Kode pada kemasan oli mesin bukan sekadar angka. Huruf W dan dua set angka menunjukkan performa oli saat dingin dan panas. Simak penjelasannya.
Membeli oli mesin sering membingungkan karena banyaknya pilihan dan kode yang tertera pada kemasan.
Namun, ada satu pola yang hampir selalu muncul, yakni huruf "W" yang diapit angka.
Huruf tersebut ternyata menyimpan informasi penting tentang performa oli pada suhu rendah.
Makna Huruf W dan Angka di Depannya
"W" adalah singkatan dari winter, yang merujuk pada kemampuan oli mengalir saat dingin.
Angka sebelum W, misalnya 0 atau 5, menunjukkan seberapa lancar oli mengalir pada suhu rendah.
Semakin kecil angkanya, semakin baik oli melindungi mesin saat start dingin, momen ketika keausan paling banyak terjadi.
Di daerah beriklim dingin ekstrem, oli dengan rating W rendah sangat dianjurkan.
Mesin modern dengan toleransi ketat juga cenderung membutuhkan oli semacam ini.
Angka-angka tersebut bukan karangan produsen, melainkan mengikuti sistem rating viskositas dari Society of Automotive Engineers (SAE).
Dengan begitu, oli dari merek berbeda tetap kompatibel asalkan angka dan spesifikasinya sesuai rekomendasi pabrikan.
Mengapa Ada Dua Set Angka?
Pada awal perkembangan otomotif, oli hanya dipasarkan sebagai ringan, sedang, atau berat.
Setelah SAE memperkenalkan sistem angka pada 1926, tetap hanya ada satu set angka pada kemasan.
Oli SAE 30 atau 40 masih bisa ditemukan, tetapi biasanya untuk kendaraan dan mesin tua.
Masalah muncul karena oli encer yang baik saat dingin tidak lagi efektif ketika mesin panas.
Saat suhu naik, oli menjadi lebih tipis sehingga perlindungan terhadap komponen mesin berkurang.
Solusi sementara adalah mengganti oli kental di musim panas dengan oli encer di musim dingin, meski tetap kompromi.
Pada 1950-an, oli multigrade diciptakan untuk menjawab tantangan ini.
Oli ini tetap encer saat dingin, tetapi mengandung polimer yang mencegahnya terlalu encer saat panas.
Dari sinilah muncul dua set angka: angka pertama sebelum W untuk rating dingin, angka kedua untuk performa saat panas.
Seiring waktu, oli sintetis dan semi-sintetis pun berkembang, menawarkan perlindungan lebih baik dan interval penggantian lebih panjang.
Namun, sistem ratingnya tetap sama, dan angka yang lebih tinggi tetap menandakan oli lebih kental.
