Toyota mematenkan sistem transmisi palsu untuk EV yang bisa dipakai Lexus LFA listrik. Rasanya mirip sequential shifter, tapi tak akan menggantikan karakter V10.
Toyota baru saja mematenkan sistem transmisi simulasi untuk kendaraan listrik di Amerika Serikat.
Paten ini ditemukan CarBuzz dan menunjukkan bagaimana motor listrik bisa mengatur torsi di enam gigi untuk meniru sensasi transmisi konvensional.
Teknologi ini disebut-sebut cocok untuk Lexus LFA generasi baru yang berbasis listrik. Meski demikian, sensasinya tidak akan sama dengan V10 legendaris yang menjadi ciri khas model sebelumnya.
Cara kerja transmisi palsu ala Toyota
Paten tersebut menjelaskan bahwa sistem akan memotong aliran daya ke motor saat pengemudi berpindah gigi.
Efeknya meniru hentakan yang biasa dirasakan di mobil bermesin bakar dengan transmisi otomatis atau dual-clutch.
Pengemudi dapat mengoperasikan gigi melalui paddle shift atau tuas transmisi tradisional.
Pendekatan ini mirip dengan sistem yang lebih dulu diperkenalkan Hyundai pada Ioniq 5 N, lalu diikuti Mercedes-AMG dan Porsche.
Berbeda dengan paten Toyota sebelumnya yang menawarkan pedal kopling dan tuas manual penuh, versi terbaru ini lebih sederhana.
Alasannya, tidak semua orang bisa mengemudikan mobil manual.
Toyota sendiri pernah mendemonstrasikan teknologi transmisi manual palsu pada akhir 2022.
Paten untuk sistem itu diajukan awal tahun ini, sementara paten terbaru menunjukkan varian yang lebih mirip sequential shifter.
Peluang debut di Lexus LFA listrik
Lexus LFA generasi kedua diperkenalkan sebagai konsep pada Desember 2025.
Mobil ini berbagi sasis aluminium dengan Toyota GR GT yang bermesin V8, tetapi LFA versi baru tidak menggunakan mesin pembakaran.
Jika model produksinya benar-benar listrik, LFA bisa menjadi kendaraan yang tepat untuk memperkenalkan sistem transmisi palsu ini.
Namun, banyak penggemar tentu lebih berharap LFA kembali dengan V10 naturally aspirated berputaran tinggi.
Harapan itu tampaknya sulit terwujud. Meski begitu, setidaknya Lexus berpotensi menghadirkan sensasi berkendara yang lebih menghibur lewat teknologi transmisi simulasi.
Selain transmisi palsu, ada laporan bahwa LFA mendatang bisa menjadi model produksi pertama grup Toyota yang memakai sel baterai solid-state.
Toyota telah mengembangkan teknologi ini selama bertahun-tahun.
Menggunakan baterai solid-state pada model performa tinggi yang mahal dinilai masuk akal. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai spesifikasi akhir maupun jadwal produksi Lexus LFA listrik.
