Sekitar 1.000-an Karyawan Daihatsu Tak Diperpanjang Kontraknya

Otomotif1.com – Sempat terhenti pabrik kendaraan Daihatsu di Indonesia akibat wabah pandemi Covid-19, namun akhirnya kembali dibuka baru-baru ini.

Meski demikian, industri otomotif masih terpapah-papah dalam meraih cuan di tengah pandemi Covid-19. Sejak resmi diumumkan kalau Indonesia termasuk negara yang terinfeksi Covid-19 pada Maret 2020, penjualan mobil pun langsung merosot tajam.

Akibat dampak tersebut, PT Astra Daihatsu Motor memutuskan tidak memperpanjang kontrak ribuan karyawannya demi efisiensi perusahaan. Namun, untuk karyawan tetap tidak ada yang sampai di-PHK.

Penjelasan tentang pemutusan tenaga kontrak PT Astra Daihatsu Motor (ADM) diungkap oleh Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra baru-baru ini.

“Sejauh ini kami tidak ada pemutusan hak kerja. Tapi karyawan kontrak yang masanya habis tidak diperpanjang,” terangnya.

Menurut Amelia, ADM juga tidak menawarkan pensiun dini kepada karyawan meskipun produsen mobil ini masih ketar-ketir dalam penjualannya.

Selama pandemi, kata Amelia, perusahaan memastikan para karyawan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Jadi komposisi pekerja yang masuk 50 persen dan sisanya libur. Dan yang masuk tetap harus mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Saat ini, sekitar 13 ribu karyawan masih bekerja di ADM. Sedangkan karyawan kontrak sekitar 1.000 orang.

Sementara untuk yang bekerja dengan sistem kontrak, ada sekitar 1.000 orang.

Jumlah karyawan kontrak tidak signifikan. Apalagi kalau dihitung adanya karyawan kontrak yang baru.

“Kami lihat baru 1000-an dari total karyawan Daihatsu yang mencapai 13.000 lebih. Konsepnya seperti itu intinya, yang sudah habis tidak diperpanjang,” tambah dia.

Amelia mengatakan, divisi ADM sudah harus merivisi bujetnya, termasuk biaya promosi diturunkan secara drastis.

“Ini sebagai bentuk komitmen kami untuk menjadi perusahaan yang eksis di tahun ini dengan meminimalkan biaya-biaya,” tutur dia.

Daihatsu masih memberlakukan sistem kerja shifting. Sebanyak 50 persen bekerja di kantor, sedangkan 50 persen lainnya bekerja dari rumah.

Untuk 50 persen yang bekerja di kantor dipastikan jaraknya sesuai protokol COVID. Di tiap meja dipasang partisi.

“Yang kami lakukan adalah menunjukkan komitmen kami bahwa karyawan adalah aset,” tandas Amelia.(*)

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here