahkan dia juga turut menyenter (menerangi) saat mekanik bekerja. Setelah dipukul, akhirnya kondisi rem gupil bukan retak atau pecah seperti yang dituliskan oleh konsumen, kami punya fotonya, kok,” terangnya.

“Melihat kondisi rem kendaraannya, Pak Ming kemudian mengatakan kepada mekanik kami, apakah rem ini ada garansi atau tidak. Mekanik kami menjawab tidak tahu. Pak Ming akhirnya meminta bantuan kepada saya untuk melakukan klaim,  karena menurutnya kilometer kendaraannya masih kecil,” ujarnya.

Akhirnya saya bantu untuk menyelesaikan persoalan rem tersebut, yaitu dengan membantu klaim dari kerusakan rem tersebut.

“Karena ini tindakan emergency, biasanya tidak ada garansi. Tapi Pak Ming meminta bantu saya untuk melakukan klaim, karena menurutnya kilometernya masih kecil. Akhirnya atas nama kemanusiaan, kami membantu melakukan klaim terhadap kerusakan rem kendaraan tersebut. Tapi sayangnya, ketika kami sedang melakukan klaim, dan dalam proses pengajuan klaim. Tapi, tanpa sepengetahuan kami, Pak Ming menelepon ke Wuling Care, dengan laporan bahwa kampas rem kendaraan nya dirusak mekanik, sedangkan saat itu kami sedang membantu mengurus perbaikan dan klaim kendaraan Pak Ming, wajar saja jika saya kecewa atas tindakan Pak Ming tersebut,” jelasnya

“Karena laporan tersebut kami kena warranty letter dari SGMW, karena ada dua laporan berbeda atas nama Pak Mintahardja Wihardja. Kemudian saya telepon Pak Ming, saya tanya apakah saat rem dilepas dengan dipukul oleh mekanik kami atas permintaan Pak Ming, dia jawab tidak. Apakah bapak mengetahui saat rem tersebut di pukul oleh mekanik kami, dia jawab iya, saya mengetahuinya bahkan ikut menyenter saat mekanik bekerja,” sambung Johanes.

“Bayangkan, kita bekerja diluar dari jam kerja apalagi ini sifatnya emergency kita juga disuruh ganti, wajar gak saya kecewa ?, contoh tindakan emergency, jika kendaraan kita terkunci dengan kondisi mesin hidup dan kondisi kunci berada di dalam kendaraan, otomotis tindakan yang diambil adalah dengan memecahkan kaca, kebanyakan kan tindakan emergency seperti itu. Apakah konsumen akan menuntut ganti rugi atas kerusakan kaca tersebut,” ujarnya.

“Atas kejadian ini saya juga tidak membenarkan tindakan yang dilakukan oleh mekanik kami, karena tidak melakukan koordinasi dengan tindakan yang diambilnya. Nah, atas kejadian tersebut, kemudian saya tawarkan penyelesaiannya dengan win win solution, secara klaim kami ke SGMW sudah pasti ditolak dan juga di sini ada mis communication.  Saya tawarkan win win solution dan kami siap menanggung biaya pergantian 50% oleh kami dan 50% nya oleh konsumen, atas pergantian harga kampas rem yang harganya Rp907 ribu kanan dan kiri,” paparnya.

“Dari situ Pak Ming merasa tidak puas, karena menurutnya kilometer pada kendaraannya masih baru dan saya juga tidak menyuruh mekanik memukul kampas rem tersebut,” tuturnya lagi

“Anggapan Pak Ming, saya menuduh Pak Ming menyuruh mekanik saya untuk memukul kampas rem tersebut. Disinilah ada kesalahan komunikasi, padahal saya hanya mengkonfirmasi apakah Pak Ming menyuruh mekanik saya untuk memukul kampas rem tersebut. Tapi, apakah Pak Ming tau saat mekanik kami memukul mukul kampas rem tersebut, di jawab iya, saya tahu,” sambung Johanes.

“Dari situ saya memutuskan untuk ikut menanggung biaya 50% pergantian kampas rem tersebut, karena kerusahakan kampas yang dipukul  oleh mekanik atas inisiatif mekanik kami sendiri karena perbaikannya bersifat emergency, dan tindakan yang diambil oleh mekanik saya dalam upaya agar kendaraan bisa segera jalan, tapi tidak tereport kepada kami,” pungkas Johanes.

Namun demikian, persoalan tersebut saat ini sudah selesai secara damai. Mintahardja Widjaja sudah datang ke kantor dealer Wuling Arista HR Muhammad untuk meminta maaf atas tulisannya yang di unggah di grup sosial media.

 

 

 

 

UPDATE TERBARU

Related news

Dorong Terbentuknya Komunitas WR 155 R, Yamaha Madiun-Kediri Gelar Fun Adventure Touring

Otomotif1.com – Belum lama ini, Yamaha Madiun-Kediri mengadakan Fun Adventure Touring bersama konsumen WR 155 R Sabtu, (17/10/2020), dengan tujuan destinasi wisata alam Bukit...

Semakin Dekat dengan Konsumen, BMW Astra Surabaya Resmikan BMW Luxury Store di Grand City Mall Kota Surabaya

Otomotif1.com - Guna memenuhi keinginan konsumen yang ingin melakukan modifikasi tapi dengan asesoris asli BMW, nampaknya tidak perlu pusing lagi untuk mencarinya. Tinggal, datang...

Tampil Lebih Racing Dengan Ubahan Terbaru, Suzuki Wagon R Edisi Khusus 50 Tahun Suzuki Kini Bisa Dipesan di UMC

Otomotif1.com - Merayakan 50 tahun kehadiran Suzuki di Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) secara virtual meluncurkan Karimun Wagon R 50th Anniversary Edition, Sabtu...

Ini yang Membuat DFSK Super Cab Laku Keras di Daerah Perbukitan Seperti Malang

Otomotif1.com - Sampai saat ini, banyak orang bertanya apa sih hebatnya DFSK Super Cab? Padahal kendaraan yang menggunakan dua jenis bahan berbeda bensin dan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here