Royal Enfield Himalayan Tampil Dengan Sespan Diajang Paris Motor Show

Surabaya, Otomotif1.com – Royal Enfield Himalayan menjadi motor adventure pendatang baru yang mampur menyita perhatian publik di Indonesia. Motor yang dirilis di Indonesia pada April lalu dalam ajang IIMS 2018, kini tengah digandrungi para penggila motor adventure meskipun motor ini dibanderol cukup mahal sekitar Rp93 jutaan.

Himalayan juga tampil memukau diajang Bangkok Motor Sale 2018, dengan tampulan lebih agresif dan brutal. Hal ini disebabkan desainya yang terinspirasi dari motor yang digunakan diajang balap rally Dakkar.

Dan pada ajang Paris Motor Show 2018, Royal Enfield Himalayan kembali hadir. Kali ini Royal Enfield Himalayan hadir dengan versis khusus sidecar (sespan).

Versi khusus dari Royal Enfield Himalayan dengan Sidecar ditampilkan di stan SW-Motech, yang merupakan perusahaan aksesoris bagasi motor. Model menampilkan fitur berbagai perlengkapan touring seperti kantong pelana, tas tangki, tunggangan Smartphone, bahan bakar jerigen dan tas wol tahan air berbeda dari SW-Motech.

Tampil dengan sespan dalam warna hitam matte, fitur sisi-langkah, kaca depan pendek dan ban knobby dengan roda kawat, kesan adventure semakin kental kentara pada motor ini. Terlepas dari penambahan sespan dan aksesoris bagasi, Himalaya tetap tidak berubah.

Royal Enfield Himalayan adalah sepeda motor untuk bertualang (adventure) yang memiliki suspensi perjalanan panjang di kedua ujungnya. Royal Enfield baru-baru ini meluncurkan model ABS Himalaya di India.

Untuk kapasitas mesin, Himalayan memang berada di atas versys-X250, CRF250L Rally dan V-Strom 250. Himalayan memiliki kapasitas mesin sebesar 411 cc, 1-silinder, SOHC, 4-stroke serta berpendingin udara yang dihubungkan dengan transmisi manual 5-percepatan.

Dari spesifikasi itu, mesin Himalayan memang tidak bisa dibilang advance, tapi malah tergolong mesin konvensional yang sederhana. Apalagi Himalayan masih mengandalkan sistem pembakaran karburator.

Tenaga yang dihasilkannya juga tidak bisa dibilang besar, hanya 24 Hp pada putaran mesin 6.500 rpm. Tapi, Himalayan memiliki lontaran torsi yang besar yaitu mencapai 32 Nm pada putaran 4.500 rpm.

Dengan torsi sebesar ini menjadi keunggulan tersendiri bagi Himalayan. Maklum motor ini menggunakan long stroke pada mesinnya, jadi tidak heran jika ledakan torsinya lumayan dahsyat.

Untuk suspensi hardware di Royal Enfield Himalaya terdiri dari 41 mm garpu depan teleskopik konvensional dan linkage-jenis mono-shock di belakang. Motor ini memiliki panjang  suspensi 200 mm di depan dan 180 mm di belakang dan memiliki ground clearance 220 mm.

Pada sistem pengereman, Himalayan menggunakan cakram tunggal 300 mm pada bagian depan, sementara pada bagian belakang memiliki cakram 240 mm, dengan opsional dual-channel ABS dari Bosch.

Untuk roda pada Himalaya menggunakan ring 21 inci untuk bagian depan dan 18-inci untuk bagian belakang yang berpasangan dengan ban off-road knobby dari CEAT.

Di Indonesia, Royal Enfield Himalayan bersaing di segmen yang sama dengan Kawasaki Versys X-300 dan BMW G 310 GS.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here