Senator Bernie Moreno memastikan Mercedes-Benz tidak akan terkena larangan meski 20 persen sahamnya dimiliki perusahaan China. RUU ini masih tertahan di Senat.
Mercedes-Benz dipastikan tidak akan terkena larangan impor mobil China di Amerika Serikat.
Senator Bernie Moreno menyatakan bahwa RUU yang ia usung bersama Senator Elissa Slotkin tidak akan menjerat pabrikan Jerman tersebut.
Kepastian ini muncul setelah Senator Republik Rand Paul awalnya menyuarakan kekhawatiran bahwa RUU tersebut bisa efektif melarang Mercedes-Benz menjual mobil di AS.
RUU bipartisan itu bertujuan melarang impor, produksi, dan penjualan kendaraan yang perangkat lunak maupun perangkat kerasnya memiliki keterkaitan dengan China.
Aturan tersebut juga melarang perusahaan dengan kepemilikan China lebih dari 15 persen menjual kendaraan di Amerika Serikat.
Saat ini, Beijing Automotive Group (BAIC Group) memiliki 9,98 persen saham Mercedes-Benz. Pendiri sekaligus chairman Geely, Eric Li Shufu, memiliki tambahan 9,7 persen saham.
Total kepemilikan China di Mercedes-Benz mencapai sekitar 20 persen, melewati ambang batas 15 persen yang diatur dalam RUU.
Kondisi ini yang memicu kekhawatiran awal dari Senator Rand Paul.
Pembuat RUU Berkomitmen Cari Solusi
Moreno menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat tidak akan menandatangani RUU yang melarang Mercedes-Benz beroperasi di AS. Ia menyatakan para pembuat kebijakan harus mencari cara untuk mengelola situasi tersebut.
Moreno juga mempertanyakan apakah Mercedes-Benz dapat menurunkan kepemilikan China di bawah 15 persen tanpa melumpuhkan perusahaannya.
Ia menambahkan bahwa legislator perlu mencari solusi agar Volvo tetap bisa menjual mobilnya secara lokal, meski mayoritas sahamnya dimiliki Geely.
RUU ini tidak hanya berdampak pada Mercedes-Benz. Geely memiliki 17 persen saham di Aston Martin, yang juga melampaui ambang batas 15 persen.
RUU tersebut baru-baru ini tertahan di Senat dan kemungkinan akan ditunda setelah pemilihan paruh waktu.
RUU ini dibangun di atas legislasi yang diperkenalkan pemerintahan Biden, yang telah secara efektif melarang mobil China dijual di AS.
