BYD Seagull generasi kedua dijadwalkan meluncur 20 Oktober dengan LiDAR, dimensi lebih besar, dan interior baru. Simak detailnya di sini.
BYD Seagull generasi kedua dijadwalkan meluncur pada 20 Oktober. Kendaraan ini telah membuka pemesanan blind pre-order.
Model baru ini membawa sejumlah pembaruan, mulai dari dimensi fisik yang lebih besar hingga integrasi sistem pengemudian cerdas tingkat tinggi, termasuk LiDAR.
Desain Eksterior dan Dimensi
Seagull baru akan tersedia dalam enam pilihan warna eksterior. Bagian depan mengusung desain gril tertutup dengan garis tajam dan kluster lampu poligonal.
Sensor LiDAR terpasang di atap, menandakan peningkatan kemampuan sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS).
Profil samping memiliki gagang pintu semi-tersembunyi, roda hitam mengilap, dan desain pilar B/C/D tersembunyi. Bagian belakang dilengkapi lampu belakang baru dan panel diffuser yang menonjol.
Dimensi model baru ini lebih besar dari versi saat ini.
Panjangnya 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dan jarak sumbu roda 2.650 mm.
Dibandingkan model lama, kendaraan ini 425 mm lebih panjang dengan jarak sumbu roda bertambah 150 mm.
Interior dan Powertrain
Bagian dalam kabin telah didesain ulang. Dasbor dilengkapi layar sentuh tengah yang lebih besar.
Meskipun kluster instrumen tradisional dihilangkan, desainnya tetap mempertahankan tombol fisik tertentu untuk kemudahan penggunaan.
Penambahan praktis meliputi bantalan pengisian daya nirkabel dan area penyimpanan tengah yang luas. Interior dilengkapi setir dua palang minimalis baru.
BYD Seagull generasi kedua tetap merupakan kendaraan listrik murni.
Tenaganya berasal dari motor sinkron magnet permanen (model TZ164XYB) yang diproduksi oleh Zhengzhou BYD Auto Co., Ltd., dengan daya maksimum 95 kW (127 hp).
Kendaraan ini diperkirakan akan dilengkapi baterai Blade LFP generasi kedua yang mendukung pengisian cepat. Sel dan rakitan baterai diproduksi oleh Shaoxing FinDreams Battery Co., Ltd.
BYD Seagull yang saat ini beredar mencatatkan pengiriman 83.604 unit dari Januari hingga September 2026, turun 66% year-on-year, menurut China EV DataTracker.
