Perseteruan Keluarga Pemilik Liek Motor, Masuki Babak Baru

Otomotif1.com – Kehadiran Royce Muljanto selaku pemilik Satu Dealer dan juga pemegang saham PT Liek Motor ke Bank Permata pada Senin, (12/11) sekitar jam 10.00 WIB, bermaksud meminta kebijakan dari Bank Permata selaku kreditor untuk mengeluarkan jaminan Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada penjamin dalam hal ini Royce Muljanto.

Royce Muljanto yang datang seorang diri ke Bank Permata, Jl Tunjungan No 52 Surabaya, bermaksud untuk melepaskan diri dari debitur dalam hal ini Liek Motor. Karena menurutnya, hal ini hanya membuang-buang waktu.

“Jadi nanti ketemuan aja langsung Kamis, (15/11) tinggal tanda tangan dan tidak ada lagi pembicaraan. Sementara hari ini, Senin (12/11) saya memutus dengan Bank Permata. Artinya, tinggal Bank Permata itu mau menyerahkan sekarang SHM-nya kepada penjamin atau masih meminta persetujuan dari debitur. Saya sangat berharap, Bank Permata bisa mengambil kebijakan sendiri dengan mempertimbangkan kasus ini yang hampir berjalan selama 3 tahun,” jelas Royce, di Surabaya, Senin (12/11).

Sebenarnya, Royce selaku penjamin pada 31 Juli 2018 pernah datang ke Bank Permata, karena merujuk surat Permata Bank no 412/SK/COMM JEI/WB/7/2018, tentang pengambilan jaminan sertifikat.

Namun, hal tersebut gagal terlaksana. Hal ini disebabkan karena pihak  Debitur (Liek Motor) tidak bersedia hadir.

Hal ini dianggap Royce tidak serius dan cenderung main-main, karena sebagai penjamin dirinya tidak dianggap penting dalam kasus yang berlarut larut ini.

“Buat apa menahan jaminan SHM yang saya jaminkan, padahal itu sudah lunas per 8 Desember 2016 artinya 3 tahun yang lalu. Jadi saya berkesimpulan, ini jelas main-main dan tidak serius,” tegas Royce.

Royce sendiri heran, punyak hak apa Bank Permata bisa menentukan pengembalian jaminan kepada penjamin pada 15 November 2018. Padahal SHM yang dijaminkan sudah lunas 3 tahun lalu atau per 8 Desember 2018.

Menurut Royce, sekarang Bank Permata berkewajiban mengembalikan jaminan kepada penjamin setelah, dan tidak punya hak untuk menahannya lagi, karena kasus pengembalian SHM miliknya sampai tertunda selama 3 tahun, hanya karena ketidak hadiran debitur.

Lantas apakah Bank Permata berhak meminta persetujuan Debitur ketika mengembalikan jaminan kepada penjamin.

“Tentu hal ini akan menimbulkan dualisme dan semakin jelas adanya keberpihakan dalam kasus ini,” ungkapnya lagi.

Hal terpenting dari kasus ini, Royce berharap Bank Permata tidak perlu bingung untuk menuruti penjamin atau debitur, kecuali penjamin diposisi yang lebih tinggi, sehingga debitur akan mengikuti penjamin.

Royce juga berharap, semoga SHM 328 miliknya, dapat diserahkan langsung dari Bank Permata sesuai pada tanggal 15 November 2018 sesuai dengan isi surat no 498/SK/COMM JEI/WB/10/2018, meski pun tanpa kehadiran dari pihak Debitur dalam hal ini Liek Motor.

 

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here