otomotif1.com

SIMPATI Woman Rally Team: Dominasi Podium Wanita di Sirkuit  Pasuruan

SIMPATI Woman Rally Team: Dominasi Podium Wanita di Sirkuit  Pasuruan

Di lintasan sempit & berbatu, Diva Zahra juara Kelas Wanita & Juara 2 F3; Patricia Revalina posisi kedua; Larasati tunjuk kemajuan meski terkendala teknis. Simak analisis Rifat Sungkar soal kedalaman tim & strategi pembinaan jangka panjang.

Ukuran teks

Otomotif1.com, PASURUAN, JAWA TIMUR – 31 Agustus 2026 | – Gelaran Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2026 Putaran 3 di Sirkuit Bhayangkara Kejayan menjadi bukti nyata kekuatan SIMPATI Woman Rally Team (SWRT).

Menghadapi trek yang spesifik: relatif sempit, permukaan kerikil bercampur batu, sangat menuntut ketelitian mata, presisi membaca jalan, serta komunikasi padu antara pengemudi dan navigator agar tetap konsisten di setiap perubahan kondisi.

Tiga pembalap wanita inti SWRT: Diva Zahra, Larasati, dan Patricia Revalina menampilkan persaingan yang cerdas dan berani:

9704d05a8fc9c1f5404e1a4c2eab14c8.webp

Rincian Prestasi:

  •  Diva Zahra: Mengamankan Juara 1 Kelas Wanita, sekaligus tampil mengesankan di kelas campuran sebagai Juara 2 Kelas F3 serta Peringkat ke-4 Grup F. Ini membuktikan kemampuannya bersaing di kasta lebih tinggi dengan fokus yang sangat terjaga.
  • Patricia Revalina: Konsisten & stabil di posisi kedua kategori wanita, membangun semangat serta ritme kompetisi yang terus bertambah kuat.
  • Larasati: Meski mengalami hambatan mekanis yang menghalangi posisi akhir terbaik, ia tetap menunjukkan perbaikan teknik membaca lintasan & penanganan medan baru sebagai modal berharga ke depannya.

Pandangan Rifat Sungkar Mengenai Struktur & Masa Depan Tim

Pencetus SWRT, Rifat Sungkar, menilai komposisi tim sangat strategis karena berlapis pengalaman:

“Saya sangat gembira dengan hasil yang diraih SWRT di putaran ini. Kalau melihat komposisinya, tim ini seperti berlapis. Diva punya pengalaman paling banyak dibanding Patricia dan Larasati, sehingga dia bisa menjadi benchmark sekaligus memberikan pengalaman kepada dua rekannya,” ujar Rifat Sungkar.

Potensi Diva dipandang belum sampai batas puncaknya:

“Diva semakin menunjukkan diri sebagai pereli yang pantas diperhitungkan dalam kompetisi. Target dia akan semakin tinggi yaitu bisa juara, terutama di Kelas F3, kelas dengan tingkat kompetisi yang cukup ketat,” papar Rifat.

4bc1e80e0446385e38d35e777cd6a9dc.webp

Penilaian menyeluruh terhadap dua pembalap lainnya tetap positif dan optimis:

“Patricia menunjukkan antusiasme yang bagus. Dia punya semangat untuk terus berkembang dan belajar. Sementara Larasati juga menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Sayangnya, kali ini dia kembali terkendala masalah mekanis. Jadi, walaupun belum bisa berdiri di podium, saya melihat ada progress yang positif dari keduanya,” lanjut Rifat.

Filosofi kerja SWRT tetap kokoh: perlombaan bukan sekadar memburu hasil kilat, melainkan setiap putaran adalah sekolah hidup—mematangkan insting, memperkuat fondasi teknis, dan membangun karakter tahan banting.

Harapan besar terselip pula agar kisah sukses ini menjadi pemicu semangat bagi perempuan-perempuan Indonesia lain yang ingin melangkah ke sirkuit reli nasional. (*) [sny]

Update Terbaru

Lihat semua