She’s Mercedes Luncheon 2018: Kisah Kesuksesan 2 Wanita Dibalik Sejarah Panjang Mercedez-Benz

 

Jakarta, Otomotif1.com – Hubungan sangat antara wanita dengan Mercedez-Benz begitu kuat, setidaknya hal ini dapat dilihat dari hari yang istimewa bagi perempuan sedunia. “Be bold for change” (berani untuk berubah) adalah motto dari Hari Perempuan Internasional. Tekad kuat tersebut juga mendorong para wanita penting yang hidup pada saat Mercedes-Benz pertama kali didirikan di akhir abad ke-19.

Berbekal sifat percaya diri dan tanggung jawab, mereka merupakan pionir mobilitas yang berhasil menentang perlawanan di masyarakat. Nama MercedesBenz dapat ditelusuri dari kedua tokoh wanita berikut: Mercedes Jelinek, putri seorang pengusaha Austria yang merintis penjualan kendaraan Daimler pada tahun 1898, dan Berta Benz, yang melakukan perjalanan jarak jauh pertama di masa awal kendaraan bermotor. Melalui inisiatif She’s Mercedes, Mercedes-Benz semakin memberikan sorotan terhadap kebutuhan para wanita.

Miranda S. Goeltom berada di acara She’s Mercedes Luncheon 2018

 

Melalui inisiatif She’s Mercedes, Mercedes-Benz menggandeng Codeltra Asia  menggelar acara She’s Mercedes Luncheon 2018 di Alto Restaurant and Bar, Four Seasons Hotel Jakarta, Rabu 28/3 lalu.

Menurut keterangan Roelof Lambert, Presiden dan CEO PT Mercedez-Benz Distribution Indonesia (MBDI), kaum wanita adalah kelompok konsumen yang tumbuh paling cepat dan paling berpengaruh di dunia.

“Tujuan kami adalah untuk menanggapi keinginan dan kebutuhan para wanita secara holistik – mulai dari penjualan, komunikasi hingga layanan. Dalam beberapa tahun mendatang, kami ingin menjadikan MercedesBenz sebagai merek mobil premium paling atraktif di dunia bagi kaum wanita serta meningkatkan proporsi pelanggan wanita kamim”, katanya.

Para peserta dari Mercedes-Benz Distribution Indonesia dan Codeltra Asia di acara She’s Mercedes Luncheon 2018 pada hari ini di Jakarta

 

Fokus acara She’s Mercedes yang eksklusif tersebut ditempatkan pada jaringan pemberdayaan wanita.

“Kami senang dapat bermitra dengan Mercedes-Benz pada acara yang menyoroti pemberdayaan wanita ini. Kami percaya bahwa kunci keberhasilan bagi wanita terletak dalam penggunaan soft skills yang kita semua kuasai, namun jarang sekali terpikirkan. Inisiatif She’s Mercedes ini menetapkan fondasi yang kuat dalam membangun sebuah jaringan,” kata Sherly Worth, Pendiri dan CEO Codeltra Asia.

Platform inspirasi She’s Mercedes memungkinkan terjadinya komunikasi yang ditargetkan antar kaum wanita. Dengan mengadakan acara global dan kesempatan membangun sebuah jaringan, She’s Mercedes mengajak bertukar pandangan dan informasi secara reguler.

Melalui majalah dan juga jaringan She’s Mercedes, para wanita menarik dari beragam bidang dan sektor berbagi wawasan mengenai dunia kehidupan mereka serta mengundang adanya dialog. Kisah sukses dari bidang profesional dan pribadi mereka diharapkan akan menginspirasi banyak orang dalam memulai jalan kehidupan mereka sendiri.

Inisiatif ini telah mendapatkan respon yang luar biasa: lebih dari 5.000 wanita telah ikut serta dalam berbagai acara She’s Mercedes di seluruh dunia. Tahun lalu, Indonesia menjadi tuan rumah She’s Mercedes Golf Tournament ke-2. Turnamen golf bergengsi yang dimulai pada tahun 2016 ini merupakan yang pertama dalam segmen otomotif premium yang diperuntukkan bagi kaum wanita dengan latar belakang yang berbeda dari berbagai industri.

Dengan dimulainya She’s Mercedes Ladies Golf Tournament, Mercedes-Benz Indonesia mempelopori penciptaan cara-cara unik dalam dunia olahraga dan rekreasi yang ditujukan khusus untuk menginspirasi dan menghubungkan wanita dari berbagai bidang dalam menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Daimler, perusahaan induk Mercedes-Benz, telah menetapkan sasaran peningkatan proporsi wanita dalam posisi manajemen hingga 20 persen pada tahun 2020. Persentase tersebut terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan saat ini telah mencapai lebih dari 15 persen.

Bersama Renata Jungo Brüngger dan Britta Seeger, Daimler memiliki dua wanita yang duduk di Dewan Manajemen, setara dengan persentase wanita sebesar 25 persen. Manajemen keragaman telah tertanam kuat di dalam strategi perusahaan sejak tahun 2005 dan memberikan kontribusi yang menentukan bagi kesuksesan perusahaan. Daimler menekankan pentingnya tenaga kerja yang beragam serta memanfaatkan pengalaman, perspektif dan keterampilan yang berbeda. Manajemen keragaman yang aktif mencakup berbagai peluang kualifikasi, lokakarya dan acara yang diperuntukkan bagi kaum wanita namun juga bagi kaum pria, serta sejumlah program mentoring.

Sejak pertama didirikan, kaum wanita merupakan bagian dari kisah sukses mobilitas Mercedes-Benz dan juga memainkan peran fundamental dalam kelanjutan pengembangan merek tersebut – baik sebagai peneliti, pengembang, insinyur maupun pelanggan cerdas dengan keinginan individu yang mereka miliki.

“She’s Mercedes adalah inisiatif merek pertama yang mendukung wanita modern dalam kehidupan profesional dan pribadi mereka. Saya senang melihat respon dan keterlibatan yang sungguh antusias dari para wanita inspiratif di seluruh Indonesia,” ujarnya lagi.

“Tahun ini, kami bermaksud untuk melanjutkan inisiatif kami, terutama melalui dialog dan terus mengembangkannya pada wadah jaringan terpilih. Ini merupakan sesuatu yang sangat saya tunggu-tunggu,” tandas Roelof Lamberts.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here