Selain Dengan MyPertamina, Pemerintah Harus Mengatur BBM Bersubsidi Dengan Perpres

Otomotif1.com – Revisi Perpres 191 Tahun 2014, adalah payung hukum yang akan menjamin efektifitas pengendalian BBM bersubsidi tepat sasaran. Salah satunya dengan menerapkan aplikasi MyPertamina dalam pembelian produk-produk BBM Pertamina. Sayang, hingga kini revisi Perpres itu belum juga rampung.

Menurut anggota Komisi 7 DPR RI, Abdul Kadir Karding, revisi Perpres itu adalah kewenangan pihak eksekutif. “Kami paling memberikan masukan saja. Salah satu masukan saya dari dulu, adalah konsisten soal siapa yang berhak mendapat subsidi. Mobil plat hitam nggak usah lagi dapat subsidi. Yang perlu disubsidi itu adalah mobil plat kuning, angkot, transportasi, dan sebagainya. Taksi online dapat karena untuk publik,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Usul itu dikemukakan Karding karena dalam hitungan dia, 70% subsidi dialokasikan untuk mobil. Jika masalah ini dapat diselesaikan, politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu yakin, subsidi akan tepat sasaran. “Selain memakai MyPertamina, pemerintah harus berani mengaturnya di dalam Perpres,” ujarnya.

Sayang, menurut Dekan Fakultas Teknik UPI YAI, Fitri Suryani, sampai saat ini sosialisasi MyPertamina ke masyarakat masih belum efektif. Padahal, aplikasi itu menjadi salah satu cara untuk memastikan siapa yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi. Karena itu, ia menyarankan agar sosialisasi MyPertamina semakin digencarkan. “Menurut saya, aplikasi ini sangat dibutuhkan masyarakat. Misalnya untuk mengawal pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Syawa, seorang mahasiswi Universitas Persada Indonesia YAI, mengaku baru memahami pentingnya aplikasi MyPertamina dari diskusi yang diselenggarakan di kampusnya. “Saya jadi tahu siapa saja yang berhak mendapatkan BBM subsidi. Saya berharap aplikasi MyPertamina dapat terus dikembangkan,” ujarnya.

Yosi Riska, mahasiswi UPI YAI lainnya, menilai distribusi BBM yang selama ini dilakukan Pertamina sudah baik. Ia pun berharap, dengan aplikasi MyPertamina distribusi BBM bersubsidi dapat optimal. “Sudah selayaknya, mereka yang memperoleh BBM bersubsidi adalah mereka yang berhak mendapatkannya,” kata Yosi.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here