Yamaha mengganti silinder mesin DiASil dengan aluminium daur ulang. Langkah ini diklaim mampu menekan emisi CO₂ sekitar 47.000 ton setiap tahun.
Yamaha memutuskan untuk beralih menggunakan aluminium daur ulang pada silinder mesin DiASil. Langkah ini disebut sebagai upaya mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi.
Menurut Yamaha, perubahan material tersebut dapat memangkas emisi CO₂ hingga sekitar 47.000 ton per tahun. Angka itu menjadi klaim utama dari inisiatif hijau pabrikan asal Jepang ini.
Aluminium Daur Ulang untuk Silinder DiASil
Silinder DiASil sendiri merupakan komponen yang sudah lama digunakan Yamaha pada sejumlah model mesinnya.
Dengan mengganti bahan bakunya ke aluminium daur ulang, Yamaha berharap jejak karbon dari lini produksi bisa ditekan.
Langkah ini menandai pergeseran material pada komponen inti mesin, bukan sekadar perubahan pada bagian luar kendaraan. Yamaha menilai penggunaan aluminium daur ulang tetap memenuhi kebutuhan teknis silinder.
Klaim pengurangan emisi sebesar 47.000 ton per tahun menunjukkan skala dampak yang ingin dicapai.
Namun, sumber tidak merinci model motor mana saja yang akan memakai silinder hasil daur ulang ini.
Informasi yang tersedia juga belum menyebutkan waktu pasti penerapan atau pasar mana yang lebih dulu mendapatkannya.
Yang jelas, Yamaha menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya menekan emisi CO₂.
Dengan beralih ke aluminium daur ulang, Yamaha menunjukkan bahwa komponen mesin bisa ikut berkontribusi pada target lingkungan. Perkembangan selanjutnya masih dinantikan, terutama soal penerapan di lini produksi global.
