Test Drive Nissan Terra VL 4×2 AT, Begitu Mudahnya Menaklukan Jalur Maut Trawas-Cangar

Surabaya, Otomotif1.com – Pasar kendaraan di jenis sport utility vehicle (SUV) beberapa tahun belakangan ini menjadi salah satu kendaraan yang paling banyak digemari di tanah air. Pada jenis kendaraan ini ada dua tipe rangka yang digunakan, monocoque dan ladder frame.

Tidak sedikit dari kalangan pengguna SUV menganggap bahwa mobil SUV dengan sasis monocoque leboh cocok untuk daerah perkotaan. Namun, tidak sedipit pula yang mengatakan, jika sasis terbaik untuk kendaraan SUV mengunakan sasis ladder frame.

Monocoque berasal dari bahasa Perancis yang berarti rangka tunggal. Artinya, sasis dan bodi kendaraan merupakan satu kesatuan. Sayangnya, untuk jenis SUV bodi dengan sasis monocoque memiliki ground clearance yang tidak terlalu tinggi, sehingga kurang tangguh untuk melibas medan off-road.

Berbeda dengan sasis ladder frame. Pada rangka kendaraan seperti Nissan Terra yang menggunakan sasis ladder frame, kedua komponen tersebut terpisah. Disebut ladder frame karena sasisnya yang memang mirip tangga.

Sederhananya, sasis pada ladder frame berada di bawah dan menopang bodi serta mesin. Biasanya sasis ladder Frame digunakan pada kendaraan pick up  premium seperti Nissan Terra, Nissan Navara dan Ford Ranger.

Apa yang membuat sasis lader frame begitu istimewa, karena pada kaki-kaki mobil SUV yang menggunakan rangka ladder frame jauh lebih kuat dan memiliki ground clearance yang lebih tinggi dari sasis monocoque, sehingga SUV dengan sasis ladder frame lebih bisa diandalkan untuk melibas medan off-road.

Perang kehandalan medium SUV di Indonesia memang lumayan sengit. Jika dulu kita hanya mengenal nama-nama medium SUV seperti Ford Everest, Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero, Isuzu MU-X, Chevrolet Trailblazer, kini medium SUV semakin ramai dengan kehadiran Nissan Terra, yang tampil lebih berbeda dari kebanyakan SUV medium yang ada saat ini.

Sosoknya yang jangkung namun memiliki wajah konvensional, dengan rangka ladder frame Nissan Terra memang menggoda setiap orang pecinta off-road untuk mencoba ketangguhan mobil yang diluncurkan di Filipina pada tahun 2018 lalu.

Belum lama ini, Nissan Datsun A Yani Surabaya menggelar gathering media yang dihadiri oleh kurang lebih 12 media di Surabaya untuk mencoba kecanggihan Nissan Terra untuk melibah jalur maut Trawas-Cangar. Unit yang dicoba kepada media adalah tipe tertinggi dari barian Nissan terra yaitu VL dengan sistem gerak 2 roda.

Desain Modern Nissan Terra

Dari segi desain, Nissan Terra adalah sosok SUV jangkung yang angkuh dan sulit di taklukan. Padahal sebenarnya tidak. Kelebihan dari Nissan Terra dibandingkan dengan para rivalnya adalah dari sisi tampilan depannya yang kekar dan berkelas. Lihat saja bentuk V-Shape grill yang menjadi ciri khas produk Nissan. Dengan disematkannya lampu DRL (day time running light) yang tampil serasi dengan bentuk headlamp yang mengkurva. Dengan bentuk honey comb (sarang lebah) pada grill yang dilapisi krom, semakin menambah nuansa kekar pada SUV ini.

Jika kita melihat dari sisi samping, maka kita akan langsung melihat perawakan sebuah SUV yang jangkung dan lebar. Namun demikian, meski terlihat bongsor Nissan Terra tidak terlalu oversize, dan masih proporsional dari segi desain. Penempatan footstep alias pijakan kaki untuk penumpang yang memajang memudahkan penumpangnya untuk masuk ke dalam kabin. Satu yang membuat kami sangat suka dengan mobil ini, bentuk overfender pada spatbor bagian depan dan belakang mobil ini terlihat sepadan dengan bentuk bodi keseluruhan. Corak velg dengan paduan warna two tone polish semakin menambah kesan mewah kendaraan ini.

Pada bagian buritan terlihat mewah berkat penggunaan stoplamp yang berikuran besar dengan teknologi LED yang memanjang sangat cantik jika malam hari. Ada 4 titik sensor parkir pada bagian Nissan Terra, untuk memudahkan penggunanya ketika memarkir kendaraan bongsor ini. Sayangnya, pada bagian belakang mobil ini tidak dilengkapi dengan lampu kabut, padahal slot tempat lampunya sudah tersedia.

Nissan Terra dibuat memang untuk kenyamanan dan keamanan yang jauh di atas para rivalnya. Meski memiliki dimensi yang bongsor, bagi pengemudi pemula sekalipun tidak perlu was-was dalam menjinakkan Nissan Terra ini. Pasalnya, pada mobil ini sudah dibekali dengan teknologi unggulan yang tidak ada pada kompetitornya, yaitu Intelligent Around View dengan moving Object Detection.

Pada bagian belakang mobil ini dilengkapi dengan 2 kamera yang memiliki fungsi berbeda. Total keseluruhan kamera yang dibenamkan pada Nissan Terra berjumlah 5 buah, yaitu 4 untuk kamera 360 dan 1 kamera mundur. Bahkan pada spion tengah dapat menampilkan citra dari kamera belakang, selain sebagai salah satu fitur keamanan kamera ini berfungsi untuk memperluas pandangan pengemudi saat berkendara.

Fitur keselamatan lainnya seperti 6 buah airbags, lane departure warming, blind spot monitoring, VDC, HAS, electring folding mirror, dual zone AC, dan jok elektrik untuk pengemudi. Untuk kursinya sendiri sudah dilapis kulit dengan warna kecoklatan.

Nissan Terra sebagai SUV dengan 7 penumpang, ternyata memiliki akses bangkus yang menarik pada baris ketiga. Akses masuk untuk penumpang untuk menempati baris ketiga sangat mudah sekali. Melipat kursi baris ketiga sudah tidak menggunakan manual, cukup dengan one touch tumble yang memungkinkan bangku pada ketiga melipat dengan satu sentukan saja.

Mesin

Nissan Terra VL 4×2 AT yang kami test ini sudah menggunakan teknologi common rail yang paling powerful. Raungan suara diesel 2.500 cc yang dibenamkan pada Nissan Terra VL 4×2 AT, mampu memuntahkan tenaga sekitar 190 dk pada putaran mesin 3.600 rpm, yang menghasilkan daya dorong sebesar 450 Nm pada 2.000 rpm. Tidak heran jika Nissan Terra memiliki torsi paling besar dibandingkan para kompetitornya.

Test Drive

Ketika kami duduk pada bangku kemudi, kami sama sekali tidak merasakan sedang berada di kabin sebuah kendaraan SUV yang bongsor. Pengaturan kursi dan setir sangat baik, sangat mudah untuk mencapai posisi ideal untuk mengemudi.

Begitu pun ketika kami meluncur, setelah memindahkan transmisi ke D dan mulai berjalan. Putaran setir sangat friendly, ringan dan sepertinya sangat mudah digunakan oleh wanita juga.

Untuk membuktikan jika Nissan Terra memilii torsi yang paling besar di kelas SUV 2.500 cc, kami mencoba melakukan overtaking,begitu mudahnya. Bahkan ketika saya mencoba untuk menjejak gas untuk mencapai kecepatan 120 km/jam begitu mudah. Jika saya hitung akselerasi dari 0-100 km/jam bisa kami dapatkan hanya dalam waktu sekitar 10 detik saja.

Memasuki jalur Pacet yang mulai mendaki dengan kemiringan nyaris 45 derajat melintasi punggung dari Gunung Welirang salah satu gunung api yang tidak aktif di Jawa Timur, Nissan Terra begitu mudah melahapnya. Tanjakan Cangar yang termasuk jalur maut bagi semua pegendara, seakan tidak berarti ketika kami jajal dengan Nissan Terra.

Alhasil kami puas menjajal SUV yang menjadi ikon dari acara Ring of Fire. Pantas saja jika pengusaha asal Surabaya Youk Tanzil bersama putri tericintanya begitu mudah melibas belantara Irian Jaya, pasalnya memang Nissan Terra begitu handal bukan saja di jalanan on road, tapi juga off road.

Nissan Terra untuk varian 4×2 VL AT ini dibanderol untuk OTR Jatim Rp 539,5 Juta.

UPDATE TERBARU

Related news

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here