otomotif1.com

Ford EcoBoost Bisa Pakai Bensin Reguler, Tapi Tenaga Maksimal Butuh Premium

Ilustrasi mesin Ford EcoBoost yang dapat menggunakan bensin reguler maupun premium
Ford EcoBoost Bisa Pakai Bensin Reguler, Tapi Tenaga Maksimal Butuh Premium

Mesin Ford EcoBoost bisa jalan dengan bensin oktan 87, tetapi untuk mencapai tenaga puncak sesuai klaim pabrikan, pemilik perlu mengisi bahan bakar oktan 91 ke atas.

Ukuran teks

Mesin Ford EcoBoost dirancang mampu mengonsumsi bensin reguler beroktan 87 maupun premium beroktan 91 ke atas. Namun, ada konsekuensi performa yang perlu dipahami pemilik kendaraan.

Perbedaan utama terletak pada tenaga dan torsi yang dihasilkan. Bensin premium memungkinkan mesin mengeluarkan potensi penuh sesuai angka yang dipromosikan Ford.

Peran Sistem Octane Adjust Ratio

Ford membekali mesin EcoBoost dengan sistem Octane Adjust Ratio yang bekerja di unit kontrol elektronik.

Sistem ini mendeteksi jenis bahan bakar yang ada di tangki sebelum menentukan strategi pengapian.

Jika terdeteksi bensin premium beroktan tinggi, sistem memajukan waktu pengapian untuk meningkatkan tenaga dan torsi. Efek sampingnya, konsumsi bahan bakar lebih efisien dan emisi lebih rendah.

Sebaliknya, saat bensin beroktan rendah terdeteksi, mesin akan menunda pengapian guna mencegah pre-ignition dan knocking. Inilah alasan EcoBoost tetap aman beroperasi dengan bensin reguler.

Teknologi ini mirip dengan sistem kontrol ketukan yang sudah lama ada di mobil produksi, tetapi versi Ford bekerja lebih maju karena mendeteksi oktan sejak awal, bukan bereaksi setelah ketukan muncul.

Selisih Tenaga pada Bronco dan F-150

Contoh nyata terlihat pada Ford Bronco. Mesin EcoBoost 2.3 liter empat silinder diklaim menghasilkan 275 horsepower dan 315 pound-feet dengan bensin reguler.

Angka itu naik menjadi 300 hp dan 325 lb-ft ketika mesin yang sama diisi bensin premium.

Sementara versi 2.7 liter V6 EcoBoost tercatat 315 hp dan 410 lb-ft dengan oktan 87, lalu meningkat menjadi 330 hp dan 415 lb-ft dengan bahan bakar oktan tinggi.

Pengujian independen pada 2019 turut membuktikan dampaknya. Car and Driver menguji Ford F-150 bekas bermesin twin-turbo 3.5 liter EcoBoost V6 di dyno.

Dengan bensin oktan 87, tenaga di roda tercatat 360 hp dan torsi 463 lb-ft. Setelah diisi oktan 93, angkanya naik menjadi 380 hp dan 475 lb-ft.

Akselerasi 0-60 mph juga membaik dari 5,9 detik menjadi 5,3 detik. Waktu seperempat mil turut terpangkas dari 14,5 detik menjadi 14,0 detik.

Bebas Berganti Bahan Bakar

Berkat sistem tersebut, pemilik EcoBoost dapat berganti-ganti antara bensin reguler dan premium tanpa khawatir merusak mesin.

Jika premium sulit ditemukan atau ingin menghemat pengeluaran, bensin oktan 87 tetap boleh digunakan.

Konsekuensinya, kendaraan akan terasa kurang responsif dan cenderung lebih boros bahan bakar dibandingkan saat memakai premium.

Fenomena ini tidak hanya berlaku untuk EcoBoost.

Mesin V8 Coyote 5.0 liter naturally aspirated pada Mustang juga bisa berjalan dengan oktan 87, tetapi untuk mencapai 480 hp dan 415 lb-ft, pemilik perlu bensin oktan 91 atau 93.

Berbeda dengan itu, mesin supercharged 5.2 liter V8 pada F-150 Raptor R mewajibkan bahan bakar beroktan minimal 91 sesuai buku manual.

Alasannya, mesin ini menghasilkan 720 hp dan 640 lb-ft.

Update Terbaru

Lihat semua