Suzuki Siap Hengkang Dari China

 

Surabaya, Otomotif1.com – Suzuki Motor akan menghentikan pembangunan industri kendaraannya di negeri Tirai Bambu, China dan akan lebih memfokuskan diri pada pembangunan SDM nya di India di mana Suzuki memegang pangsa pasar yang besar di sana. Seperti dilaporkan nhk.or.jp pekan ini.

Suzuki yang sudah lebih dari dua dekade meramaikan pasar otomotif di China, saat ini sedang dalam proses untuk membubarkan kedua usaha patungan yang dibangun bersama mitra mereka di China yaitu Changhe Suzuki Automobile Co dan Changan Suzuki Automobile Co.

Pemutusan kerjasama antara Suzuki dengan kedua mitranya di China itu sendiri, sudah dilakukan awal Juni 2018, hal ini disampaikan chief eksekutif Suzuki lewat pengumuman resminya baru-baru ini jika mereka sudah memutuskan berpisah dengan Changhe Suzuki Automobile Co. Sementara, dengan Changan Suzuki Automobile Co, para eksekutif Suzuki sejauh ini masih berdikusi untuk menyelesaikan kerjasama tersebut.

Divestasi itu berarti Suzuki akan menarik pasar mobil terbesar di dunia setelah lebih dari dua dekade produksi di sana.

Sejauh ini belum ada kabar resmi kembali yang menjelaskan hengkangnya Suzuki dari China. Namun demikian, tentang hengkangnya Suzuki dari China bisa dipahami. Suzuki yang selama ini dikenal sebagai produsen kendaraan ringkas dengan harga murah, memang kurang bisa bersaing dengan konsumen China yang saat ini lebih memilih kendaraan dengan model besar dan mewah. Hal ini dikarenakan, pertumbuhan ekonomi China yang semakin kuat belakangan ini.

Selain itu, peraturan yang lebih ketat mungkin menjadi faktor lain. Beijing saat ini tengah mendorong produsen kendaraan untuk lebih fokus memproduksi lebih banyak model kendaraan dengan teknologi hibrida dan listrik, hal ini nampaknya menjadi penghambat Suzuki berkembang di China.

Keluarnya Suzuki dari China dan lebih fokus pada pasar India, hal ini bisa dimaklumi. Suzuki pada tahun 2017 berhasil membukukan penjualan 1,6 juta unit di India dan berencana untuk meningkatkan menjadi 2 juta unit pada tahun 2020.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here